Senin, 17 September 2007

Mamat, pesuruh di kantor kami dikenal suka omong gede, ngakunya kenal sama
semua orang beken di negeri ini. Tingkahnya itu kadang-kadang ngeselin.
Suatu waktu, boss-nya penasaran dan ingin membuktikan bualannya.

"Oke boss" kata si Mamat, "sebutin aja deh nama orangnya yang ane kagak
kenal".

"Coba buktiin you kenal nggak sama si Meriem Bellina".

"Beres boss. 'Yuk kita ke pengadilan. Maklum si Meriem 'kan lagi
ngegugat-cerai lakinya."

Di pengadilan, menunggu sebentar, nggak lama kemudian muncul Meriem
diiringi pengacaranya. Begitu lewat di depan si Mamat, langsung si Meriem
negor:"Eh, Mat ke mana aja udah lama nggak keliatan?", diiringi cium pipi
kiri dan kanan ala selebritis. "'Ntar kalo urusan udah selesai main ya
kerumah".

Sejenak si boss terpana, tapi tak lama kemudian dia ngomong: "Ah, saya
masih belum yakin. 'ngkali kebetulan aja. Ayo sekarang tunjukin kalo you
kenal sama si Liem Sioe Liong".

"Beres boss".

Esoknya mereka menunggu di lobby gedung BCA yg diagunin ke BPPN itu. Tak
lama kemudian muncullah si taipan diiringi bodyguard-nya. Melihat si Mamat,
eh si taipan nyamperin: "Haiyya, Mat. Tumben elu baru nongol. Owe udah lama
nyariin elu. Ke mana ajah? Yuk keatas dulu, kita ngopi sebentar".

"Wah, 'koh, ane lagi banyak urusan nih. Kamsia deh. Kapan-kapan ane pasti
mampir lagi".

Si taipan nyautin: "Iya dah. Jangan lupa ya", sambil tangannya menyisipkan
sesuatu ke kantong si Mamat.

Beberapa saat si boss melongo menyaksikan semua adegan pembicaraan. Tapi
si boss masih penasaran, katanya: "Oke deh, saya udah hampir percaya semua
yang saya saksikan. Tapi ini test yang terakhir. Coba buktiin kalo you kenal
sama Gus Dur".

"Yakh boss, terang ane kenal, 'kansaben hari nongol di TV".

"Bukan itu maksudku, tapi kenalnya kenal beneran", sergah si boss.

"Beres deh boss, 'kan hari Minggu ada Gus Dur di Senayan. 'Ntar kita ke
sana."

Hari Minggu sungguh luar biasa, ribuan massa sudah luber di Senayan.

"Wah, boss kalo gini caranya susah juga ya. Gimana caranya dia tau ane ada
di sini. Tapi... gini aja deh, boss. Boss tunggu aja di sini. Boss liat aja
nanti ane keluar di podium barengan ame Gus Dur. Ane kenal kok sama
Banser-Banser yang tugas di podium."

Ditunggu-tunggu, setengah jam kemudian tepuk tangan bergemuruh nyambut Gus
Dur keluar dari podium, dan... keluar dengan digandeng si Mamat
disebelahnya. Di sebelah satunya jelas si Yenny, putrinya. Tak lama kemudian
si Mamat balik mau nemuin boss-nya. Kaget dia nemuin bossnya pingsan
dikelilingi Petugas P3K, jangan-jangan serangan jantung. Setelah ditunggu
beberapa lama kemudian, pelan-pelan dia ngomong ke si bossnya: "Boss, boss
kenapa ente".

Nggak lama si boss buka matanya, setengah berbisik "Nggak apa-apa. Aku
nggak apa-apa".

"Abis kenapa bisa kejadian begini?", tanya si Mamat.

"Tadi waktu you keluar bareng Gus Dur di podium, orang di sebelah saya
ngomong: "EH, SIAPA TUH YANG DIGANDENG SI MAMAT???

0 komentar:

Categories

Blog Archive

Sembako Hari ini

Sembako hari ini
Beras 5.500
Telur ayam ras 13.500
Minyak goreng sawit 12.000
Gula pasir 6.600
Tepung terigu 7.700
Cabe merah keriting 20.000
Cabe merah biasa 18.500
Bawang merah 16.500
SKM cap bendera 7.800
Daging sapi 55.500
Kacang tanah 12.500

 

Sumber: Poskota

Blog sahabat





Pages

About Me

Foto saya
Penulis tuk diri sendiri, Internal Audit untuk Sebuah Perusahaan, Pencinta Puisi, Cerpen, Seorang Hamba yang berusaha, Menjadi Ayah yang baik untuk Quineisha & Qhaira, menjadi Insan Taqwa

Pengikut

Sample Text

IP

Unordered List

Popular Posts

Recent Posts



Website Hit Counter
Free Hit Counters

Text Widget