Senin, 21 April 2008

Oke, keputusan pemerintah yang ngeblok site-site besar ini emang mulai nyusahin, apalagi rapidshare sama youtube juga diblok. Jangan salah, banyak orang yang make website-website ini sebagai tempat usaha mereka, contoh aja multiply, sama myspace. Banyak orang berusaha dan membuat katalog dusahanya di blogspot, banyak juga band-band yang memakai myspace sebagai media advertisingnya.
*) Buat temen-temen Milis yang ada di tanah air, hari ini mungkin tidak bisa akses ke blog erwin arianto yang beralamatkan di hosting di Http://blogger.com atau blogspot.com secara langsung menyusul nasib YouTube dan beberapa site/ blog yang lain.

Tapi jangan kuatir untuk tetap mengikuti tetap membuka blog atau melihat di Youtube… disarankan untuk menggunakan proxy, salah satucontoh gunakan saja: http://www.hidemyass.com/ atau http://www.anonasurf.com/ trus masukkan alamat blog atau website di kolomnya misalnya alamat http://erwin-arianto.blogspot.com
selamat mencoba.
* ) Dan yang ingin chat pada Yahoo Masangger (YM) atau Google Talk (Gtalk) dapat menggunakan situs Alternatif
atau
dan masukan Yahoo Id/Gmail anda pada situs tersebut
*) Tetap Akses RapidShare

Untuk Akses dengan rapidshare. Coba buka HideMyAss, kita bisa make ini buat nge-bypass proxy dan ngebuka situs-situs tersebut. Untuk download dari RapidShare (RS) pake HideMyAss cuma nganterin kita sampai halaman pilih download gratis atau pake premium account, selebihnya ga bisa. Tadi akhirnya gw nyoba-nyoba nyari website penyedia proxy bypasser yang kebetulan "lepas" dari blokir pemerintah, dan gw menemukan YouHide. Dari YouHide, udah terbukti sama gw kalo bisa download dari RS.

Caranya? gampang, masuk ke YouHide, masukin alamat RSnya, pilih FREE (kalo gw ga punya premium account). Nanti akan masuk halaman tunggu, terus masukin CAPTCHA (gambar huruf-huruf yang disamarkan) ke formnya, klik download. Kemudian, yang terjadi di gw adalah: (backsound: jeng jeng jeng!) Keluar halaman dengan pesan error dari RS kalau ternyata filenya ga bisa didownload, tapi ga ada gambarnya, hanya ada tulisan plain. Jangan panik! liat di address bar browser lo! alamatnya udah ganti jadi http://xxx.rapidshare.com /blablabla… (xxx dan blablabla… itu bisa apa aja) yang artinya: RS bisa langsung lo akses (bukan dengan proxy bypasser YouHide yang depannya pasti http://www.youhide.com/blablabla…). Emang jadinya ini cuma plain text aja, ga ada gambarnya, tapi ga apa-apa kan yang penting adalah file yang mau didownload, bukan gambar-gambar bau dari RS. Terus Klik aja link di antara tulisan warna merah yang tulisannya "Please click here." Setelah itu, Lo akan masuk lagi ke halaman pilih download gratis atau pake premium account. Terus pilih lagi FREE (lagi-lagi ga punya account premium). Terus tunggu sebentar, terus masukin CAPTCHA, terus download aja seperti biasa. Perhatikan alamat RS adalah alamat RS sebenarnya, tanpa bantuan YouHide lagi.

- Atau cara alternatif rapid share dengan

salah satunya menggunakan anonymous proxy..

banyak berteberan anonymous proxy di internet, anda dapat menggunakan referensi baik yang anonymous proxy atau transaparant proxy serta high anonymity untuk daftar list proxynya dapat di lihat disini

switching proxy paling enak menggunakan gproxy dan dapat anda download disini

untuk menginstall gproxy

1. Buka web browser anda ( firefox).

2. Drag and drop file downlod gproxy ke firefox yang tadi dibuka.

3. trus install ..

Semoga bermanfaat…. :D

note: mengingat bahwa teknik baypass ini menggunakan proxy orang lain yang kita ga tahu kredibilitasnya maka sebaiknya jangan menggunakan teknik ini untuk yang sifatnya transaksi keamanan yang dibutuhkan account pribadi anda. karena bisa saja mereka menggunakan account anda untuk kepentingan yang lain. Teknik baypass ini saya hanya sarankan untuk akses youtube dan rapidshare. semoga anda bijak menggunakannya. semoga membantu. ~o

Selalalu ada jalan untuk kebaikan & Kreativitas, tapi jangan akses untuk yang negatif ya
http://erwin-belajarblog.blogspot.com/2008/04/bloggerblogspot-ym-gtalk-rapidshare-di.html

Kamis, 17 April 2008

Berdasarkan sebuah survey, beberapa penyakit yang sering dan biasanya
7 penyakit Wanita dialami oleh wanita….

1. Nangisuitis
Akibat terlalu sensitif. Gejalanya bibir cemberut, mata kedip-kedip. Efek
sampingnya mata bengkak, saputangan banjir, hidung meler,bawaannya ngurung
diri atau terkena penyakit Curhatitis A. Penyakit ini bisa diobati dengan
obat Tegaridol, OBH (Obat Berhati Hamba).

2. Curhatitis
Bawaannya pengen nyerocos, Efek samping rahasia orang bisa bocor,terkena
Nangisuitis, Penyakit ini bisa diarahkan positif jika ia bercuhatitisnya ke
orang yang tepat, apalagi sama Tuhan.

3. Shooping Syndrome
Gejalanya pengen jalan mulu, mata melotot, Efek sampingnya lidah ngiler,
mulut nganga, dompet jadi tipis. Jika sudah masuk stadium 4 (parah
banget)dompet cowoknya ikut tipis. Coba minum hematcold atau tablet
PD(Pengendalian Diri).

4. Cerewetisme
Lebih parah dari Curha titis B, tidak mengandung titik koma. Efek samping
muncrat, telinga tetangga budek, dada cowoknya bisa jadi lebih halus karena
sering mengelus. Lebih cepat makan pil dengar dan minum tablet bicara lebih
diperlambat.

5. Lamanian Dandanitositis
Pengennya diem depan cermin. Tangan kiri gatel-gatel pengen pegang sisir,
tangan kanan kram-kram pengen teplok-teplok pipi pake bedak. Efek samping:
menor, telat, cowoknya berkarat, gak kebagian makanan. Minum segera Sari
Bawak (Bagi Waktu) dan Taperi (tambah percaya diri). Buat cowok minum
Toleransikipil 230 sendok sehari sesudah dan sebelum mandi.

6. Cemburunotomy
Gejala muka lonjong, tangan mengepal, alis menukik. Coba cegah dengan obat
sirup prasangka baik tiga sendok sehari, Pil pengertian dan tablet selidiki
dahulu.

7. Ngambekilation
Gejala hampir sama dengan Cemburubotomy. Minum Sabaron dan Bersyukurinis




Rabu, 16 April 2008

7 Hal yang Tidak Bisa Kita Ubah Dalam Hidup

Dalam kehidupan ini kita selalu ingin menjadi yang terbaik sehingga kita lupa batasan apa saja yang dapat kita tembus atau dengan kata lain sesuatu yang bagai mana sih yang dapat kita ubah dan apa saja yang tidak dapat kita rubah

1. Jenis kelamin
Memang ada operasi untuk mengubah kelamin. Tapi tidak bisa mengubah roh (spirit) orang yang bersangkutan. Terimalah dirimu, apakan engkau wanita ataupun pria.

2. Orang tua
Tidak ada yang bisa memilih dilahirkan oleh orang tua yang mana. So, you must respect your parents!! Apakah orang tuamu seorang (maaf...) pemabuk, penjudi, pelacur sekalipun, you must respect them!! Kalau tidak, itu akan terjadi dalam kehidupanmu nanti. Bagaimana jika nanti anak anda tidak menghargai anda?

3. Hari kelahiran
Sudah ditetapkan oleh Tuhan, sebelum dunia dijadikan. Amazing ha? But it's true. Jangan menyesali, mengapa engkau harus lahir ke dunia tapi disia-siakan oleh orang yang kau kasihi. Tuhan punya tujuan untukmu.

4. Bentuk Fisik
Kalau engkau keriting, yah keriting aja. Kalau hidungmu pesek, terima itu. Saya banyak melihat orang yang mengubah bentuk wajahnya, apakah itu memancungkan hidung, alis matanya dicukur habis, dll, jadi kelihatan aneh dan tidak natural.

5. Masa lalu
Ini juga sudah ditetapkan oleh Tuhan. Jangan melihat ke belakang, karena itu hanya membuat engkau "frozen" - tidak kah bisa kita lihat hari depan akan lebih indah dari hari ini

6. Kedudukan dalam keluarga
Apakah engkau anak bungsu, sulung, atau tengah, you can not change it. Nikmati sajalah.

7. Suku bangsa / ras
Menyesal jadi orang Indonesia yang terus menerus dilanda kesulitan? Atau menyesal jadi orang Batak yang kalau menikah perlu upacara adat yang walahhhh mahal dan lama? Atau jadi orang Cina yang suka ditindas dan diintimidasi? hmmm.....

Nah, sekarang ubah cara berpikirmu. Tuhan sudah menetapkan engkau di bangsa ini untuk satu tujuan. So, do the best in your job, loyal, jangan korupsi, itu sudah menolong untuk memperbaiki bangsa kita ini.

Itulah 7 hal yang tidak bisa kita ubah. Kalaupun ada yang kita bisa ubah, misalnya: bentuk fisik, itu akan membawa kita ke dalam situasi yang tidak pernah puas. Selalu ingin ubah penampilan terus. Capek kan? Terimalah dirimu apa adanya, seperti Tuhan menerimamu.

Memang dunia melihat rupa, tapi Tuhan melihat hati. Apa yang kau lakukan setiap hari itu lebih penting dari penampilanmu. Bukan berarti kau bisa berpenampilan seenaknya, tidak!! Tapi engkau harus menerima apa yang sudah Tuhan berikan padamu. Kulitmu yang hitam(manis), hidungmu yang kurang mancung, rambut yang lurus, urang
tinggi, dll, dsb deh.

*"Ganjaran kerendahan hati dan takut akan Tuhan adalah kekayaan,kehormatan dan kehidupan"**


Ya Tuhan ambillah kesombonganku dariku.
Tuhan berkata, "Tidak. Bukan Aku yang mengambil, tapi kau yang harus menyerahkannya."

Ya Tuhan sempurnakanlah kekurangan anakku yang cacat.
Tuhan berkata, "Tidak. Jiwanya telah sempurna, tubuhnya hanyalah sementara."

Ya Tuhan beri aku kesabaran.
Tuhan berkata, "Tidak. Kesabaran didapat dari ketabahan dalammenghadapi cobaan; tidak diberikan,
kau harus meraihnya sendiri."

Ya Tuhan beri aku kebahagiaan.
Tuhan berkata, "Tidak. Kuberi keberkahan, kebahagiaan tergantungkepadamu sendiri."

Ya Tuhan jauhkan aku dari kesusahan.
Tuhan berkata, "Tidak. Penderitaan menjauhkanmu dari jerat duniawi dan mendekatkanmu pada Ku."

Ya Tuhan beri aku segala hal yang menjadikan hidup ini nikmat.
Tuhan berkata, "Tidak. Aku beri kau kehidupan supaya kau menikmatisegala hal."

Ya Tuhan bantu aku MENCINTAI orang lain, sebesar cintaMu padaku.Tuhan berkata... "Ahhhh, akhirnya kau mengerti !"

Guru, sangat berjasa pada kehidupan kita. Kita diajarkan mengenal huruf, mengeja angka, menyusun kata, merangkai kalimat, membangun pikiran, dan seterusnya. Sangat banyak hal-hal baik kita perdapat dari guru. Guru-guru kita tercinta yang mengapdi dengan tulus ikhlas.

Guru adalah sosok yang layak di beri perhatian lebih, sesosok yang harus di hargai, sabagai pahlawan bangsa, Tanpa tanda jasa. jadi inget lagu hymne guru "Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan, Engkau patriot pahlawan bangsa, Tanpa tanda jasa". Yup ditengah hiruk-ikuk Para birokrasi menaikan gaji, bertaolak belakang dengan nasib guru sampai saat ini masih memperihatinkan, itulah fakta yang saya lihat beberapa waktu yang lalu.


Ketika libur kerja, saya sempat berlibur ke tempat seorang sahabat di daerah malingping banten, disitu perkampungan yang cukup nyaman dan jauh dari hirukpikuk kehidupan kota, serta menjernihkan pikiran dari berbagai macam kesibukan sehari-hari, di desa ini saya melihat secara nyata bagaimana susahnya hidup di daerah.

Satu hal yang menjadi perhatian saya adalah, seorang guru sekolah dasar, sebutlah namanya Bapak AseP Saepullah, dia seorang pengajar di sekolah dasar di desa tersebut, kenapa saya begitu memperhatikannya, ketika saya sadang duduk bercerita dengan beberapa sahabat, mata ini secara tidak sengaja melihat pak asep, ini setelah pulang mengajar dari sekolah, Pak Assep segera mengganti baju, dan membawa gerobak untuk melakukan pekerja sampingan sebagai penjual Abu gosok.

hati ini sangat terpukul, dan miris melihat kejadian ini, melihat hal ini saya teringat dengan Almarhum kakek saya seorang guru SD juga, Kakek saya pernah bercerita tentang guru, karena kakek , kata kakek profesi guru dahulu sangat di hormati

Kata kakek saya, yang sudah Almarhum, Saat jaman penjajahan Belanda, status profesi guru memang sangat tinggi. Guru dipandang sebagai pemimpin masyarakat yang disegani dan mempunyai status ekonomi yang relatif tinggi. pada tahun 1920-an misalnya,guru mempunyai gaji sebesar 40 gulden. Suatu jumlah yang amat besar waktu itu, mengingat ungkapan pada masa kolonial mengatakan bahwa seorang inlander cukup hidup dengan segobang (2,5) sen sehari.

Pada masa penjajahan Jepang, status profesi guru juga masih terhormat. Para guru diberi julukan Sensei yang dalam kebudayaan Jepang mempunyai kedudukan sosial yang amat dihormati. Dalam masa awal perjuangan kemerdekaan, para guru juga dihargai karena mereka bukan saja mengambil peran amat penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, tetapi juga ada yang ikut aktif menjadi tentara rakyat dan berperang mengusir penjajah.

Pascakemerdekaan sampai tahun 1950-an, citra dan status profesi guru dalam masyarakat juga masih tinggi. Para guru masih dilihat dan diperlakukan bukan hanya sebagai pendidik yang pantas digugu dan ditiru di sekolah, tetapi juga sebagai pemimpin masyarakat yang terhormat. Tingginya citra guru pada zaman penjajahan dan awal kemerdekaan di Indonesia berkait erat dengan citra masyarakat memandang profesi guru.

Pada masa itu, guru dicitrakan amat bagus karena berkait erat dengan status sosial (ekonomis, politis dan budaya) pemegang profesi yang bersangkutan dan kredibilitas professional para guru. Status ekonomi para guru pada waktu itu memang tinggi. Mereka mendapat imbalan jasa yang memadai untuk hidup sejahtera bersama keluarga.

Tapi kenyataan yang saya temui, ketika saya sempat berbincang kepada Pak Asep, bahwa gajinya saat ini hanyalah Sebesar Rp 300.000, dan dia hanya sebagai pegawai honorer setelah pengabdianya selama 17 tahun. sungguh ironi, dengan uang sebesar itu saat ini tidak lah cukup, uang sebesar itu kadang buat saya pribadi hanya untuk membeli pulsa HP. menyedihkan melihat kenyataan hidup di indonesia, dimana pejabat bergaji berpuluh-puluh Juta, sedang gaji guru hanya berapa ratus ribu rupiah.

penghasilan yang diperoleh pak guru Asep belum mampu memenuhi kebutuhan hidup harian keluarga secara mencukupi. Bahkan, untuk memenuhi kebutuhan dapur harus juga melakukan kerja sampingan lainnya, selain menjadi penjual abu gosok, terkadang pak asep ikut menjadi penggali makam/kuburan. sedih hati melihat hal itu.

Bersama dengan empat sahabat saya, saya mencoba memberi bantuan nyata keapada Bapak guru tersebut dengan memberikan Dua ekor Kambing dan empat ekor ayam, serta kandang ayam hasil karya kami berempat. saya berinisiatif memberikan kepada pak Assep, untuk meningkatkan kesejahteraannya. karena kami sangat terharu dengan beberapa cerita dari pak Asep. dan ketika memberikan kepada pak Asep, pak Asep begitu terharu, dan menangis, sambil mememeluk kami berempat. dan hal itu membuat saya menangis haru.

Pak guru Asep dalam perbincangan dengan saya menuturkan "saya sebagai guru Memantabkan tekad sebagai pengabdi negara untuk kepentingan anak didiknya ini tanggung jawab kepada bangsa dan Tuhan, kalau saya memikirkan hak terus, kasihan anak-anak disini tidak ada yang mau jadi guru nantinya bangsa ini akan bodoh" suatu perkataan yang ihlas dan tulus dari seorang guru bangsa. Bagi saya Bapak Guru Asep adalah Seorang guru besar dalam hidup saya, melebihi Guru besar dalam Universitas yang pernah mengajar saya di Kampus.

Karena guru besar di kampus tidak menunjukan ke besaran jiwa seperti pak asep, dimana pak asep selalu mengabdi dengan ikhlas, dan tulus untuk kemajuan bangsa ini. mengapa para pejabat terlalu asik dengan Urusan lainnya, dimana nurani para pejabat Department pendidikan tentang keberadaan guru seperti pak asep ini?

Kata Guru diambil dari bahasa Sansekerta guru yang juga berarti guru, tetapi artinya harafiahnya adalah "berat" adalah seorang pengajar suatu ilmu. Mungkin sejarah indonesia banyak mencatat bahwa pekerjaan Guru itu adalah pengabdian karena Guru saat itu tidak bertujuan mencari NAFKAH,Tapi Bagaimanapun, kebutuhan seorang guru akan hidup yang layak adalah sama dengan profesi lainnya yang patut dihargai selayaknya. mereka mendapatkan gaji tuk dapur mereka. itulah pekerjaan mereka butuh ekonomi yang mapan agar dalam tugasnya mengabdi kepada Masyarakat. Mari kita hargai Guru-guru kita.

"Terimakasih kepada semua Guru yang pernah mengajarku dengan ihklas hingga mempunyai pengetahuan "




Senin, 31 Maret 2008

http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=195444


Bom Waktu Penganggur Sarjana
Oleh Misriadi


Senin, 24 Maret 2008
Dirjen Pendidikan Tinggi Depdiknas, Fasli Jalal mengungkapkan, setiap tahun lebih dari 1 juta lulusan perguruan tinggi tidak terserap dunia kerja alias menganggur. Diperkirakan jumlah itu meningkat pada 2007, karena data Badan Pusat Statistik (BPS) hingga Februari 2007 sudah menunjukkan angka 740.206 orang. Jumlah terbesar adalah dari lulusan universitas.

Harapan mendapat pekerjaan setelah lulusan perguruan tinggi selalu dibalut kekecewaan. Pasalnya, antara peluang dan pesaing tak seimbang. Optimisme memang harus dibangun, tetapi realitas yang ada pun tak bisa disembunyikan. Bahwa sederetan problem ketenagakerjaan yang menjadi penyakit lama negeri ini belum juga tampak ada tanda-tanda menuju kondisi yang lebih cerah dan menjanjikan. Sementara angka pengangguran di Indonesia telah mencapai 54% dari angkatan kerja, yakni sekitar 50 juta jiwa. Dari sejumlah itu, 60%-nya (sekitar 30 juta jiwa) adalah pengangguran terdidik, termasuk di dalamnya sarjana.

Kenapa bisa begitu banyak pengangguran? Banyaknya pengangguran ini paling tidak berpangkal pada tiga hal. Pertama, banyaknya angkatan kerja baru yang setiap tahun mengalir, namun tidak tertampung dalam dunia kerja. Keadaan demikian yang berlangsung terus-menerus telah menghasilkan tumpukan pengangguran. Ditambah lagi dengan persoalan kedua, yaitu adanya pemutusan hubungan kerja (PHK). Ketiga, kebanyakan orang tidak dapat berusaha mandiri akibat tidak memiliki modal, lahan maupun keahlian (skill) dan kesempatan.

Persoalan pertama dimungkinkan karena tidak seimbangnya penawaran tenaga kerja dengan kebutuhan. Bisa karena sempitnya lapangan kerja ataupun tidak sesuainya keahlian yang ditawarkan oleh pencari kerja dengan keahlian yang diperlukan dunia kerja. Selain itu, dunia pendidikan tidak menukik kepada persoalan yang praktis yang diperlukan dalam kehidupan.

Para sarjana yang menganggur itu kebanyakan adalah lulusan program studi non-eksakta (ilmu sosial, hukum, pendidikan dan politik). Menurut data, dari 2,2 juta mahasiswa Indonesia (1,6 juta di PTS, sisanya di PTN), 78% diantaranya menempuh kuliah di bidang studi pendidikan dan ilmu-ilmu sosial, sedang 12% di bidang teknologi dan hanya 10% yang menempuh kuliah di bidang sains.

Proporsi di atas rupanya terbalik. Menurut beberapa pakar, program studi yang ditawarkan berkaitan dengan sains dan teknologi harus jauh lebih besar dibanding dengan program studi pendidikan dan sosial. Karena untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang pesat, yang dibutuhkan adalah pengembangan ilmu-ilmu eksakta, terutama bidang-bidang yang mampu menjawab tantangan industrialisasi. Jelas sekali bahwa pengangguran memang terkait dengan strategi pengembangan sumber daya manusia (SDM), disamping tidak bisa dilepaskan dari tatanan ekonomi yang dijalankan.

Tak bisa dipungkiri bahwa maju mundurnya ekonomi suatu negara tidak lepas dari seberapa jauh negara tersebut "menyelenggarakan" pengembangan SDM. Jepang yang 50 tahun lalu hancur akibat kalah perang, kini menjadi adikuasa ekonomi. Begitu juga dengan Malaysia yang pada thun 1970-an masih mengimpor guru dari Indonesia, kini memiliki GNP 4 kali lipat Indonesia. Hal ini tentu tidak lepas dari kesungguhan mereka menggarap SDM.

Berbicara tentang SDM, apalagi dikaitkan dengan tenaga kerja terdidik, adalah tantangan nasional bagi dunia pendidikan kita, terutama perguruan tinggi. Sejak awal 90-an sebenarnya telah ada kebijakan Ditjen Dikti (Pendidikan Tinggi) yang secara langsung atau tidak langsung berupaya meningkatkan penerimaan tamatan perguruan tinggi oleh pengguna tenaga kerja (industri), yaitu adanya paradigma baru perguruan tinggi tentang otonomi, akuntabilitas, akreditasi, evaluasi dan mutu. Bahkan, dekade 80-an, pernah ada gagasan pendidikan kewirausahaan (entrepreunership), suatu proses yang kreatif yang merangsang dan mendorong inovasi dan pertumbuhan ekonomi.

Pendidikan kewirausahaan diyakini mampu memberi kontribusi penting bukan hanya memberi andil dalam pembangunan ekonomi bangsa, tetapi juga membuat terobosan untuk mengatasi lapangan kerja yang makin sulit dalam situasi krisis dewasa ini. Apalagi, di tahun 1996 kita sebenarnya telah mencanangkan Gerakan Pemuda dalam Kewirausahaan. Peristiwa ini setidaknya menjadi sebuah momen yang seharusnya dapat memotivasi para pemuda untuk berwirausaha. Jiwa kewirausahaan ini perlu ditingkatkan karena selama ini wirausaha belum menjadi profesi bergengsi dalam kultur masyarakat Indonesia, khususnya pribumi.

Persoalannya sekarang bagaimana lulusan perguruan tinggi ini dapat berperan di dalamnya? Ada dua pendekatan yang mungkin dilakukan untuk mempersiapkan para lulusan yang mampu terjun ke dunia wirausaha. Yaitu pendekatan struktural dan kultural. Pendekatan struktural berkaitan dengan institusi/perguruan tinggi sebagai pencetak lulusan yang berkualitas. Pihak institusi perlu segera mempertimbangkan sistem pendidikan yang diberlakukan. Sistem pendidikan tersebut perlu selalu berorientasi ke masa yang akan datang tanpa menafikan persoalan-persoalan yang sedang berkembang saat ini. Setelah diketahui inti permasalahannya barulah membahas program studi ataupun mata kuliah yang cocok untuk mendukung permasalahan tersebut.

Pendekatan yang kedua adalah pendekatan kultural, yaitu pendekatan yang dapat menumbuhkan sikap kemandirian, kepercayaan diri, jiwa kepemimpinan serta kepekaan terhadap lingkungan sehingga secara langsung atau tidak langsung akan menumbuhkan sikap kewirausahaan tanpa melupakan pihak atau golongan ekonomi lemah.

Dan yang lebih penting lagi adalah untuk dapat menjamin serta memberikan suasana dan iklim yang mendukung pengembangan kewirausahaan sebagai salah satu mata rantai perekonomian ini adalah bagaimana mewujudkan kemauan baik (good will) pemerintah/negara dalam menata kembali sistem perekonomiannya dengan menyadari bahwa sistem ekonomi Indonesia yang kapitalistik ini telah melahirkan banyak kesenjangan dan ketidakadilan.

Jadi, untuk mengatasi pengangguran mutlak diperlukan reformasi di bidang pendidikan dan tatanan ekonomi. Jika tidak segera dilakukan, di masa datang problem ini akan semakin berat, bahkan bukan mustahil akan menjadi bom waktu yang suatu ketika akan meledak. ***

Penulis adalah peneliti di Lembaga Studi HARMONI, Bogor


http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=195443


Kekayaan Sumber Daya Harus Menyejahterakan Rakyat


Senin, 24 Maret 2008
Sungguh melegakan bila benar lonjakan harga minyak bumi di pasar dunia tidak bakal membuat ekonomi nasional kolaps sebagaimana kata Wapres Jusuf Kalla saat berbicara dalam forum pertemuan saudagar Tatar Sunda di Bandung, kemarin.

Pernyataan itu melegakan karena hari-hari ini kita justru amat mencemaskan kemungkinan ekonomi nasional mengalami kolaps akibat harga minyak bumi terus-menerus naik hingga mencapai level yang tak pernah terbayangkan. Kita cemas karena boleh dikatakan kita trauma oleh krisis ekonomi-keuangan yang menerpa kita persis satu dasawarsa lalu.

Krisis ekonomi-keuangan itu memang sungguh terasa pahit dan menyengsarakan. Bukan saja ongkos pemulihan terbukti amat mahal, melainkan juga dampak krisis yang harus kita tanggung begitu berkepanjangan. Bahkan bagi kalangan tertentu, hingga sekarang dampak itu relatif masih terasa.

Jadi, amat beralasan masalah gejolak harga minyak bumi di pasar dunia belakangan ini serta-merta membuat kita miris dan cemas: bahwa ekonomi nasional berisiko kembali mengalami krisis dan kolaps. Terlebih lagi pemerintah sendiri justru terkesan gamang atau bahkan panik dalam menghadapi masalah terkait lonjakan harga minyak dunia ini. Paling tidak, kesan tersebut terlihat dari sikap labil pemerintah dalam menetapkan angka-angka asumsi ekonomi makro dalam APBN Perubahan 2008.

Tapi kesan itu coba diluruskan oleh Wapres Jusuf Kalla. Dia berupaya meyakinkan berbagai kalangan bahwa ekonomi nasional relatif aman. Meski harga minyak mentah di pasar dunia kini sudah melampaui 110 dolar AS per barel dan belum terlihat tanda-tanda segera meluncur turun kembali, ekonomi kita tak bakalan kolaps.

Benarkah? Kita sependapat dengan Wapres bahwa kita memiliki sumber energi lain yang relatif melimpah, khususnya gas alam dan batu bara. Sama seperti minyak bumi, harga gas alam dan batu bara di pasar dunia juga kini melangit.

Di luar potensi sumber daya energi, kita juga memiliki banyak sumber daya mineral lain yang juga tak kalah punya nilai jual tinggi. Ditambah sejumlah komoditas pertanian dan perkebunan, seperti karet atau minyak sawit, kekayaan sumber daya alam ini memang bisa membuat fondasi ekonomi kita kokoh kuat dalam menghadapi dampak gejolak ekonomi global.

Dikaitkan dengan gejolak harga minyak mentah sekarang, itu berarti ekonomi kita memang tak perlu sampai tertohok, apalagi kolaps. Tekanan harga minyak bumi tak mesti menjadi faktor yang mengakibatkan ekonomi kita semaput. Bahkan, seharusnya, gejolak harga minyak bumi menjadi durian runtuh yang menyejahterakan kehidupan ekonomi kita sebagai bangsa.

Tetapi, faktanya, tidak seindah itu. Gejolak harga minyak bumi di pasar global terbukti tak menjadi durian runtuh bagi ekonomi nasional. Memang, tampaknya, gejolak itu tak bakal sampai membuat ekonomi kita kolaps. Namun gejolak tersebut tak urung merepotkan ekonomi kita. Sampai-sampai Menkeu sempat berkeluh-kesah bahwa APBN terancam menjadi tidak sehat karena gejolak harga minyak bumi membuat subsidi BBM melonjak hebat.

Begitu pula komoditas lain. Gejolak harga minyak sawit mentah (CPO) di pasar internasional selama hampir setahun terakhir, misalnya, membuat rakyat kebanyakan menjerit didera kesengsaraan akibat harga minyak goreng melejit. Dalam konteks ini, berkah kenaikan harga CPO praktis hanya dinikmati kalangan petani sawit, produsen, serta eksportir CPO.

Jelas, kenyataan itu tak semestinya terjadi kalau saja kita pandai mengelola sumber daya alam. Ini tidak hanya merujuk pada aspek teknis penggalian dan pengolahan sumber daya menjadi komoditas bernilai secara ekonomi, melainkan terutama terkait aspek distribusi manfaat. Dalam kaitan ini, kita masih harus belajar sungguh-sungguh agar berbagai sumber daya yang kita miliki benar-benar menjadi faktor yang melahirkan kesejahteraan bagi kehidupan kita bersama sebagai bangsa. Artinya, berkah ekonomi berbagai sumber daya yang kita miliki benar-benar bisa dinikmati relatif merata oleh segenap anak bangsa.


Rabu, 02 Januari 2008


Karena Sering Bias, Masyarakat Malaysia Boikot Koran Utama


Kuala Lumpur (ANTARA News) - Masyarakat Malaysia yang disponsori oleh Gerakan Anti Salah Maklumat (Gasak) akan memboikot beli koran-koran utama yang dikelola kelompok bisnis media Utusan Malaysia dan News Strait Times, karena dinilai sering membuat berita yang tidak berimbang dan membohongi masyarakat.

"Kami mulai kampanye untuk tidak membeli koran-koran seperti Utusan Malaysia, Berita Harian, Metro, News Strait Times, Kamis 29 November 2007. Cara ini cukup efektif ketika dilaksanakan tahun 1999 ketika masyarakat melawan tindakan kerajaan Malaysia soal pencopotan Anwar Ibrahim," kata Ketua Gasak Khalid Jaafar, kepada ANTARA di Kuala Lumpur, Minggu.

Beberapa aktivis politik dan LSM yang hadir pada peluncuran kampanye boikot koran-koran Utusan Malaysia dan News Strait Times ialah Dr Xavier Jayakumar, Wakil Ketua Angkatan Muda Partai Keadilan Amiruddin Sari dan wakil Middle Eastern Graduate Centre Mustaqim.

Aksi boikot untuk tidak membeli koran targetnya adalah semua produk percetakan dua kelompok bisnis Utusan Malaysia dan NSTP karena kedua-duanya "dibekingi" oleh UMNO dan BN (Barisan Nasional).

"Kampanye ini dilakukan setelah mendapati koran-koran terbitan mereka menyebarkan maklumat yang salah, atau berat sebelah, terutamanya isu-isu politik," kata Khalid.

Tiga tuntutan utama Gasak ialah "Hentikan informasi bohong, "Berita yang seimbang bagi semua pihak", "Kebebasan editorial".

"Industri media seharusnya bebas dan para editor tidak seharusnya mendapat tekanan pemerintah atau pemilik perusahaan. Ia tidak boleh dipengaruhi oleh siapa pun kecuali para editor itu sendiri," ujar dia.

Salah satu contohnya, jumlah demonstran yang ikut kampanye BERSIH yang menuntut Pemilu Jurdil, Sabtu 10 November 2007 di Kuala Lumpur.

Koran seperti Utusan Malaysia dan Berita Harian memberitakan jumlah massanya hanya sekitar 4.000 orang, tapi Al-Jazeera, Reuters, AFP memberitakan sekitar 30.000, bahkan harian Harakah milik partai PAS memberitakan massanya 100.000.

Kasus demontrasi sekitar 5.000 pendukung Hindraf (Hindu Rights Action Force), Minggu 25 November 2007 di Kuala Lumpur. Koran-koran seperti Utusan Malaysia dan Berita Harian esoknya memberitakan keganasan para demonstran.

Padahal pers asing seperti Al-Jazeera, Reuters, Suara Keadilan dan Harakah memberitakan keganasan polisi Malaysia terhadap demonstran.

Gasak akan menemui Anwar Ibrahim, Presiden PAS (Partai Islam Malaysia), Abdul Hadi Awang dan Ketua Umum DAP (Democratic Action Party) Lim Kit Siang bagi mendapat dukungan untuk mensukseskan kampanye ini.

Gasak pernah melakukan tindakan serupa tahun 1999 yang dinilai cukup efektif. Bahkan cukup banyak masyarakat Malaysia yang tidak mau beli koran-koran utama hingga saat ini, dan mencari informasi melalui internet termasuk Blog.

Oleh karena itu, kerajaan Malaysia sempat dibuat "pusing" dan "gerah" dengan informasi para blogger. Pengelola website Malaysia Today Raja Petra Kamarudin saat ini diseret ke pengadilan untuk membuat takut para pengelola Blog.

Tidak mau kalah, Menteri Penerangan Malaysia Zainuddin Maidin pada hari yang sama mengatakan akan memasang papan pengumuman di semua tempat umum untuk menempel koran-koran agar masyarakat dapat membaca sambil menunggu.

"Mulai awal tahun depan, papan yang berisi koran-koran ini akan dipasang di berbagai tempat umum," katanya.

Seorang pengamat media massa Malaysia Nasrullah Ali Fauzi MA mengatakan, langkah Gasak dan Menpen Zainuddin Maidin ini tidak terlepas dari pemanasan menjelang Pemilu yang sebentar lagi.

"Perang opini publik merupakan strategi dalam upaya memenangi Pemilu," katanya.

(*)
Copyright © 2007 ANTARA
http://antara.co.id/arc/2007/12/2/karena-sering-bias-masyarakat-malaysia-boikot-koran-utama/

Categories

Blog Archive

Sembako Hari ini

Sembako hari ini
Beras 5.500
Telur ayam ras 13.500
Minyak goreng sawit 12.000
Gula pasir 6.600
Tepung terigu 7.700
Cabe merah keriting 20.000
Cabe merah biasa 18.500
Bawang merah 16.500
SKM cap bendera 7.800
Daging sapi 55.500
Kacang tanah 12.500

 

Sumber: Poskota

Blog sahabat





Pages

About Me

Foto saya
Penulis tuk diri sendiri, Internal Audit untuk Sebuah Perusahaan, Pencinta Puisi, Cerpen, Seorang Hamba yang berusaha, Menjadi Ayah yang baik untuk Quineisha & Qhaira, menjadi Insan Taqwa

Pengikut

Sample Text

IP

Unordered List

Popular Posts

Recent Posts



Website Hit Counter
Free Hit Counters

Text Widget