Google
 

Kamis, 13 November 2014

Contoh Perjanjian Jual Beli Rumah

Berikut yang membutuhkan contoh perjanjian jual beli rumah

PERJANJIAN JUAL BELI
Pada hari  …. tanggal ……  bertempat di: …. Kelurahan …… / Kecamatan …. , diadakan kesepakatan jual beli dengan hal sebagai berikut:

Yang bertanda tangan di bawah ini : -----------------------------------

1.      Nama ; (XXXXX) Pekerjaan (Karyawan Swasta); Bertempat tinggal di (XXX) dalam hal ini bertindak untuk diri sendiri dengan no KTP (XXX) selanjutnya disebut PENJUAL;

  1. Nama:  (Xxxx) ; pekerjaan: (XXX ) dalam hal ini bertindak untuk diri sendiri, dengan no KTP (XXXX5) selanjutnya disebut PEMBELI

Dengan Sadar dan itikad baik serta rasa tanggung jawab PENJUAL dengan ini berjanji untuk menyatakan dan mengikatkan diri untuk menjual kepada PEMBELI dan PEMBELI juga berjanji dengan menyatakan serta mengikatkan diri untuk membeli dari PENJUAL berupa : ---------------------------------------------------------------

Sebidang tanah Hak Milik yang Yang terletak di (XXX), seluas [(XXX M2 ) (Sembilan Puluh Satu Meter Persegi)] meter persegi berikut bangunan yang terletak di atas tanah tersebut, beserta dokumen kepemilikan dan pendirian tanah dan bangunan tersebut selanjutnya disebut RUMAH

Kedua belah pihak bersepakat untuk mengadakan ikatan perjanjian jual – beli dimana syarat dan ketentuannya diatur dalam 9 (Sembilan) pasal, seperti berikut di bawah ini:

Pasal 1
JAMINAN PENJUAL

1.      PENJUAL memberikan jaminan penuh bahwa RUMAH yang dijualnya adalah milik sah pribadinya sendiri, tidak ada orang atau pihak lain yang turut memilikinya, hak kepemilikannya tidak sedang dipindahkan atau sedang dijaminkan kepada orang atau pihak lain dengan cara bagaimanapun juga, dan tidak sedang dalam masalah atau sengketa, baik dengan keluarga PENJUAL maupun dengan pihak-pihak lainnya.

2.      PENJUAL Menjamin tidak ada tunggakan Pajak, Iuran dan Biaya apapun tidak terbatas pada Pajak Bumi dan Bangunan, Biaya Rekening Bulanan Listrik, Biaya Rekening Bulanan PDAM, Dan Biaya Rekening Bulanan Telepon Kabel serta biaya Pengelolaan Lingkungan yang akan menjadi beban PEMBELI sampai saat di tandangani perikatan jual beli atau Akte Jual Beli (AJB) pada Notaris dengan di keluarkanya surat keterangan dari Notaris.

3.      Jika terjadi hal  berikut di bawah ini :
a.     Terjadi perkara setelah penandatangan Jual Beli yang disebabkan oleh kelalaian PENJUAL dan atau sengketa yang terjadi pada kepemilikan RUMAH yang melibatkan pihak PENJUAL pada masa lalu (sebelum transaksi jual-beli ini di tandatangani), Maka PENJUAL Menyatakan diri sanggup untuk bertanggung jawab menyelesaikan Sengketa dan Perkara tersebut tanpa melibatkan pihak PEMBELI dan atau memberikan ganti rugi yang sesuai kepada PEMBELI.

b.    Adanya Tunggakan Pajak, Iuran ataupun Biaya lain yang bersangkutan dengan RUMAH tersebut sampai dengan di tandangani perikatan jual beli atau Akte Jual Beli (AJB) pada Notaris dengan di keluarkanya surat keterangan dari Notaris, hal tersebut masih menjadi tanggung jawab PENJUAL tanpa membebankan PEMBELI

Pasal 2
HARGA

1.   Jual beli tanah berikut bangunan yang terletak di atasnya tersebut di atas disepakati  dengan harga Rp 202.500.000 (Dua ratus  dua juta lima ratus ribu rupiah).

2.   Segala macam ongkos atau biaya yang berhubungan dengan balik nama atas tanah dan bangunan rumah dari PENJUAL kepada PEMBELI dibebankan sepenuhnya kepada PENJUAL Dengan tidak terbatas biaya Pajak Penghasilan (PPH) Jual beli, Bea Perolehan Hak Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan biaya pengurusan Akte Jual Beli (AJB) dan Balik nama serta biaya Notaris lainya.    
Pasal 3
PEMBAYARAN

1.      PEMBELI Telah membayarkan kepada PENJUAL Uang Muka pembelian RUMAH seharga Rp 10.000.000 (Tujuh Juta Rupiah) pada tanggal 9 November 2014.

2.      Pelunasan pembelian RUMAH telah disepakati, PEMBELI akan membayarkan kepada PENJUAL saat telah di tandangani perikatan jual beli atau Akte Jual Beli (AJB) pada Notaris dengan di keluarkanya surat keterangan dari Notaris.

3.      PENJUAL Menjamin tidak ada tunggakan Pajak, Iuran dan Biaya apapun tidak terbatas pada Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Biaya Rekening Bulanan Listrik, Biaya Rekening Bulanan PDAM, Dan Biaya Rekening Bulanan Telepon Kabel serta biaya Pengelolaan Lingkungan dan akan menjadi beban PENJUAL sampai saat PENYERAHAN di lakukan.

4.      PENJUAL akan memberikan tanda bukti penerimaan tersendiri kepada PEMBELI setelah PEMBELI melaksanakan kewajiban pembayarannya. Dan pembayaran dianggap lunas bila pembayaran sudah mencapai nilai jual yang telah disepakati oleh kedua belah pihak


Pasal 4
PENYERAHAN

1.   PENJUAL akan menyerahkan tanah berikut bangunan yang berdiri di atasnya beserta surat-surat kepemilikanya selambat-lambatnya 1 Bulan setelah perikatan jual beli atau Akte Jual Beli (AJB) pada Notaris dengan di keluarkanya surat keterangan dari notaris.

2.   Jika PENJUAL tidak bisa menyerahkan hal tersebut diatas maka PENJUAL memberikan kompensasi kepada PEMBELI berdasarkan Musyawarah kedua belah pihak.





Pasal 5
KEPEMILIKAN

1.      Setelah di tandangani perikatan jual beli atau Akte Jual Beli (AJB) pada Notaris dengan di keluarkanya surat keterangan dari Notaris, maka status kepemilikan tersebut di atas beserta segala keuntungan maupun kerugiannya beralih dari PENJUAL kepada PEMBELI dengan demikian hak kepemilikan tanah berikut bangunan yang berdiri di atasnya tersebut sepenuhnya menjadi hak milik PEMBELI.

2.      PENJUAL dengan ini memberi kekuasaan penuh dan wajib membantu PEMBELI dalam proses pembaliknamaan atas kepemilikan sarana-sarana tersebut dalam hal pengurusan yang menyangkut instansi-instansi terkait, memberikan keterangan-keterangan serta menandatangani surat-surat yang bersangkutan serta melakukan segala hak yang ada hubungannya dengan pembaliknamaan serta perpindahan hak dari PENJUAL kepada PEMBELI.

Pasal 6
MASA BERLAKUNYA PERJANJIAN

1.      Perjanjian ini berlaku semenjak di tandangani perjanjian ini

2.      Perjanjian ini tidak akan berakhir karena salah satu pihak meninggal dunia, melainkan akan tetap bersifat turun-temurun dan harus dipatuhi oleh para ahli waris atau penerima hak masing-masing pihak.

3.      Segala hak yang telah dipindahkan dalam perjanjian ini tidak dapat ditarik kembali dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini.

Pasal 7
HAL-HAL LAIN

Hal-hal yang belum tercantum dalam perjanjian ini akan dibicarakan serta diselesaikan secara kekeluargaan melalui jalan musyawarah untuk mufakat oleh kedua belah pihak.

Pasal 8
PENYELESAIAN PERSELISIHAN

Apabila terjadi perselisihan dan tidak bisa diselesaikan secara kekeluargaan atau musyawarah untuk mufakat, kedua belah pihak bersepakat untuk menyelesaikannya secara hukum dan kedua belah pihak telah sepakat untuk memilih tempat kedudukan yang umum dan tetap di Kantor Kepaniteraan Pengadilan Negeri di Depok, di Jawa Barat. Tanpa mengurangi hak PENJUAL dan atau PEMBELI mengajukan tuntutan hukum di muka pengadilan lain dalam wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.
.



Pasal 9
PENUTUP

1.      Demikian setelah ketentuan-ketentuan ini dibaca dan di pelajari oleh PEMBELI dan PENJUAL dan isinya telah di mengerti oleh PEMBELI dan PENJUAL, Kedua pihak akan menjalankan dengan penuh kesadaran, kejujuran, itikad baik dan rasa tanggung jawab, tanpa adanya unsur paksaan dan tekanan dari pihak mnapun dalam menandatangani perjanjian ini pada tanggal tersebut diatas.

2.      Surat perjanjian ini terdiri dari 4 halaman, dibuat di atas kertas bermaterai secukupnya yang ditandatangani dan dibuat rangkap 2 (dua) yang berkekuatan hukum yang sama serta masing-masing dipegang oleh PENJUAL dan PEMBELI

PENJUAL                                                                   PEMBELI






[ ------------------------- ]                                                [ ------------------------ ]


                                                      MENYETUJUI





[PASANGAN  PENJUAL]                                         [PASANGAN PEMBELI]
                                                         SAKSI-SAKSI:






[                                       ]                                           [                                     ]







[                                       ]                                           [                                     ]

Baca Lebih Lanjut..

Ngurus Roya Sendiri Di Depok, Murah dan Cepat


Pada Bulan Oktober ketika ingin balik nama rumah yang sebelumnya dari nama Tante ke nama sendiri dimana sebelumnya melakukan pinjaman ke Bank dan di lakukan pengikatan pada SHM dengan Sertifikat Hak Tanggungan, dimana jika telah selesai maka Kita harus menghapus hak tanggungan yang disebut juga ROYA.

Pada sertifikat tersebut karena ketidak tahuan saya, maka saya menggunakan jasa NOTARIS, dimana untuk melakukan ROYA dikenakan Biaya RP 750.000 dengan waktu 1-2 Minggu, dan saya sempat konfirmasi ke notaris di daerah tanah baru biaya yang di kenakan Rp 1.250.000.  Saya memiliki satu sertifikat lain untuk lokasi yang lain yang telah nama sendiri tetapi memerlukan untuk di roya, saya mencoba untuk melakukan proses ROYA ternyata hanya membutuhkan Biaya Rp 60.000, begini Proses Roya di BPN


Saya dating ke kantor BPN Depok di  Jl. Boulevard Kota Kembang, Sektor Anggrek, Jawa Barat 16413 (di kawasan Grand Depok City), kemudian saya menuju ke Koperasi untuk membeli MAP Roya Seharga Rp 10.000 (berwarna Orange)

Dokumen yang diperlukan dalam meroya adalah
1.      Foto Copy KTP Pemilik
2.      Surat Hak Tanggungan (SHT)/ Akte Pembebanan Hak Tanggungan (APHT)
3.      Surat Roya (Diterbitkan oleh bank yang member KPR)
4.      Sertifikat Asli

Kita isi Mengisi Formulir Sampul Royauntuk diisi (cara pengisian sama seperti pengisian Sampul  Roya,
Serahkan dokumen Roya yang sudah kita siapkan ke Loket Pelayanan Pendaftaran Roya setelah sebelumnya mengambil Tiket Antrean Pengurusan di depan Pintu Masuk (kita menekan/pilih tombol sesuai urusan yang akan dilakukan). Kalau engga salah huruf E deh.

Setelah menunggu beberapa saat petugas akan memanggil lagi untuk menerima Surat Perintah Setor dan meminta kita menyelesaikan pembayarannya di kasir (di Depok berada dalam satu ruangan). Bayar  Rp 50.000 ribu saja

 Bila sudah lunas, Kasir akan memberikan Bukti Setor atau Kwitansi 2 lembar (bentuknya seperti Purchase Order). 1 Lembar Warna Merah dan 1 Lembar Warna Putih.

Selanjutnya Pemohon menyerahkan Surat Perintah Setor dan Bukti Setor/Kwitansi warna Putih dan Merah kepada petugas di loket Roya.

 Petugas Loket Roya akan memanggil lagi dan memberikan ;
– Surat Perintah Setor warna putih
– Bukti Setor/Kwitansi warna putih
– Tanda Terima Penyerahan Dokumen warna putih

Petugas Loket Roya memberikan informasi bahwa dalam waktu 1 minggu sertifikat dapat diambil di Loket Pengambilan dengan membawa Tanda Terima Dokumen yang Asli.

Itulah tata urut pengurusan Roya atas Hak Tanggungan, saya jadi lebih paham bagaimana mengurus Roya yang sesungguhnya termasuk Biaya yang dibutuhkan untuk pengurusannya. Tadinya saya pikir akan memakan biaya lebih dari Rp 100 ribu ternyata cukup dengan biaya Rp. 60.000 saja. Bandingkan jika diurus Notaris Rp 750.000 dalam waktu 2 minggu.

Oh iya waktu pengurusan engga sampai 2 jam,  hanya hati-hati dengan orang sekitar, ketika saya sempat bertanya kepada pihak koperasi  tentang cara mengurus Roya saya sempat di bohongi oleh oknum 
tertentu  di bilang harus cek sertifikat, Floating, Zonanisasi… intinya semuanya adalah tidak benar dan tidak ribet… oleh karena itu lebih baik coba jalan sendiri aja deh…Cepat dan Murah dibanding ngurus lewat notaris atau CALO

Baca Lebih Lanjut..