Rabu, 17 Juni 2009

Beberapa waktu kita dikagetkan dengan beberapa kasus yang secara tidak langsung menceritakan tentang hubungan antara Masyarakat awam, Kekuasaan dan penegakan Hukum. Saat ini masyarakat awam menilai hukum hanya akan berlaku perkasa ketika berhadapan dengan Masyarakat awam, dan Hukum akan tampak loyo ketika berhadapan dengan Uang dan Kekuasaan.

Hukum adalah kumpulan peraturan hidup dalam suatu masyarakat yang teratur, bersifat memaksa, mengikat dan dapat dipaksakan, Peraturan hukum berjalan dengan baik bila benar-benar mencerminkan rasa keadilan dan kehendak sebagian besar masyarakat. dari pendapat diatas, yang mngkin sudah mengalami perubahan dan penyesuaian berdasarkan dinamika dalam kehidupan di Indonesia waktu ini, perlu ditekankan bahwa peraturan hukum hanya bisa berjalan baik, kalau masyarakat mematuhinya, dan penegak hukum menjalankankan tugas dan kewajibannya sebagaimana mestinya.

Akan menjadi sangat runyam, jika penegak hukum sendiri melanggar atau mengabaikan peraturan-peraturan hukum yang berlaku atas pertimbangan-pertimbangan subejktip, dan / atau menjadikan peraturan-peraturan itu peluang untuk menambah penghasilan. Kalau tokh kita ingin menuntut masyarakat patuh, kewibawaan dan kredibilitas penegak hukum pertama-tama harus dipulihkan, lembaga-lembaga negara harus menjalankan tugas dan kewajiban mereka dengan baik, dan peraturan-peraturan yang tidak tepat direvisi sebagaimana mestinya. Marilah kita berpikir rasional dengan memakaikan akal sehat. Tidak hanya berdalih untuk membenarkan kekurangan / kekeliruan dalam bertugas.

Hukum di Indonesia masih tebang pilih, ketika masyarakat awam yang tidak mengtahui hukum dan tidak mampu menyewa pengacara maka hukum dapat diterapkan sewenang-wenang tergantung dari yang berwenang memutuskan hukuman, contoh kasus prita yang diduga kasus tersebut adanya penambahan hukum yang berat kepada Ibu prita terkait dengan kasus penipuan dan kebebasan mengemukan pendapat di muka umum.

Tapi saat ini karena adanya kebebasan Informasi selain kekuatan Uang, dan kekusaan yang dapat mempengaruhi hukum ternyata ada kekuatan lain yang dapat mempengaruhi atau merubah hukum yaitu Opini Publik. Coba anda perhatikan mengapa Prita dapat bebas dari tuntutan rumah sakit OmNI international? karena adanya opini publik yang kuat yang dibuat media Formal(koran, Majalah, televisi) dan Media Informal (yang dikelola masyarakat umum, BLoG, Milist, situs jejaring sosial, dll) yang dapat membantu dan menekan Penegakan hukum dalam merubah atau mengungkap suatu kasus.

opini publik memang tidak dapat dilepaskan dari sistem politik demokrasi. Oleh karena itu, opini publik dianggap sebagai cerminan “kehendak” rakyat setiap aparat yang berwenang sepertinya memperhatiakan atas opini publik yang ada. Opini publik sendiri dapat dilukiskan sebagai proses yang menggabungkan pikiran, perasan, dan usul yang diungkapkan oleh warga negara secara pribadi terhadap suatu kempentingan atas suatu masalah yang ada dan beredar di masyarakat.

Memang kekuatan opini publik dalam ranah hukum adalah sebuah kekuatan baru sebagai penyimbang dari adanya kekuatan uang dan kekuasaan yang selama ini dengan mudah dapat mengintervensi sebuah keputusan hukum, siapa yang jadi motor penggerak kekuatan opini publik media, dan kumpulan dari masyarakat dalam suatu kesatuan informasi yang terintegrasi dan hal ini dapat dilakukan dengan mudah pada media electronic khusunya Internet, dimana dalam Internet setiap warga bisa dengan bebas memberi informasi yang sebenar-benarnya tanpa ada intervensi pihak lain asal bisa di pertanggung jawabkan.

Jadi mari jadi sebuah agen perubahan dengan melaporkan setiap kejadian yang janggal atas HUkum yang berlaku pada media atau pembentukan opini publik pada media internet (milist, Blog, Situs jejaring sosial atau media lainya), sebenarnya hal ini tidak perlu terjadi asal hukum di negeri ini dapat bergerak sesuai aturan yang berlaku dan tidak diinternsi oleh kekuasaan dan uang. Semoga Indonesia menjadi negara yang mempunyai hukum yang tepat dan tidak bisa diintervensi oleh kekuatan uang dan Kekuasaan, dan Tingginya Moral.

Erwin arianto


Rabu, 10 Juni 2009


Publik mungkin sekarang udah ga sabar untuk mendengar secara langsung jawaban dari pihak Boediono. Bukan dengan menutup-nutupi isu, tapi yang diperlukan adalah klarifikasi yang cerdas serta tidak membodohi dan menutup-nutupi. Intinya bukan memasalahkan apa agama Bu Hera, tapi masalah keterbukaan dan transparansi.

Tidak ada salahnya bila rakyat ingin mengetahui kenyataan sebenarnya. Tidak ada salahnya juga andaikan benar Bu Hera beragama Katholik.


Kenapa harus disembunyikan, justru kalau ditutup-tutupi, andaikan benar Bu Hera beragama Katholik, jadinya seakan-akan memeluk agama Katholik itu hal yang memalukan..


***



Tulisan terpopuler hari ini (09/06) rasanya kok berbau sara meskipun toh judulnya dikemas rapi, “Apa salah jika istri Boediono beragama Katholik”. Tulisan yang dibuat sebagai tanggapan dari tulisan “Sesama Katholik dengan Bu Hera Boediono, Uppz, Uppz, This It’s Not SARA Share”.



Aneh memang selera membaca orang Indonesia, senang membaca tulisan berbau sara dan belum jelas kebenarannya. Gosip, gosip, digosok makin sip. Kebanyakan nonton gosip di TV kalee.



Apalagi yang digosipin Istri-istri pasangan capres. Waduh, ga heran deh kalau gossip ini bisa mendapat rating pembaca yang tinggi. Rating tertinggi hari ini, dikompasiana. Tulisan bocahndeso - 9 Juni 2009 - Dibaca 2687 Kali - tak masuk lagi dalam katagori terpopuler minggu ini, padahal tulisan wartawan senior Pepih Nugraha - 8 Juni 2009 - Dibaca 1813 Kali - pada posisi ke 8 rating minggu ini saat tulisan ini dibuat rabu dini hari (10/9).



Namun berita istri pasangan capres, terutama Bu Hera Budiono belum begitu tampak di media mainstream. Jangan-jangan ini isu tidak menjadi penting bagi media mainstream.



Mungkin karena istri pasangan capres masih sebatas konco wingking ?. Waduh maaf, masa iya sih di tengah isu gender yang mainstream.



Gosip mengenai istri cawapres Boediono ini perlu tidaknya mendapat klarifikasi dari pihak keluarga atau yang mewakilinya sangat tergantung dari mereka.



Gosip ini menjadi seru ketika beberapa kader PKS meminta istri dari SBY – Boediono untuk mengenakan jilbab. Kull walau ayah, sampaikan ayat-ayat Allah meski satu ayat, semangatnya.



Sedangkan Prof. Dr. Suparman, mantan konsultan Bapennas saat Boediono menjabat Menteri Pembangunan Negara Nasional /Kepala Bappenas mengungkapkan, istri Boediono memang non muslim. “ Ya, memang katolik”, ujar Suparman kepada Indonesia Monitor, kamis (28/5).



Ah, binun, binun jadinya. Wong namanya gossip. Mentang-mentang jilbab lagi tren. Lo, kalau ga salah pakaian yang seperti jilbab kan ga hanya monopoli Islam. Toh suster dari Katholik pun juga berpakaian kaya jilbab.



Begitu pun, tidak jadi soal. Ada kawan saudaraku yang bernama Kristiani Yudianto juga pakai jilbab.. Bu Kristiani yang sudah punya 2 anak sarjana ini pakai jilbab sejak suaminya ikut pilkades, atau pilkada saya lupa. Ah apa arti sebuah nama, toh niatnya baik tak mengumbar aurat. Syukur deh kalau dia sudah menjadi mualaf.



Terus apa masalahnya ?, la wong hanya pakaian aja.



He he blogger sekarang emang ada-ada aja di otaknya. Kesadaran kritis blogger, anugrah atau bencana neh.



Positif thinking aja deh, mungkin sang blogger ga mau golput lagi pilpres 2009 mendatang. Meniru jejak budayawan sujiwo sutejo neh naga-naganya.



Publik mungkin sekarang udah ga sabar untuk mendengar secara langsung jawaban dari pihak Boediono.





Artikel ini dapat dibaca di :

Katholik kah Hera Boediono (Ibu Cawapres SBY), Publik Masih Bertanya ?.

http://public.kompasiana..com/2009/06/10/katholikah-hera-boediono-ibu-cawapres-sby-publik-masih-bertanya/




***





Saya juga khatolik dan sangat menghargai toleransi hidup beragama, saya juga percaya bahwa setiap orang siapa pun dia sebagai warga negara Indonesia berhak untuk menduduki kursi istana kepresidenan.



Apalagi kalau dia khatolik seperti Bu Hera Boediono, masalahnya baik khatolik maupun islam tidak bisa menerima hubungan kawin campur ini, karena masing-masing menganggapnya zina.



Jika SBY-Boediono terpilih maka status Bu Hera Boediono adalah ibu negara dan menjadi simbol panutan dan teladan bagi rakyat, masalahnya contoh kawin campur ini bisa menjadi pembenaran bahwa hal itu bisa dilakukan dan diterima oleh ke dua agama itu, nah..apa yang terjadi jika demikian…



Saya tidak bermaksud mengangkat masalah ini sebagai SARA, namun diantara kita sesama penganut agama yang berbeda perlu saling menghargai akan kemurnian agama kita masing-masing.



Masalah berikutnya Boediono tidak pernah mengakui secara jujur dengan kondisi ini kepada public, sehingga bisa menimbulkan fitnah dan issu SARA.



Bagaimana tanggapan teman2 atas cerita ini,…tq

Mohon pencerahannya.



Btw :
Bu Hera Katholik dinyatakan oleh prof.dr. Suparman, Direktur Paska Sarjana Univ. Tarumanegara mantan konsultan Bappenas. Baca tabloid monitor edisi 3-9 Juni 2009 hal.7…





Artikel ini dapat dibaca di :

Notes FB Eva; “Sesama Katholik dengan Bu Hera Boediono, Uppz, This It’s Not SARA Share”.

http://public.kompasiana.com/2009/06/08/notes-fb-eva-sesama-katholik-dengan-bu-hera-boediono-uppz-this-its-not-sara-share/



***





Sebagai calon Ibu Wapres, wajar saja bila statusnya dipertanyakan oleh rakyat. Bahkan Obama pun ketika menjadi calon presiden AS sempat dipertanyakan tentang agamanya, karena banyak yang menganggap Obama masih beragama Islam, dan isu itu bisa menjatuhkan popularitasnya.



Tapi dengan penjelasan yang baik, tanpa menutup-nutupi, akhirnya rakyat AS bisa diyakinkan bahwa Obama bukan muslim.



Walau pun oleh lawan-lawan politiknya, sempat namanya dihubung-hubungkan dengan Saddam Hussein, karena nama lengkap Obama adalah Barrack Hussein Obama, tapi isu itu tidak menyebabkan Obama gagal menjadi Presiden.



Bukan dengan menutup-nutupi isu, tapi yang diperlukan adalah klarifikasi yang cerdas dan tidak membodohi dan menutup-nutupi.



Jadi yang dibutuhkan adalah membuat klarifikasi tentang isu yang berkembang, sehingga rakyat bisa tahu kenyataan sebenarnya, bukan dengan cara menutup-nutupi kenyataan sebenarnya.



Tidak ada salahnya kalau Bu Hera beragama Katholik, dan tidak ada salahnya bila rakyat ingin mengetahui kenyataan sebenarnya, dan tentunya tidak ada salahnya bila kenyataan/fakta yang sebenarnya tersebut dijadikan oleh sebagian orang sebagai dasar untuk menentukan pilihan dalam Pilpres mendatang.



Bukankah kita menganggap rakyat sudah lebih dewasa untuk memilih sehingga juga sudah selayaknya diberi akses untuk mengetahui hal-hal yang mendukung kedewasaan mereka untuk memilih.



Jadi intinya bukan memasalahkan apa agama Bu Hera, tapi masalah keterbukaan dan transparansi.



Mungkin sebagian kita yang menjadi pembaca kompasiana, seperti beberapa komentar yang masuk, faktor agama istri Cawapres tidak menjadi masalah penting dalam menentukan pilihan dalam Pilpres, tapi mungkin banyak juga rakyat di luar sana, pemilih lain yang masih punya prinsip yang lain dalam menentukan pilihan. Komunitas pembaca kompasiana paling banyak satu juta orang, sangat-sangat kecil dibandingkan pemilih awam yang mungkin puluhan bahkan ratusan juta jumlahnya.



Sekali lagi bukan mempersoalkan apa agama Bu Hera, tapi point pentingnya adalah para pemilih bisa mempunyai informasi yang sejelas-jelasnya sebelum menentukan pilihan, termasuk masalah agama istrisalah satu kandidat.



Kenapa harus disembunyikan kalau memang beragama Katholik.



Justru kalau disembunyikan, jadinya seakan-akan memeluk agama Katholik itu hal yang memalukan, sampai harus ditutup-tutupi.


Bukankah Indonesia mengakui 5 agama besar, termasuk Katholik.



***



Saya terkejut membaca postingan di kompasiana yang berjudul : Notes FB Eva ; “ Sesama Katholik dengan Bu Hera Boediono, Uppz, This It’s Not SARA Share ” .



Bukan karena saya terkejut dengan berita bahwa isterinya Boediono beragama Katholik. Tapi saya terkejut, betapa ini ada hubungannya dengan gencarnya peringatan dari beberapa kalangan agar tidak menggunakan isu SARA dalam kampanyenya. Tak ketinggalan pula KPU juga mengeluarkan pernyataan serupa soal itu.



Apakah informasi mengenai agama yang dianut oleh ibu Herawati Bodiono ini adalah SARA yang harus dijauhkan dari pemberitaan ?. Apa informasi ini harus ditutup-tutupi ?.



Apa bedanya dengan informasi keagamaan dari isteri-isteri Capres lainnya ?. Jika berita itu benar, mengapa musti takut mengakuinya ?. Karena, tak ada salahnya jika isteri Boediono beragama Katholik.



Masyarakat justru harus diberikan informasi yang sejelas-jelasnya dan sejujur-jurnya. Dengan informasi yang tersaji itu diharapkan malahan akan menjadikan makin dewasanya masyarakat Indonesia.



Masyarakat Indonesia harus dibiasakan dengan kejujuran dan transparansi. Dan dibiasakan dengan melihat adanya perbedaan, asalkan perbedaan itu tidak saling dipertentangkan dan tidak saling mengganggu antara satu dengan yang lainnya.



Informasi mengenai agama ibu Herawati Boediono itu sama, seperti juga informasi bahwa Jusuf Kalla berasal dari Makasar dan isterinya berasal dari Minang. Lalu Wiranto asalnya dari Solo Jawa Tengah, isterinya dari Gorontalo Sulawesi. Sedangkan EsBeYe dari Pacitan Jawa Timur dan isterinya dari Purworejo Jawa Tengah. Dan Boediono dari Blitar Jawa Timur.



Apa salahnya dengan informasi-informasi itu ?. Rasanya tak ada yang perlu ditutupi. Itu informasi yang biasa saja. Itu adalah realitas dari multi etnik dan multi agama yang ada di Nusantara yang ber-Bhineka Tunggal Ika.

Jika pun berita itu benar, maka apa salahnya jika isteri Boediono beragama Katholik ?.



Mengapa musti ditutup-tutupi, masyarakat Indonesia sangat menghormati asas Bhineka Tunggal Ika. Berikan saja informasi sejujur-jujurnya, karena tak ada salahnya jika Istri Boediono beragama Katholik.



Jadi ?. Benarkah isteri Boediono beragama Katholik ?.





Artikel dapat dibaca di :

Apa Salahnya jika Istri Boediono Beragama Katholik ?.

http://public.kompasiana.com/2009/06/09/apa-salahnya-jika-istri-boediono-beragama-katholik/



***





Bagi saya NKRI itu dengan segala tetek bengek kelebihan dan kekurangan yang ada serta segala kesenjangan yang ada, merupakan “Komitmen Final dan Tidak Ada Alternatif Lain”, yang masih kurang dan kesenjangan itu, janganlah di bawa pada issu perpecahan, tetapi menjadi tantangan kita bersama, bahu membahu antara rakyat, pemimpin, dan pemerintah untuk memupus kelemahan dan kesenjangan tersebut.



Dalam konteks ini tentu di musim Pilpres hal ini menjadi urgent karena Presiden merupakan Top Leader dan markotop untuk menstimulus perubahan menuju yang lebih baik.



Sungguh sebuah kearifan besar jika rakyat kita bisa menjatuhkan pilihan tepat sesuai keyakinan mereka, siapa kontestan yang bisa membawa perubahan ke arah yang lebih baik itu.



Tentu pula, bahwa adalah suatu kearifan besar, jika kita semua, apa itu penulis atau media bisa memberikan informasi yang sangat jelas, siapa sebenanarnya para kontestan Pilpres kita. Karena kunci pembangunan yang berhasil sederhana hanya ada 2 hal penting yaitu; Transparansi dan Akuntabilitas..



Jika kedua hal ini bisa dikuatkan, maka pemerintah berproses merajut mekanisme tata pemerintahan yang lebih baik atau kerennya di sebut “Good Governance”, dan pada sisi yang sama secara paralel dan simultan rakyat kita juga merajut berproses menuju tatanan “Civil Society” atau social capital, sehingga proses berdemokrasi lebih sehat, dewasa dan mencerahkan bangsa ini.



Karena polarisasi powership mengalami perimbangan antara pemerintah dan rakyat. Oposan akan termanifestasi dengan sendirinya dalam bentuk manuver partai. Tatanan ini akan membawa di mana issu SARA tidak lagi memakan korban, seperti yang terjadi pada Ruhut Sitompul serta chaos massa bisa diantisipasi lebih dini agar tidak terjadi.



NKRI, selama kita semua berstatus WNI, siapapun dia, darimana pun dia, kemana pun dia, bagaimana pun arah sikap pilihan Pilpresnya, dan bagaimana pun bentuk rupa pola sataus budaya, agama, sosial dan ekonominya semua harus tetap bersatu dalam NKRI.



Bukankah dalam sebuah firman di titahkan, “Kita diciptakan dalam perbedaan agar saling kenal mengenal”, dan kita pun percaya apa pun agama kita, kita selalu yakin dan percaya bahwa Tuhan yang kita anut dan sebut itu adalah Tuhan yang menciptakan semua mahluk dan alam semesta itu, demikian pula pada orang yang berbeda agama dengan kita.



Nah, pertanyaan newsnya, apakah Tuhan yang kita sebut masing-masing dengan kata berbeda itu juga berbeda dengan Tuhan yang lain karena nyebutnya juga berbeda, kalau berbeda berarti Tuhan kita banyak. Jika ini jawabnya, pantesan kita saat ini masih terjajah dalam ekonomi neoliberalisme plus kerdil dalam berdemokrasi.



Sesungguhnya jawaban ideal dan seharusnya itu adalah sama, tapi kita nyebutnya berbeda sesuai dengan konteks agama kita, bahwa Tuhan itu cuma satu atau saya menyebutnya “Paradigma Satu’ di blog saya.



Nah, lho…, apakah berarti agama itu semua sama, ranah jawaban pertanyaan ini hanya boleh dijawab di dalam batin dan hati kita masing-masing, bukan konsumsi publik.



Jika Tuhan bertitah, “Kita diciptakan berbeda agar saling mengenal”, tentunya kita tercipta berbeda agama juga adalah bagian dari titah itu. Akhirnya karena itu kita perlu bersatu, kalau kita semua sama, apa urgentnya “Pancasila”.



Apapun itu, siapa pun itu, dan bentuk rupanya apa pun itu, sing pokoe “Eling Lang Waspodo” karena kita ini hanya seonggok mayat yang berjalan, dikatakan mayat karena setiap hari setiap lubang di tubuh kita mengeluarkan bau busuk.


Jadi sadarlah aku. Sungguh kita hidup hanya untuk antri mati.


Wallahualam





Artikel ini dapat dibaca di :

Sikap Bijaksana Bocah Katrok Menilai Bu Hera.

http://public.kompasiana.com/2009/06/10/sikap-bijaksana-bocah-katrok-menilai-bu-hera-beragama-katolik/



***


Dua Penulis Surat Pembaca Dituntut Hukuman Penjara


http://id.news.yahoo.com/antr/20090604/tpl-dua-penulis-surat-pembaca-dituntut-h-cc08abe.html



Antara - 2 jam 29 menit lalu



Jakarta (ANTARA) - Dua orang penulis surat pembaca, Khoe Seng Seng alias Aseng (44) dan Kwee Meng Luan alias Winny (47), masing-masing dituntut satu tahun dan dua tahun penjara dalam kasus gugatan pencemaran nama baik.







Jaksa Penuntut Umum (JPU), Manna Sihombing, dalam Pengadilan Negeri Jakarta Timur di Jakarta, Kamis, mengatakan, kedua terdakwa melanggar pasal 310 dan 311 KUHP.



Menurut JPU, kedua terdakwa yang disidang secara terpisah itu telah mencemarkan nama baik pihak PT Duta Pertiwi dengan surat pembaca yang dikirimkan ke sejumlah media massa pada medio 2006.



JPU memaparkan, Aseng mengirimkan surat pembaca ke harian Kompas dan Suara Pembaruan, sedangkan Winny melakukan hal yang sama ke Suara Pembaruan.



Surat tersebut berisi keluhan terhadap PT Duta Pertiwi, perusahaan pengembang yang menjual kios di ITC Mangga Dua, Jakarta Utara, kepada Aseng dan Winny.



Menurut Aseng dan Winny dalam surat tersebut, PT Duta Pertiwi tidak pernah memberitahukan bahwa status tanah tempat berdirinya ITC Mangga Dua adalah milik Pemprov DKI Jakarta.



Hal itu diketahui setelah mereka ingin memperpanjang sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) yang ternyata statusnya bukan HGB murni tetapi HGB di atas tanah hak pengelolaan lahan (HPL) milik Pemprov DKI.



Namun, JPU dalam tuntutannya memaparkan bahwa baik Aseng maupun Winny telah mengetahui tentang status tersebut dalam rapat pada September 2006 antara pengembang dan pemilik kios serta dihadiri juga oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN).



Untuk itu, JPU menyatakan baik Aseng maupun Winny telah mencemarkan nama baik dari PT Duta Pertiwi dengan mengirimkan surat pembaca ke sejumlah media.



Kasus pencemaran nama baik ini memiliki kemiripan dengan kasus yang menimpa Prita Mulyasari (32), yang digugat pencemaran nama baik oleh RS Omni Internasional karena mengirim surat keluhan tentang pelayanan RS tersebut dalam bentuk email (surat elektronik) kepada kalangan terbatas.



Email Prita itu tersebar ke berbagai milis sehingga membuat RS Omni mengambil langkah hukum.



Bedanya, Prita dijatuhi pasal berlapis yakni Pasal 310 dan 311 KUHP serta Pasal 27 Ayat (3) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).



Pasal 27 Ayat (3) UU ITE itu membuat Prita diancam dengan hukuman enam tahun penjara, sehingga banyak pihak yang menganggap bahwa ancaman hukuman tersebut terlalu berlebihan bagi seseorang yang hanya menuliskan surat keluhan.

2009/6/11 Tan (Lionwings)
Koq Beda ????, rasa2nya?? Duta pertiwikan sama2 punya sinar Mas ???
koq si Prita dapat duit 20 juta malahan ???


Rabu, 03 Juni 2009

Oleh Merry Magdalena di facebook.


Ada dua profesi yang merasa dirinya Tuhan di muka bumi ini. Dokter dan pakar hukum. Dokter merasa jumawa karena mereka dilegalkan menelanjangi pasien, mengobok-obok tubuhnya, memasukan zat apapun ke tubuh itu, bahkan menyatakan berapa lama lagi harapan usia pasien. Pihak pasien yang jelas buta ilmu kedokteran, membaca resep pun ngga becus, merk obat pun susah mengejanya, jelas percaya saja sama dokter.

Saat ke rumah sakit, kita selalu dalam kondisi tak berdaya. Fisik lemah, mental hancur, stres, memikirkan berapa biaya akan keluar, kapan akan sembuh dan bisa kerja lagi, bisa menjaga anak lagi, dan seterusnya. Kondisi itu adalah kondisi nol, bahkan minus. Boro-boro bisa mikir panjang. Mengisi formulir rumah sakit saja serasa lebih susah dari ujian psikotest!
Dan kita memercayakan jiwa raga kita pada dokter, suster, pekerja lab, dan semua yang ada di rumah sakit.

Pakar hukum hapal betul semua ayat dan pasal, celah-celahnya, pandai bicara, argumen, logika, berkelit, memvonis, dan seterusnya. Kita manusia awam jelas buta hukum dan tak tahu apakah kalau bicara A akan melanggar pasal tertentu, bisa dihukum mati atau dicambuk saja. Pakar hukum merasa jumawa sebab mampu menentukan nasib hidup manusia lain yang buta hukum. Bisa langsung dor hukum tembak, penjara seumur hidup, atau sekedar dipermalukan masuk media sebagai tersangka.

Dokter dan pakar hukum, tolong gunakan nuranimu saat berhubungan dengan sesamamu. Kami memang buta ilmu kedokterdan dan ilmu hukum. Kejumawaanmu sudah cukup digdaya tanpa perlu ditunggangi kepentingan bernama uang dan gengsi.

Doa untuk Prita Mulyasai, sesama rakyat jelata, ibu, korban kebutaan nurani dokter dan pakar hukum.

Silakan coba Test ALZHEIMER gratis!!!!*
____________ _________ _________ __


1. Temukan huruf "C" di bawah.

OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOO O
OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOO O
OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOO O
OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOO O
OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOO O
OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOO O
OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO COOOOOOOOOOOOOO O
OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOO O
OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOO O
OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOO O
OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOO O

2. Jika anda telah menemukan huruf "C", sekarang temukan angka "6" di
bawah.

9999999999999999999 9999999999999999 999999999999999 99999999999999
9999999999999999999 9999999999999999 999999999999999 99999999999999999
9999999999999999999 9999999999999999 999999999999999 99999999999999999
9999699999999999999 9999999999999999 999999999999999 99999999999999999
9999999999999999999 9999999999999999 999999999999999 99999999999999999
9999999999999999999 9999999999999999 999999999999999 99999999999999





3. Sekarang temukan huruf "N" di bawah. Ini agak lebih sulit.

MMMMMMMMMMMMMMMMMMM MMMMMMMMMMMMMMMM MNMMMM
MMMMMMMMMMMMMMMMMMM MMMMMMMMMMMMMMMM MMMMMM
MMMMMMMMMMMMMMMMMMM MMMMMMMMMMMMMMMM MMMMMM
MMMMMMMMMMMMMMMMMMM MMMMMMMMMMMMMMMM MMMMMM
MMMMMMMMMMMMMMMMMMM



4. Sekarang temukan huruf "O" di bawah. Ini agak lebih sulit.
QQQQQQQQQQQQQQQQQQQ QQQQQQQQQQQQQQQQ QQQ
QQQQQQQQQQQQQQQQQQQ QQQQQQQQQQQQQQQQ QQQ
QQQQQQQQQQQQQQQQQQ
QQQQQQQQQQQQQQQQQQQ QQQQQQQQQ
QQQQQQQQQQ
QQQQQQQQQQQQQQQQQOQ QQQQQQQQQQQQQQQQ
QQQQQQQQQQQQQQQQQQQ QQQQQQQQQQQQQQQQ QQ
QQQQQQQQQQQQQQQQQQQ QQQQQQQQQQQQQQQQ



5. Sekarang temukan huruf "I" di bawah. Ini agak lebih sulit.
LLLLLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLL
LLLLLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLL
LLLLLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLLL
LLLLLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLL
LLLLLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLLL
LLLLLLLLLLLLLL
LLLLLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLLL
LLLLLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLLLI
LLLLLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLL
LLLLLLLLLLLLLLLLLLL LL


____________ _________ _________ __


Ini bukan gurauan, fren
Jika anda bisa melewati 3 test ini, maka anda bisa batalkan rencana
kunjungan ke ahli neurologi
Otak anda masih baik dan jauh dari penyakit Alzheimer. Selamat !

For your info
Alzheimer atau kepikunan merupakan sejenis penyakit penurunan fungsi
saraf otak yang kompleks dan progresif. Penyakit Alzheimer bukannya
penyakit menular. Penderita Alzheimer mengalami keadaan penurunan daya
ingat yang parah sehingga penderita akhirnya tidak lagi mampu mengurus
dirinya sendiri.

Alzheimer tergolong sebagai salah satu jenis dementia yang ditandai
dengan melemahnya kemampuan bercakap, kemampuan berpikir sehat, daya
ingat, kemampuan mempertimbangan, adanya perubahan kepribadian dan
tingkah laku yang tidak terkendali. Keadaan ini amat membebani penderita
dan juga anggota keluarga yang perlu menjaga dan merawatnya. Menurunnya
fungsi ingatan juga memengaruhi fungsi intelektual dan sosial
penderitanya.
Sumber penyakit ini belum diketahui dengan pasti, tetapi bukan karena
proses penuaan. Sebagian ilmuwan memperkirakan bahwa kepikunan ini
berkaitan dengan pembentukan dan perubahan sel-sel saraf yang normal
menjadi semacam serat.

Resiko untuk mengidap Alzheimer meningkat seiring dengan pertambahan
usia. "Pada usia sekitar 65 tahun, seseorang berisiko lima persen untuk
menderita penyakit ini dan risiko ini meningkat dua kali lipat setiap
lima tahun,"menurut Ahli Psikogeriatrik, Kantor Pengobatan Psikologi,
Fakultas Pusat Pengobatan Universitas Mala ya (PPUM), Dr. Esther
Ebeenezer. Meskipun kepikunan seringkali dikaitkan dengan usia lanjut,
namun terbukti bahwa penderita Alzheimer yang pertama diidentifikasi
adalah seorang perempuan berusia awal 50 tahunan.

Sejarah Alzheimer

Penyakit ini ditemukan oleh Dr. Alois Alzheimer pada 1907 ini, dinamakan
Alzheimer sesuai nama penemunya.
Alzheimer menemukan bahwa syaraf otak penderita Alzheimer tidak hanya
mengerut, bahkan dipenuhi gumpalan protein luar biasa yang disebut plak
amiloid dan serat yang berbelit-belit (neuro fibrillary).
Amiloid protein yang membentuk sel-sel plak protein tersebut, dipercaya
menyebabkan perubahan kimia otak. Musnahnya sel-sel saraf ini
menyebabkan syaraf otak yang berfungsi menyampaikan pesan dari satu
neuron ke neuron lain terpengaruh.

Meskipun sudah ditemukan hampir satu abad yang lalu, Alzheimer tidak
seterkenal penyakit yang lain seperti hipertensi, Sindrom Pernafasan
Akut Parah (SARS) atau pun penyakit jantung. Mungkin karena gejala
penyakit Alzheimer tidak segera terlihat, berbeda dengan hipertensi yang
dapat dipantau melalui pemeriksaan tekanan darah. Penyakit Alzheimer
tidak terdeteksi karena adanya anggapan bahwa sering lupa adalah hal
yang wajar dialami orang berusia lanjut karena faktor usia. Padahal
mungkin saja "sering lupa" tersebut merupakan tanda awal penyakit
Alzheimer.

Penyakit Alzheimer menjadi lebih dikenal secara meluas setelah mantan
Presiden Amerika Serikat yang ke-40, Ronald Reagan mengemukakan keadaan
dirinya dalam suratnya yang tertanggal 5 November 1994. Penelitian
klinis terbaru menunjukkan bahwa konsumsi suplemen asam lemak omega-3
dapat memperlambat laju penurunan fungsi kognitif penderita alzheimer
ringan.

Gejala dan tingkat keparahan penyakit:

Pada taraf ringan gejalanya dapat berupa: lupa dimana menyimpan kunci,
lupa mengambil uang kembalian, lupa mau membeli apa di toko, lupa nomor
telepon atau tidak ingat mana obat yang setiap hari biasa X- Anti Virus:
checked by Anti Vir MailGuard (Version: 8.0.0.18; AVE: 8.2.0.120; VDF:
7.1.2.198) dimakan.

Pada tingkat menengah: penderita misalnya, lupa mencampurkan gula dalam
minuman, garam dalam masakan atau lupa bagaimana cara mengaduk gula di
dalam gelas.

Pada tingkat yang parah, penderita sudah tidak mampu melakukan hal-hal
mendasar seperti mengurus diri sendiri, tidak lagi mengenali keadaan
sekitar rumahnya, tidak mengenali rekan-rekan atau anggota keluarga
terdekat.

Penderita Alzheimer dapat menjadi agresif, cepat marah dan kehilangan
minat untuk berinteraksi atau hobi yang pernah diminatinya. Penderita
tingkat menengah atau parah dapat menunjukkan tingkah laku aneh, seperti
menjerit, terpekik atau mengikuti orang ke mana saja, bahkan walau orang
tersebut ke WC.

Selain itu, penderita dapat juga mengalami semacam halusinasi seperti
mendengar suara atau bisikan halus, atau
melihat bayangan menakutkan. Penderita juga kadangkala berjalan mondar
mandir tanpa tujuan dan pola tidur mereka juga berubah. Penderita
biasanya akan lebih banyak tidur di siang hari dan terus terjaga pada
malam hari.
Keadaan tersebut secara tidak langsung memberi tekanan mental kepada
perawat atau anggota keluarga yang harus waspada menjaga penderita
selama '36 jam' sehari.

Kebanyakan penderita Alzheimer meninggal dunia akibat radang paru-paru
atau pneumonia karena mereka tidak dapat melakukan berbagai aktivitas
fisik lainnya.
Yang menyedihkan, adalah bahwa orang yang sakit itu sendiri tidak
memahami apa yang terjadi pada diri mereka dan memerlukan bantuan orang
lain. Berita buruknya penyakit Alzheimer ini, tidak dapat disembuhkan.
Tetapi, gejalanya masih dapat dikendalikan dengan obat-obatan.
Obat-obatan yang diberi pada tingkat awal, dapat membantu ingatan
penderita seperti fungsi kognitif, aktivitas dan tingkah laku sehari2.

Prevalensi

Sekitar tahun 1950-an diperkirakan sekitar 2,5 juta warga dunia
menderita penyakit ini. Pada tahun 2003 Organisasi Kesehatan Dunia
(WHO), memperkirakan lebih dari satu milyar orang yang berusia di atas
60 tahun atau 10 persen penduduk dunia menderita Alzheimer.
Peningkatan jumlah penderita Alzheimer berkaitan dengan meningkatnya
jumlah warga dunia yang berusia lanjut, dan semakin panjangnya usia
atau masa hidup warga dunia. Usia hidup perempuan meningkat hingga
mencapai usia 80 tahun dan laki-laki mencapai usia 75 tahun. Selain
itu, faktor pemeliharaan kesehatan yang semakin baik dan menurunnya
tingkat kelahiran.

Orang yang berisiko menderita Alzheimer:
* Penderita hipertensi dengan usia di atas 40 tahun
* Penderita diabetes
* Kurang berolahraga
* Kadar kolesterol yang tinggi
* Faktor keturunan - memiliki keluarga yang menderita Alzheimer
pada usia 50-an.

Selasa, 02 Juni 2009

Melihat tayangan iklan Calon Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang sama persis dengan iklahn Indomie, jadi sedih karena kenapa seorang calon presiden Indonesia seperti itu, karena hal yang dilakukanya adalah sebuah plagiatisme yaitu meniru dari iklan Indomie tanpa ada nya perubahan sedikit pun dari iklan itu, hanya merubah SBY dengan Indomie.

Iklan Capres SBY sungguh sebuah plagiat murni dan terang-teranhan, sebuah plagiat adalahdengan sengaja mengambil ide,
pendapat, atau karya tulis orang lain, baik secara utuh atau dimodifikasi. dalam hal ini mengapa seorang calon presiden yang terhormat melakukan itu? apakah memang Capres SBY tidak punya Ide atau memang kebiasaan seperti itu?

Dibali sebuah Plagiatisme maka ada sebuah pencurian, yaitu pencurian ide kreatif yang dibuat oleh pemiliknya, selain itu seorang yang mengambil ide tersebut mencerminkan sebuah kemalasan berfikir atau memang tidak kreatif? lalu bagaimana hal ini bisa terjadi kepada calon presiden yang mempunyai tim sukses yang mempunyai banyak dana untuk membuat sesuatu yang kreatif?

Saya jadi berfikir nakal, jika promosi atau iklan dari seorang SBY secara terbuka dan terang-terangan mengambil ide sesorang, lalu bagaimana beliau menjalankan pemerintahanya, apakah dia benar-benar jujur? dalam hal ini saya tidak menuding SBY tidak jujur hal ini hanya menjadi buah pikiran pribadi. bukankah seorang pemimpin harus jujur, tidak boleh mencuri, termaksud mencuri ide dalam kampanye di televisi yang nota bene disaksikan oleh jutaan mata Warga negara Indonesia?

Tapi aneh juga tidak ada seorang pun yang berani untuk mengungkapkan hal ini, atau takut di gugat dan dipenjara karena mencemarkan nama baik? seperti Ibu prita yang disebut mencemarkan nama baik Omni International karena tulisan di milist? aneh memang bangsa ini, ketika De masiv atau sinetron-sinetron di sebut dalam beberapa situs internet sebagai plagiat hampir semua orang memusuhi band ini, tapi kenapa ketika Capres melakukan hal ini semua hanya diam, dan berkesan tidak peduli?

Kalau dipikir pencontohan ide iklan SBY bisa digeneralisir sebagai pencontohan tidak baik kepada masyarakat? bukankah seorang pemimpin akan menjadi contoh rakyatnya, apakah SBY ingin memberi contoh kepada masyarakat agar kita boleh menjadi plagiat? atau memang contoh tidak di hormatinya Undang-Undang Hak cipta?

Saya memang buta politik, dan tidak terlalu peduli dengan politik karena memang politik itu busuk, dan tidak ada yang benar?benar tapi apakah kebusukan di depan mata akan kita diamkan? sebuah pertanyaan lain lagi melintas di fikiran saya, apakah benar seorang SBY bisa memberantas Korupsi, jika beliau pun seorang pencuri Ide?

Semoga SBY mau mengklarifikasi hal ini secara gamblang di depan Publik mengenai masalah ini? atau memang inilah pencerminan sifat asli capres SBY. Semoga bisa memberi jawaban yang gamblang? lalu bagaimana pendapat anda tentang pencontekan iklan SBY president ku = Indomie seleraku? yah begitulah wajah salah-satu capres negeri ini. semoga Indonesia yang terkenal sebagai negeri dengan pembajakan terbesar tidak di kokohkan dengan tayangan iklan ini.

Tulisan ini bukan untuk menjelek-jelekan SBY, karena ini hanya pendapat pribadi dan tidak bermaksud menyudutkan atau black campaing, karena saya bukan orang partai manapun dan tidak ada kepentingan apapun, dan saya tidak bertujuan mencemarkan nama baik siapapun, tapi hanya sedih melihat calon pemimpin yang melakukan plagiat, jadi apakah SBy itu seorang plagiat? silahkan jawab dengan akal dan nurani anda sendiri.

Salam
Depok 3 Juni 2009
http://erwin-informasi.blogspot.com

Senin, 01 Juni 2009

Inilah Daftar Tuntutan Amerika Untuk SBY Bila Jadi Presiden

Seorang mantan Menteri di era Pemerintahan pasca Soeharto, mengaku memperoleh banyak masukan dari beberapa orang yang selama ini menjadi anggota Tim Sukses SBY. Informasi itu menyangkut issue seputar keterlibatan Amerika Serikat dibelakang kenaikan SBY sebagai Presiden RI. Ternyata keterlibatan semacam AIPAC, Pentagon, NSC, China perantauan, dan para Lobbyist Indonesia di Kongres negara adidayaa itu tidak bohong 100 persen. Keterlibatan mereka memang ada, meski ditutup-tutupi oleh kedua belah pihak.

Menurut mantan menteri yang hobbinya mancing itu, beberapa "tuntutan" negara adidaya itu memang masuk akal bagi kepentingan kapitalis globalnya. Dulu ketika dia masih menjabat di pemerintahan, daftar "keinginan" negara adidaya itu juga pernah disodorkan Presiden kepadanya yang menerima "pesan" itu melalui Dubes AS di Jakarta. Tapi kondisi dalam negeri yang saat itu sedang "chaos" akibat angin Reformasi yang berhembus kencang, sehingga beberapa bagian tuntutan itu tak semuanya bisa "dibayarkan" hingga dia keluar dari kabinet karena berubahnya pemerintahan saat itu.

Menurut mantan menteri ini, mungkin saja AS masih menagih atas daftar tuntutannya yang belum kesampaian di negeri ini. "Nah, secara kebetulan pak SBY yang mau menerima "syarat" itu", katanya enteng. Apa saja sebenarnya yang diinginkan pihak Amerika untuk negeri kita saat ini?

Di bidang Ekonomi

Mantan Menteri itu mengatakan tuntutan negeri Paman Sam itu masih berkisar pada izin konsesi untuk tambang minyak dan gas bumi serta mineral lainnya. Misalnya saja izin konsesi untuk tambang tembaga dan emas di pulau Irian yang dikerjakan oleh PT Free Port. Mereka minta konsesi 100 thn untuk explorasi dan produksi, serta tambahan cakupan wilayah konsesi hingga mencapai 10 persen wilayah pulau kaya mineral itu.

Sementara untuk minyak dan gas bumi, mereka minta jaminan yang sama untuk PT Caltex Indonesia di Riau, PT Exxon untuk Aceh serta perluasan konsesi tambang migas untuk perusahaan UNOCAL di Kalimantan dan lepas pantainya. Dan diizinkan pula perusahaan AS ini membuka konsesi baru di wilayah kepala burung pulau Irian yang kaya itu.

Sementara untuk explorasi tambang gas terbesar di dunia, yaitu kepulauan Natuna, buah hasil kunjungan Presiden Clinton ke Jakarta beberapa tahun lalu, mereka juga prinsipnya meminta jaminan hukum dan kepastian yang membuat investasi mereka kelak di wilayah itu aman dari berbagai tuntutan rakyat Indonesia.

Untuk sektor diluar pertambangan, kepentingan ekonomi AS yang diangap penting di negeri ini adalah operasi Lembaga Keuangan dan Perbankan Internasionalnya. Kata pak mantan menteri itu, mereka meminta Bank Indonesia dan Depkeu mengizinkian pembukaan cabang-cabang yang lebih luas untuk operasi perbankan dan lembaga keuangan asing, termasuk pasar uang dan pasar modal, di semua ibukota propinsi dan kota-kota metropolis lainnya di Indonesia. Selama ini memang operasi bank-bank asing semacam Citibank, terbatas di Jakarta dan kota besar di Jawa saja seperti Bandung dan Surabaya.

Sementara itu mereka juga meminta SBY kelak lebih mempererat kerjasama ekonomi dengan teman lama yaitu IMF, WB dan forum APEC. Juga menyangkut kebijakan Pemerintah Indonesia ke depan yang menjamin terjadinya proses Liberasi Ekonomi yang lebih agresif dan sehat. Termasuk melanjutkan privatisasi BUMN seperti zaman pemerintahan Megawati. Dan diizinkannya pihak asing menguasai asset BUMN hingga 100 persen dalam 5-10 tahun ke depan. Pesanan yang terakhir ini, kata pak mantan menteri itu, lebih merupakan "pesanan" para China Hoakiao yang berjasa memberikan pendanaan kepada partai Demokrat. Mereka ini di koordinasi oleh BUMN Singapore yang selama ini rajin memborong asset-asset Pemerintah RI yang dilego Megawati melalui kementrian BUMN.

Bahkan atas titipan Singapore tampaknya, pihak AS minta agar diizinkannya 'menyewa' dan 'mengexplorasi' beberapa pulau kecil yang tidak berpenghuni ke pihak asing dengan perlindungan hukum yang jelas. Juga ada tuntutan untuk diberikannya jaminan kebebasan oleh otoritas moneter Indonesia dalam proses transfer dana hasil keuntungan jaringan bisnis Internasional yang beroperasi disini tanpa ada lagi pembatasan jumlah dana yang keluar Indonesia. Dan untuk menjamin terlaksananya kebijakan ini, tak tanggung-tanggung mereka menitipkan sejumlah nama calon Menteri Ekonomi yang akan paham betul bagaimana kepentingan AS disini antara lain: Sri Mulyani, Marie Pangestu,Iwan Jaya Aziz, Dorojatun K Jakti, Baihaki Hakim, dan ECW Neloe.


Di bidang Militer dan Keamanan Regional

Informasi yang didapat pak Menteri menyebutkan bahwa Pemerintah AS, khususnya Pentagon, menginginkan Pemerintahan SBY kelak mendukung upaya AS dan negara sekutunya untuk melakukan internasionalisi selat Malaka dalam jangka waktu 2-3 tahun ke depan. Sementara untuk dalam negeri, pihak AS tampaknya ingin sekali melihat reformasi juga terjadi secara prinsipiil dalam organisasi TNI. Mereka meminta Pemerintahan SBY mempelopori upaya penghapusan fungsi territorial TNI dalam kurun waktu 5 tahun pemerintahannya. Juga mereka mendesak agar kekuatan TNI-Laut yaitu armada timur dan barat dilebur dan dihapuskan menjadi komando utama saja yang berpusat di Jakarta.

Bagaimana dengan persenjataan TNI yang selama ini diboikot AS? Mereka meminta kepada Pemerintahan SBY kelak agar usaha modernisasi persenjataan TNI tetap mengacu pada sistem persenjataan negara adidaya itu. Mereka meminta pembelian senjata ex-AS dilakukan tidak langsung dan cukup senjata bekas pakai dari negara ketiga yaitu: Korsel, Taiwan dan Israel. Sementara itu mereka juga meminta Pemerintah SBY membentuk badan baru di bidang intelejen kepolisian (semacam FBI) dengan berintikan anggota Detasemen 88 yang sebelumnya telah dididik FBI untuk penanggulangan terrosime global.

Di bidang Politik dan Diplomasi

Mereka meminta agar Pelembagaan KPU dilakukan secara tetap untuk masa jabatan 5 tahun yad, melalui mekanisme hukum yang tegas dan lebih kuat sehingga tak mudah di intervensi dan digoyang DPR. Sementara di bidang otonomi daerah, mereka juga mengusulkan revisi UU Otonomi Daerah yang menjamin tiap Propinsi di Indonesia bisa lebih luwes dalam berhubungan secara langsung dgn pihak luar negeri, terutama dalam arus modal, tanpa menunggu Jakarta. Mereka juga berkeinginan melalu revisi UU Otoda itu, kelak propinsi-propinsi diIndonesia bisa mandiri sehingga suatu saat nanti akan mengarahkan NKRI menjadi negara Federal. Di bidang kepartaian, mereka meminta SBY agar bisa memikirkan sistem Multi Partai yang ada sekarang ini mulai dibatasi sehingga tersisa sekitar 2-3 parpol saja di masa depan seperti di AS.

Dalam diplomasi Internasional, pihak AS minta bantuan Pemerintahan SBY sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia ikut aktif membantu kebijakan AS di Timur Tengah. Indonesia diminta untuk mendekati negeri-negeri Arab garis keras untuk bersikap moderat dan membantu Israel untuk merumuskan formula perdamainnya sendiri di Palestina. Indonesia diharapkan AS berperan aktif pula dalam kampanye melawan terrorisme internasional yang menjadikan Islam sebagai tameng.


Islam Fundamentalis dan Dunia Kampus

Sementara itu untuk mencegah munculnya Islam Fundamentalisme dalam pendidikan di ponpes-ponpes di seluruh Indonesia, mereka mendesak Pemerintahan SBY kelak memiliki kewenangan mengatur ponpes-ponpes itu seperti Departemen Pendidikan mengatur sekolah-sekolah swasta. Pengaturan dan intervensi Pemrintah itu meliputi sistem pembelajarannya dan terutama kurikulum. Dan untuk mengimbangi perkembangan paham fundamentalisme di Indonesia, mereka mendesak agar Pemerintahan SBY kelak mendorong tumbuh-berkembangnya kajian-kajian Keislaman Moderat semacam Lembaga Kajian yang ada di negara-negara maju saat ini. Mungkin yang mereka maksud adalah semacam Jaringan Islam Liberal (JIL) yang sudah mereka danai selama ini.

Bagaimana dengan dinamika kampus-kampus di Indonesia yang selama ini menjadi sumber perubahan di Republik ini? Ternyata Pemerintah AS berencana akan meyekolahkan ratusan pemuda Indonesia kembali setiap tahunnya seperti di masa lalu, dengan program bea siswa yang didanai oleh Deplu AS dan Lembaga Donasi lainnya di AS. Maksud program itu intinya agar mereka memiliki persepsi yang pas tentang Amerika Modern dewasa ini. Pihak AS juga sudah akan membuka pusat-pusat layanan Informasi di berbagai kampus di seluruh Indonesia (sebuah sudah di bangun AS di Univ. Muhammadiyah Malang tahun ini), menyangkut informasi seputar kehidupan bangsa Amerika. Hal sama akan mereka lakukan melalui badan penyiaran Internasional AS yaitu "Voice of America (VoA)" yang akan merintis lebih banyak lagi unit-unit siaran mereka di Indonesia dalam bentuk kerjasama dalam materi pemberitaan dan siaran untuk radio maupun televisi di sluruh Indonesia.

Sumber Forum.swaramuslim.net, http://wildanhasan.blogspot.com/2009/05/inilah-daftar-tuntutan-amerika-untuk.html

Categories

Blog Archive

Sembako Hari ini

Sembako hari ini
Beras 5.500
Telur ayam ras 13.500
Minyak goreng sawit 12.000
Gula pasir 6.600
Tepung terigu 7.700
Cabe merah keriting 20.000
Cabe merah biasa 18.500
Bawang merah 16.500
SKM cap bendera 7.800
Daging sapi 55.500
Kacang tanah 12.500

 

Sumber: Poskota

Blog sahabat





Pages

About Me

Foto saya
Penulis tuk diri sendiri, Internal Audit untuk Sebuah Perusahaan, Pencinta Puisi, Cerpen, Seorang Hamba yang berusaha, Menjadi Ayah yang baik untuk Quineisha & Qhaira, menjadi Insan Taqwa

Pengikut

Sample Text

IP

Unordered List

Popular Posts

Recent Posts



Website Hit Counter
Free Hit Counters

Text Widget