Tampilkan postingan dengan label Info Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 Maret 2010

Lakukan Tes Darah untuk Pastikan Tipes atau DB
DEMAM disertai panas tinggi acap kali didiagnosis oleh dokter sebagai demam berdarah (DB). Atau sebaliknya, seseorang yang terkena DB sering didiagnosis terkena tipes. Untuk mengatakan pasien terkena DB atau tipes memang perlu dilakukan tes darah di laboratorium.

Ahli mikrobiologi dr Amin Soebandrio PhD dari Bagian Mikrobiologi FKUI/RSUPN Cipto Mangunkusumo mengakui, demam tinggi yang dialami seseorang pada tahap awal acap kali sulit dibedakan dengan demam berdarah atau infeksi lainnya, seperti influenza (flu).

Untuk itu, segala bentuk penyakit yang diawali dengan demam, kata Amin, sebaiknya dilakukan tes darah. ''Dari hasil uji laboratorium pada darah tepinya akan diperoleh gambaran apakah terjadi penurunan jumlah leukosit atau normal. Apabila terjadi infeksi maka jumlah leukosit meningkat, tetapi Hb darah tidak berbeda dari sebelum pasien itu sakit. Sedangkan pada trombosit jumlahnya tetap normal. Namun apabila terjadi divesi pada beberapa hari kemudian bisa terjadi penurunan trombosit atau biasa disebut dengan septic schock," jelas Amin.

Penurunan trombosit, lanjutnya, juga terjadi pada penyakit DB. Pada hari-hari pertama trombosit masih dalam batas normal, kemudian beberapa hari jumlahnya menurun. Oleh sebab itu, kata Amin, dokter harus melakukan pemeriksaan lainnya, seperti pemeriksaan antigen dari Salmonella typhi ini. Pada daerah endemik, seperti Indonesia pada umumnya titernya cukup tinggi karena masyarakatnya sudah biasa bergaul dengan kuman.

"Misalnya kalau makan gado-gado di tempat yang jorok pun orang tidak sakit, bahkan bila titernya 1/320 pun tetap sehat. Tetapi bagi orang bule, jumlah titernya 1/80 saja sudah jatuh sakit."

Pemeriksaan serum

Lebih lanjut, Amin mengatakan untuk mengetahui jumlah titer harus melakukan pemeriksaan serum pertama dan kedua dengan jarak pemeriksaan antara 5-7 hari. Apabila dari pemeriksaan pertama titernya mencapai 1/80 dan pada pemerkisaan kedua tidak mengalami peningkatan, maka pasien tersebut tidak menderita demam tifoid.

"Namun apabila pemeriksaan serum pertama 1/80 dan kedua meningkat sampai tiga atau empat kalinya menjadi 1/320 diduga orang tersebut telah kontak dengan bakteri salmonela. "Orang tersebut telah terkena tipes. Bila sudah ditentukan diagnosisnya maka segera dibuat pengobatan yang tepat."

Menurut Amin, seseorang yang mengalami demam tinggi sudah berjalan lima sampai tujuh hari, dokter harus melakukan pemeriksaan urine dan feces (tinja) untuk pembuktian diagnosis. Sebab terkadang pemeriksaan darah pada masa inkubasi belum menunjukkan apa jenis penyakitnya. Sementara bakteri salmonela paling banyak ditemukan pada feces manusia.

Pada penderita tipes, demam tinggi di atas 39 derajat Celsius bisa menyebabkan kerontokan rambut, karena meningkatnya suhu badan sudah sampai ke kepala atau otak. ''Ini berbahaya. Otak yang kepanasan bisa menyebabkan kematian sel-sel otak, dan berakibat pada penurunan kecerdasan atau kelumpuhan. Kelumpuhan ini tergantung sel-sel otak bagian mana yang diserang,'' tambah Amin.

Penyakit Types atau tipus disebabkan oleh Bakteri Salmonella typhosa. kuman ini menular lewat makanan dan minuman, tinja dan air seni yang dibawa oleh lalat. kuman salmonella termasuk genus bakteri enterobakteria gram negatif yang berbentuk tongkat dengan masa inkubasi kuman ini dalam tubuh 5 - 12 hari. nama salmonella diberikan oleh Edward salmon, seorang ahli patologi dari Amerika walaupun rekannya Theobold smith yang pertama kali menemukan bakterium pada tahun 1885 pada tubuh babi.
Types termasuk infeksi sistematik dengan gejala yang khas yaitu demam. adapun demam yang dialami oleh pasien yang menderita penyakit ini umumnya memiliki pola khusus dengan suhu yang meningkat (sangat tinggi) naik-turun. hal ini terjadi pada sore dan malam hari sedangkan dipagi hari hampir tidak terjadi demam. hal inilah yang biasanya tidak disadari oleh sipasien maupun keluarga si pasien.

demam pada penderita types mulai meninggi biasanya diatas jam 12 siang. umumnya disaat sipenderita pertama kali terkena penyakit ini, panasnya tidak terlalu tinggi namun demamnya muncul 1-2 hari kemudian.

Perbedaanya dengan demam berdarah (DBD) yaitu umumnya penyakit demam berdarah panasnya meningkat mendadak dengan suhu yang cukup tinggi dan demamnya akan turun secara cepat dihari ke-5 atau ke-6. jika demamnya sudah berlangsung 7 hari, sangat memungkinkan demam ini disebabkan oleh tifus dan bukan demam berdarah.

tanda-tanda atau gejala penyakit tipes yang lainnya yakni bisa dilihat pada lidah si pasien yang berwarna abu-abu karena kurang makan sehingga kotoran menetap diladhnya dan gejala lainnya yaitu suhu badan yang tidak sejajar dengan denyut nadi. sebab normalnya jika suhu tubuh meningkat (tinggi) maka denyut nadinya juga tinggi.

kurang selera makan dan mengeluh atau merasa sakit pada perut bagian bawah. Pada beberapa kasuspenyakit ini juga kadang dikira usus buntu maka terkadang dilakukan operasi padahal penyakit ini adalah penyakit typus, hal ini disebabkan oleh kuman yang menyerang kelenjar limfa sehingga terjadi peradangan yang terletak pada bagian akhir usus. jika penyakit ini sudah parah dan penyakit ini diabaikan atau tidak disadari maka disaat sipasien tadi melakukan BAB (buang air besar) maka tinja yang dikeluarkan akan bercampur dengan darah dan jika ini berlangsung lama maka akan menyebabkan komplikasi. Adapun gejala komplikasi umumnya muncul pada minggu ke-dua sedangkan pada minggu pertama mungkin saja komplikasi belum terjadi. pada tahap selanjutnya jika belum tertangani (diobati) juga maka akan menyebabkan perforasi atau lubang pada usus. dan juga bila tinja atau kotoran yang dikeluarkan sudah berwarna hitam maka bisa mengakibatkan kematian.

Masa inkubasi (saat pertama kali kuman ini masuk kemudian tidur sebentar untuk menyiapkan amunisi yang diperluan untuk menyerang tubuh kita), Masa ini berlangsung 7-12 hari, walaupun pada umumnya adalah 10-12 hari. Pada awal penyakit ini keluhan dan gejala penyakit ini tidaklah khas, biasanya berupa:
7. Anoreksia (‘ga nafsu makan, bukan karena makanannya g’ enak lho..)
8. Rasa malas
9. Sakit kepala bagian depan
10. Nyeri otot
11. Lidah kotor
12. Gangguan perut (perut meragam dan sakit)
Gejala Khas dari demam ini?
Biasanya jika gejala khas itu yang tampak, diagnosis kerja pun bisa langsung ditegakkan. Yang termasuk gejala khas Demam tifoid adalah sebagai berikut.
Minggu Pertama (awal terinfeksi)
Setelah melewati masa inkubasi 10-14 hari, gejala penyakit itu pada awalnya sama dengan penyakit infeksi akut yang lain, seperti demam tinggi yang berpanjangan yaitu setinggi 39ºc hingga 40ºc, sakit kepala, pusing, pegal-pegal, anoreksia, mual, muntah, batuk, dengan nadi antara 80-100 kali permenit, denyut lemah, pernapasan semakin cepat dengan gambaran bronkitis kataral, perut kembung dan merasa tak enak,sedangkan diare dan sembelit silih berganti.
Pada akhir minggu pertama,diare lebih sering terjadi. Khas lidah pada penderita adalah kotor di tengah, tepi dan ujung merah serta bergetar atau tremor. Episteksis dapat dialami oleh penderita sedangkan tenggorokan terasa kering dan beradang. Jika penderita ke dokter pada periode tersebut, akan menemukan demam dengan gejala-gejala di atas yang bisa saja terjadi pada penyakit-penyakit lain juga.
Ruam kulit (rash) umumnya terjadi pada hari ketujuh dan terbatas pada abdomen disalah satu sisi dan tidak merata, bercak-bercak ros (roseola) berlangsung 3-5 hari, kemudian hilang dengan sempurna. Roseola terjadi terutama pada penderita golongan kulit putih yaitu berupa makula merah tua ukuran 2-4 mm, berkelompok, timbul paling sering pada kulit perut, lengan atas atau dada bagian bawah, kelihatan memucat bila ditekan. Pada infeksi yang berat, purpura kulit yang difus dapat dijumpai. Limpa menjadi teraba dan abdomen mengalami distensi.
Minggu Kedua
Jika pada minggu pertama, suhu tubuh berangsur-angsur meningkat setiap hari, yang biasanya menurun pada pagi hari kemudian meningkat pada sore atau malam hari. Karena itu, pada minggu kedua suhu tubuh penderita terus menerus dalam keadaan tinggi (demam). Suhu badan yang tinggi, dengan penurunan sedikit pada pagi hari berlangsung. Terjadi perlambatan relatif nadi penderita. Yang semestinya nadi meningkat bersama dengan peningkatan suhu, saat ini relatif nadi lebih lambat dibandingkan peningkatan suhu tubuh.
Gejala toksemia (ketika kuman sudah masuhk aliran darah) semakin berat yang ditandai dengan keadaan penderita yang mengalami delirium. Gangguan pendengaran umumnya terjadi. Lidah tampak kering,merah mengkilat. Nadi semakin cepat sedangkan tekanan darah menurun, sedangkan diare menjadi lebih sering yang kadang-kadang berwarna gelap akibat terjadi perdarahan. Pembesaran hati dan limpa. Perut kembung dan sering berbunyi. Gangguan kesadaran. Mengantuk terus menerus, mulai kacau jika berkomunikasi dan lain-lain.
Minggu Ketiga
Suhu tubuh berangsung-angsur turun dan normal kembali di akhir minggu. Hal itu jika terjadi tanpa komplikasi atau berhasil diobati. Bila keadaan membaik, gejala-gejala akan berkurang dan temperatur mulai turun. Meskipun demikian justru pada saat ini komplikasi perdarahan dan perforasi cenderung untuk terjadi, akibat lepasnya kerak dari ulkus. Sebaliknya jika keadaan makin memburuk, dimana toksemia memberat dengan terjadinya tanda-tanda khas berupa delirium atau stupor,otot-otot bergerak terus, inkontinensia alvi dan inkontinensia urin.
Meteorisme dan timpani masih terjadi, juga tekanan abdomen sangat meningkat diikuti dengan nyeri perut. Penderita kemudian mengalami kolaps. Jika denyut nadi sangat meningkat disertai oleh peritonitis lokal maupun umum, maka hal ini menunjukkan telah terjadinya perforasi usus sedangkan keringat dingin,gelisah,sukar bernapas dan kolaps dari nadi yang teraba denyutnya memberi gambaran adanya perdarahan. Degenerasi miokardial toksik merupakan penyebab umum dari terjadinya kematian penderita demam tifoid pada minggu ketiga.
Minggu Keempat
Merupakan stadium penyembuhan meskipun pada awal minggu ini dapat dijumpai adanya pneumonia lobar atau tromboflebitis vena femoralis.


Pengobatan

Makan untuk penyakit tipes disarankan makanan yang lunak2, jangan yang keras dan pedas, karena pencernaannya masih lemah.

Biasanya penderita tipes diberi antibiotik, seperti kloramfenikol. Namun bila tidak juga sembuh maka obat yang diberikan jauh lebih kuat, seperti ampisilin, dan obat yang terbaru florokinolon.

Dalam hal pengobatan, lanjutnya, perlu diwaspadai dampaknya. Karena obat-obatan yang tidak sesuai terkadang membuat kuman bisa masuk ke jaringan empedu. Bila sudah demikian, maka pola pengobatannya pun harus berbeda. ''Kloramfenikol tidak bisa masuk ke jaringan apabila tipesnya sudah parah. Maka harus diganti dengan obat yang dosisnya lebih tinggi.''

Pada umumnya orang yang sakit tipes, kata Amin, apabila diobati dengan tepat bisa sembuh dalam hitungan hari. ''Biasanya satu minggu. Tetapi kalau ada yang sampai bulanan, selain penanganannya terlambat, obat yang diberikan berarti tidak tepat.''

Untuk itu, Amin meminta masyarakat jangan menyepelekan penyakit tipes. Sebab, penanganan yang terlambat bisa menyebabkan dampak lebih buruk lagi. Misalnya, bakteri salmonela menyerang usus halus bisa menyebabkan perforasi atau ususnya bolong-bolong. Bila sudah demikian, tindakan yang utama adalah operasi usus. Terjadinya usus bolong ini biasanya disebabkan komplikasi cukup berat. ''Bakteri salmonela menyerang usus halus. Pada dinding usus halus terdapat kelenjar-kelenjar yang juga ikut terinfeksi kuman. Dalam jumlah cukup banyak, terjadilah mikrosis di mana jaringan-jaringan itu bisa berlubang akibat serangan kuman. Dan biasanya lubang-lubang ini tidak hanya di beberapa kelenjar.''


Mencegah Tipes
Adapun cara Mencegah Penyakit tipus secara sederhana adalah dimulai dengan memperhatikan lingkungan sekitar dan Kesehatan Tubuh kita, sebagai upaya Mengatasi penyakit, Adapun untuk lebih jelasnya perhatikan tips-tips berikut ini untuk menjaga Kesehatan Tubuh
- menghindari mengkonsumsi jajanan di pinggir jalan serta jika mengkonsumsi telur sebaiknya telur yang benar-benar matang.
- Sebaiknya melakukan imunisasi tipes untuk, meningkatkan daya tahan tubuh anda terhadap penyakit tipes.
- Meningkatkan daya tahan tubuh dengan istirahat yang cukup (7-8 jam/sehari), olahraga teratur 3-4 kali dalam seminggu selama 1 jam untuk mencegah
- Jika anda pernah mengalami penyakit ini sebaiknya jangan melakukan pekerjaan yang sangat melelahkan sebab akan mudah kambuh jika dibandingkan dengan orang yang belum pernah terkena penyakit tipes.
- Hindari makanan yang tidak higienis.
- Mencuci tangan sebelum makan.

Semoga kita semua selalu sehat, dan dengan info ini anda bias mencegah dan menangani tipes sedcara benar.


Rabu, 18 Maret 2009

Semua orang tahu bahwa daun kemangi beraroma khas dan biasa dipakai untuk masakan dan lalapan. Tapi tidak semua orang tahu kemangi memiliki khasiat yang bermanfaat bagi tubuh kita.

Tumbuhan asal India dan Persia ini lebih komersil di banyak negara di dunia dibanding negara asalnya. Di Italia, kemangi dianggap sebagai simbolis kasih dan kadang-kadang digunakan sebagai zat perangsang libodo.

Di Indonesia kemangi digemari untuk lalapan dan campuran masakan. Kemangi juga bermanfaat bagi wanita yang memiliki masalah pada bagian intimnya yang berbau, dengan mengkonsumsi kemangi secara teratur konon akan sembuh.

Kemangi memiliki beberapa varietas yang masing-masing berbeda rasa, yang digunakan untuk memasak dan untuk keperluan obat.

Dalam kemangi terdapat sumber yang baik, mulai dari zat besi, kalsium, potassium dan vitamin C. kemangi juga mengandung jumlah kecil vitamin A, magnesium dan mangan.

Dari zat-zat yang terkandung tersebut, kemangi dipercaya dapat menenangkan sitem syaraf, menghalagi pertumbuhan bakteri dalam tubuh, menghilangkan gejala demam dan pilek, melindungi sel dari oksidasi dan kerusakan, meningkatkan aliran darah melalui badan, meringankan gejala migran, mencegah sembelit.

Untuk share artikel ini, Klik www.KabariNews.com/?32801

Untuk melihat Berita Indonesia / Kesehatan lainnya, Klik disini

Klik disini untuk Forum Tanya Jawab

Selasa, 23 Desember 2008

Sudah Cukupkah Zat Besi Kita ?
Zat besi sangat penting untuk menghasilkan hemoglobin, yaitu sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Gejala kekurangan zat besi dapat berupa kelelahan, rasa pegal, selera makan yang hilang, dan sakit kepala. Rendahnya cadangan zat besi juga dapat berpengaruh pada memori dan sistem kekebalan tubuh serta dapat mengakibatkan anemia.

Wanita hamil, menyusui, orang dewasa, dan vegetarian adalah yang paling berisiko untuk mengalami kekurangan zat besi. Perdarahan pada saat menstruasi juga disebabkan oleh kekurangan zat besi.

Gejala-gejala kekurangan zat besi sebenarnya mudah untuk dikenali. Sebelum kita mengonsumsi obat-obatan yang mengandung zat besi, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter yang tepat.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi zat besi yang terlalu banyak akan menyebabkan gangguan neurologi seperti penyakit Alzheimer, parkinson dan sclerosis.

Zat besi banyak ditemukan dalam daging merah, telur, sereal, dan beberapa sayuran hijau seperti bayam, yang dikenal sebagai sayuran yang dapat memperkuat tulang dan otot.

Menurut The American Dietetic Association (ADA), cara yang paling efektif untuk meningkatkan penyerapan zat besi adalah dengan mengonsumsi protein yang berasal dari hewan dan juga makanan yang mengandung vitamin C dalam campurannya, misalnya daging panggang dengan salad bayam, grapefruit dengan sereal kulit padi, strawberry dengan oatmeal, dan lain-lain.

Berikut ini beberapa tips sederhana yang disarankan oleh ADA tentang konsumsi zat besi yang dibutuhkan oleh tubuh kita:

* Konsumsi daging merah yang tidak berlemak dalam porsi kecil tiga sampai empat kali seminggu.

* Konsumsi sereal atau roti yang diperkuat dengan zat besi.


* Konsumsi sayuran hijau setiap hari.

* Tambahkan buah-buahan dalam pola makan setiap hari.

Banyak manfaat dari minyak ikan bagi kesehatan, salah satunya adalah mereka yang banyak makan ikan memiliki lebih kecil resiko masalah mata. Hal ini dibuktikan pada dua penelitian yang dilakukan peneliti National Eye Institute, John Paul SanGiovanni, ScD dan rekannya dimana minyak ikan mencegah dua masalah mata serius.

Penelitian pertama terhadap masalah kemorosotan penglihatan yang diakibatkan usia. Masalah ini terjadi akibat gangguan pada pusat retina, syaraf mata bagian belakang yang dapat menyebabkan kebutaan.

Mengapa minyak ikan dapat mencegah penurunan penglihatan yang disebabkan usia? Satu komponen yang terdapat dalam minyak ikan yang dikenal docosahexaenoic atau yang lebih dikenal dengan nama DHA adalah satu dari asam lemak omega 3 yang juga memiliki keuntungan bagi kesehatan lain.

Penelitian kedua dilakukan dalam masalah sindrom kekeringan mata. Gejala ini terjadi ketika mata seseorang tidak memiliki cukup cairan mata yang dapat berakibat goresan pada kornea dan hilangnya penglihatan.

Dalam penelitian ditemukan wanita yang diet dengan memasukan sebagian besar makanan yang mengandung asam lemak omega 3 ketika diukur dengan seberapa banyak mengkonsumsi ikan, sedikit memiliki sindrom kekeringan mata.

Salah satunya adalah makan ikan tuna. Mereka yang makan ikan tuna dua sampai empat porsi ikan tuna setiap minggu memiliki 18% resiko lebih kecil mengalami sindom ini dibanding mereka yang kurang konsumsi ikan tuna.

Sumber ; SolusiSehat.Net

Rabu, 30 Juli 2008

Pisang termasuk buah yang padat nutrisi dan energi. Teksturnya yang lembut membuat pisang sering dijadikan buah pilihan untuk makanan bayi. Bagi anak-anak, pisang juga bisa menjadi bekal sehat ke sekolah.

Di banyak negara maju, pisang kerap menjadi bekal makanan anak-anak ke sekolah. Mereka juga memasukkan potongan pisang ke dalam sereal dan susu saat sarapan. Pisang menyediakan cukup energi bagi anak-anak untuk siap mengikuti pelajaran di sekolah.

Dr. Ir. Sobir, dari Pusat Kajian Buah-buahan Tropika IPB, menjelaskan sebuah penelitian tentang pisang yang dilakukan terhadap 200 pelajar di sekolah Twickehnham, di middlesex, Inggris. Kepada mereka diberikan makanan tambahan berupa pisang saat sarapan, istirahat, dan makan siang. Penelitian dilakukan menjelang waktu ujian.

Hasilnya, dikatakan Dr. Sobir, konsumsi pisang tersebut membantu proses belajar mereka. Kalium yang terdapat pada pisang inilah yang berperan meningkatkan konsentrasi belajar anak.

Selain itu, kandungan vitamin B pada pisang yang cukup tinggi juga mampu mempertahankan aktivitas kerja sistem syaraf. Hal inilah yang mendorong pelajar bisa berkonsentrasi lebih lama.

Dalam satu buah pisang memang terkandung banyak zat gizi. “Kandungan vitamin dan mineralnya lebih unggul dibandingkan buah dan sayuran lain, terutama untuk vitamin B6 (piridoksin), C, kalium, serat, dan mangan,” katanya.

Jika dibandingkan dengan apel, pisang mengandung 4 kali lebih banyak protein, dua kali lebih banyak karbohidrat, tiga kali lebih banyak fosfor, lima kali lebih banyak vitamin A dan zat besi, serta dua kali lebih banyak vitamin dan mineral lainnya.

Banyak manfaat yang bisa diperoleh dari satu buah pisang. Selain sangat bermanfaat dalam mencegah stres, pisang juga meningkatkan daya pikir, mengobati radang cerna, serta menyehatkan mata.

Pilih Rajabulu

Pisang juga dikenal sebagai buah yang tinggi kandungan potasium (kalium) serta magnesium. Kandungan kedua minerak ini sangat berguna, terutama bagi sistem kardiovaskular serta kesehatan otot dan syaraf.

Kandungan piridoksin yang tinggi, flavonoid serta alkaloid yang terdapat pada pisang, terutama pisang rajabulu, diduga memiliki aktivitas antidiabetes. Itu sebabnya, berikan pisang rajabulu kepada anak yang menderita diabetes.

Penelitian yang dilakukan PKBT-IPB bersama dengan Puslitbang Gizi Depkes menunjukkan bahwa pisang rajabulu memiliki indeks glikemik 54 persen dibandingkan dengan gula standar, sehingga dapat dikonsumsi diabetesi.

Pisang juga berguna bagi mereka yang mengalami stres dan kelelahan karena mengandung sorotonin. Menurut Dr. Sobir, kadar sorotonin pada pisang cukup tinggi, yaitu sekitar 31,4 ng/g. Begitu juga kandungan kaliumnya. Pembentukan sorotonin ini dirangsang oleh triptofan yang ada pada pisang.

Serotonin merupakan senyawa yang membuat perasaan rileks, tenang, menambah mood atau suasana hati, serta membuat perasaan lebih bahagia, sehingga stres maupun kelelahan bisa terusir. Itu sebabnya anak yang lelah atau stres setelah belajar di sekolah bisa diberi pisang.

Orangtua bisa mengolah pisang menjadi banana milkshake atau susu pisang kocok, sate pisang yang mudah dibuat dan penampilannya menggugah selera anak, atau pisang goreng penyet ditabur mesis.

Pisang juga bisa diberikan bila anak sulit tidur di malam hari. Memberikan pisang dengan susu, yang sama-sama mengandung triptofan, akan membuat anak lebih tenang, sehingga mereka bisa segera tidur lelap.

Sembuhkan Tukak Lambung

Bagi anak yang mengalami gangguan pencernaan, pisang juga bisa dimanfaatkan. Beberapa penelitian, seperti dijelaskan Dr. Sobir, menemukan bahwa pisang dapat menyembuhkan luka pada sistem pencernaan.

Penelitian atas efek antipektin pada hewan percobaan yang diberi perlakuan ekstrak pisang varietas Palo dan Horn, mampu menyembuhkan luka sebesar 70 dan 88 persen dibandingkan tanpa perlakuan.

Pisang pun dianjurkan untuk dikonsumsi anak yang bermasalah dengan sistem pencernaan karena tekstur daging buahnya yang halus dan lunak. “Pisang dapat dimakan tanpa menambah kerja sistem pencernaan. Latek yang terdapat pada pisang juga dapat mencegah iritasi dengan melapisi dinding lambung dan usus,” tambah Dr. Sobir.

Bagi anak yang mengalami anemia, pisang merupakan makanan yang baik. Ini karena pisang kaya akan zat besi yang dapat merangsang pembentukan sel darah merah. Tambahan lagi, dengan mengonsumsi pisang, anak tidak akan sembelit, seperti yang terjadi bila diberi suplemen zat besi.

Nah, cobalah memperkaya buah pisang dalam menu harian anak-anak. Selain mudah didapat, pisang juga relatif murah, tetapi tidak murahan.

‘Kan jelas-jelas padat gizi!

Olahan Pisang, Lezat dan Praktis

Ada beberapa resep olahan pisang untuk anak yang bisa dibuat dengan mudah oleh orangtua. Bahkan, anak pun bisa diajak membuatnya.

Susu Pisang Kocok (Banana Milkshake)

Bahan:
• 200 ml susu cair
• 2 buah pisang ambon atau cavendish
• sedikit es batu
• sedikit yogurt atau selai kacang

Cara membuat:
• Semua bahan diblender.
• Sajikan langsung. Sangat enak dinikmati, terutama saat cuaca panas.

Sate Pisang (Banana Satay)

Bahan:
• Pisang ambon dipotong sepanjang 5 cm
• Coklat batangan, lelehkan
• Tusuk sate

Cara Membuat:
• Masukkan potongan pisang ambon ke dalam freezer hingga mengeras.
• Tusuk potongan pisang ke tusukan sate sebanyak dua buah.
• Celupkan pisang ke coklat leleh.
• Hidangkan.


sumber: www.bengkelrohani.com




Categories

Blog Archive

Sembako Hari ini

Sembako hari ini
Beras 5.500
Telur ayam ras 13.500
Minyak goreng sawit 12.000
Gula pasir 6.600
Tepung terigu 7.700
Cabe merah keriting 20.000
Cabe merah biasa 18.500
Bawang merah 16.500
SKM cap bendera 7.800
Daging sapi 55.500
Kacang tanah 12.500

 

Sumber: Poskota

Blog sahabat





Pages

About Me

Foto saya
Penulis tuk diri sendiri, Internal Audit untuk Sebuah Perusahaan, Pencinta Puisi, Cerpen, Seorang Hamba yang berusaha, Menjadi Ayah yang baik untuk Quineisha & Qhaira, menjadi Insan Taqwa

Pengikut

Sample Text

IP

Unordered List

Popular Posts

Recent Posts



Website Hit Counter
Free Hit Counters

Text Widget