Tampilkan postingan dengan label Articel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Articel. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Oktober 2017

Pembuatan Passpor saat ini Okober 2017, sangat susah kenapa

1. Untuk pembuatan manual / Dateng langsung ke kantor imigrasi sudah tidak bisa lagi, kalau yang mau nekat dateng paling di suruh pulang lagi heheh resiko tanggung penumpang ya bro mulai Agustus 2017 sudah tidak ada lagi

2. Kebetulan saya tinggal di Depok dan hal yang saya tuju pertama kali adalah website kantor Imigrasi Depok. Dapatlah websitenya: https://Depok.imigrasi.go.id/ Di sana sudah tidak adalagi "Permohonan Paspor Online". 
                               Aplikasi Paspor Online
karena website passpor online sedang di tutup oleh imigrasi
3. Ambil Antrian Online
ini nih sumber masalahnya, kita bisa ambil antrian nomer passport one tetapi data nya kosong bro taidak ada tanggal yang bisa di pilih

Pilih daerah mana


Setelah itu masalah nya disini tidak ada tanggal yang kosong

Dan akhirnya proses antrian online hanya terhenti disini.  proses tidak bisa dilanjutkan
4. Daftar lewat Whatsspp
Beberapa kantor imigrasi pun telah menerapkan pengambilan nomer antrian lewat whatsapp
Layanan antrian via whatsapp

Adapun cara penggunaan pesan singkat tersebut, warga yang hendak mendaftar antrean mengirim sejumlah data seperti nama disertai tanda tagar (#), tanggal lahir dengan format ddmmyy, dan tanggal antrean.

Kirim ke nomor WhatsApp Kantor Imigrasi 081299004406. Misalnya, #Ahmad#20111967#18072017

Selanjutnya, akan ada balasan dari nomor tersebut untuk meminta konfirmasi nomor WhatsApp pemesan, nama, tanggal lahir, dan tanggal layanan.
Contohnya: Nomor WA: 0812xxx Nama: AHMAD Tgl Lahir: 20-11-1967 Tgl layanan: 18-07-2017

Setelah yakin dengan data yang hendak dikirim, segera balas pesan tersebut dengan mengirim kode persetujuan 00002681.
Akan ada balasan bahwa permintaan layanan telah dikonfirmasi. Balasan tersebut berisi nama, kode booking antrean, serta tanggal dan jam mendapatkan pelayanan. Pembatalan bisa dilakukan dengan mengetik #batal.

5. Lewat Calo/Biro Jasa -->u.

Yah ini adalah pilihan terakhir untuk membuat passpor lewat calo / biro jasa, anehnya calo / biro jasa dapat membuat passpor tanpa perlu mengambil nomer antrian, kerenkan... tapi dari biaya yang resmi pembuatan passpor Sebesar Rp 355.000 lewat calo bisa Rp 700.000-1000.000 untuk prose 3 hari dan untuk yang 1 Hari jadi dari Rp 900.000 - Rp 1.600.000

Dimana ya reformasi pembuatan passport yang katanya mempermudah.. ternyata saat ini sulit sekali membuat passpor dengan cara normal... ketika passpor itu mendesak maka Calo denngan harga yang tinggi adalah satu-satunya pilihan





Selasa, 13 Juli 2010

Setting Koneksi Internet Telkomsel, Indosat, XL, Telkom, Mobile8, Starone dan Esia
Layanan koneksi internet baik itu GSM atau CDMA, selain di wap browser (standar browser untuk handphone), tentu juga bisa di komputer. Untuk di komputer harus dibuatkan setting dialup connection terlebih dahulu, dengan parameter disesuaikan operator selular yang kita pakai. Berikut adalah settingnya untuk tiap-tiap operator :

1. Telkomsel Flash – Halo/Simpati/As (Waktu)
Dial Up Number : *99***1#
User Name :
Password :
Access Point : FLASH
Extra Setting : at+cgdcont=1,”IP”,”flash”


2. Telkomsel GPRS – Halo/Simpati/As (Data)
Dial Up Number : *99***1#
User Name : wap
Password : wap123
Access Point : TELKOMSEL
Extra Setting : at+cgdcont=1,”IP”,”internet”


3. Indosat – Matrix – (Data)
Dial Up Number : *99***1#
User Name :
Password :
Access Point : www.satelindogprs.com
Extra Setting : at+cgdcont=1,”IP”,” www.satelindogprs.com”



4. Indosat – Mentari – (Data)
Dial Up Number : *99***1#
User Name : indosat
Password : indosat
Access Point : www.satelindogprs.com
Extra Setting : at+cgdcont=1,”IP”,” www.satelindogprs.com”


5. Indosat – IM3 – (Data)
Dial Up Number : *99***1#
User Name : gprs
Password : im3
Access Point : www.indosat-m3.net
Extra Setting : at+cgdcont=1,”IP”,” www.indosat-m3.net”


6. Indosat – IM3 – (Waktu)
Dial Up Number : *99***1#
User Name : indosat@durasi
Password : indosat@durasi
Access Point : www.indosat-m3.net
Extra Setting : at+cgdcont=1,”IP”,” www.indosat-m3.net”


7. XL – Xplor/Bebas/Jempol (Data)
Dial Up Number : *99***1#
User Name : xlgprs
Password : proxl
Access Point : www.xlgprs.net
Extra Setting : at+cgdcont=1,”IP”,” www.xlgprs.net”


8. Telkom Flexi – Classy/Trendy (Data)
Dial Up Number : #777
User Name : telkomnet@flexi
Password : telkom
Access Point :
Extra Setting : at+crm=1


9. Telkom Flexi – Classy/Trendy (Waktu)
Dial Up Number : 080989999
User Name : telkomnet@instan
Password : telkom
Access Point :
Extra Setting : at+crm=0


10. Mobile 8 – Fren
Dial Up Number : #777
User Name : m8
Password : m8
Access Point :
Extra Setting :


11. Starone
Dial Up Number : #777
User Name : starone
Password : indosat
Access Point :
Extra Setting :


12. Esia (Waktu)
Dial Up Number : #777
User Name : esia
Password : esia
Access Point :
Extra Setting :

Senin, 03 Mei 2010

Negara Republik Indonesia bertujuan untuk mensejahterakan seluruh rakyat, begitulah tujuan yang tersurat Dalam UUD45 yang merupakan dasar hukum tertinggi di Indonesia. Dalam kenyataanya Jauh panggang dari API, dimana dalam peringatan Hari Buruh Sedunia 1 Mei 2009 hampir serempak buruh meminta di hapuskan sistem kerja kontrak dan OUtsourcing, yang secara jelas menjatuhkan dan mencederai harga diri bangsa.

Banyak perusahaan asing yang menganggap pekerja indonesia itu bodoh dan dapat di bodohi, dengan adanya sistem Outsourcing manusia Indonesia tidak ada nilainya dan tidak memiliki harga diri, dimana Manusia Indonesia tidak lebih dari sebuah angka, ya angka yang dapat di hemat dan dapat di perlakukan seenaknya oleh perusahaan. tidak ada penghargaan terhadap pekerja, dimana Department Tenaga kerja & transmigrasi tidak optimal mengawasi sistem ousourcing.

Sehingga pekerja bisa kapan saja untuk di PHK, dan sebab ini Outsourcing itu membawa kemiskinan kepada pekerja, bagaimana tidak tenaga kerja outsourcing atau kontrak tidak mendapat kenaikan gaji, belum lagi potongan yang dikenakan oleh perusahaan outsourcing yang memberikan Pekerjaan kepada Karyawan tersebut.

Saya berfikir tujuan Outsourcing itu adalah menekan biaya pengeluran, Seandainya Pemerintah atau PNS itu di Outsourcing apakah pemerintah setuju...?, Karena PNS saat ini hanyalah Cost Center, dimana pekerjaan santai, gaji besar.. dan banyaknya biaya yang harus dikeluarkan. Karena selama ini pemerintah cenderung tidak peduli dengan Keadaan karyawan Outsourcing.

Oleh karena itu untuk rasa keadilan, bagaimana jika pemerintah menghapus sistem outsourcing atau karyawan pemerintah menjadi karyawan Outsourcing saja. karena karyawan pemerintahan cenderung berkinerja buruk dan merupakan sumber biaya yang besar bagi keuangan negera.

Jika pemerintah menolak karyawannya di Outsourcing, maka pemerintah harus berani menghapuskan sistem kerja Outsourcing bagi pekerja Swasta... itu baru keadilan bagi para pekerja... Semoga hal ini dapat di pertimbangkan oleh Para Pekerja pemerintah untuk dapat memperjuangkan para tenaga kerja Outsourcing

Setuju untuk PNS yang Di Outsourcing...

Erwin arianto

Senin, 04 Januari 2010

Plat Merah dan Plat Kuning, Mungkin begitu gambaran yang saya berikan untuk pemberian fasilitas mobil mewah untuk para pejabat dan pemberian fasilitas kendaraan umum untuk masyarakat. Sungguh Ironi bangsa ini dimana masih tinggi tingkat kemisminan, Pengangguran, Anggka Kurang Gizi, Putus Sekolah, dan buruknya layanan kesehatan untuk masyarakat, pemerintah SBY yang katanya di pilih rakyat (walau tidak semua memilihnya) menghambur-hamburkan uang untuk membeli mobil mewah untuk para pejabat negera,Tidak hanya para menteri, pimpinan dewan juga mendapat jatah yang sama Sekretariat Negara membagi-bagikan 150 unit mobil itu kepada para pejabat tinggi negara

Sungguh Sebuah DOSA besar yang dilakukan oleh para pejabat Tinggi negera, sebuah penistaan atas amanat kepercayaan rakyat,

dimana saat pemilu semua memberi janji manis tidak perduli dari partai oposisi atau partai Koalisi pemerintah, semua berjanji manis, tapi apa boleh di kata Tabiat dari para pejabat yang hanya "memanfaatkan rakyat " jika ada maunya pun terulang, kekecewaan puluhan tahun terulang kembali, Pejabat saat ini sama saja dengan jaman SOeharto.

Mungkinkah semboyan "Bisa" yang di dengungkan Partai penguasa saat ini adalah kependekan dari "bisa membodohi rakyat, Bisa memaksimalkan Korupsi, dan Bisa-bisa lainya seperti Ular yang berbisa". Melihat Kelakuan dari para pejabat rasa pesimistis pasti telah melekat di sanubari Rakyat. Pemberian adalah mobil dinas itu adalah sebuah akal bulus untuk menghabiskan anggaran negara, belum menunjukan kinerjanya tetapi sudah minta fasilitas mewah.

Coba bandingkan dengan fasilitas yang di terima oleh rakyat (plat kuning) kita bisa saksikan di jalan-jalan dimana hampir sebagian besar pemilik syah bangsa ini (rakyat Indonesia) mendapat fasilitas kendaraan Butut yang mengantar mereka menjalani kehidupan, dengan adanya Impor Mobil bekas untuk kendaraan Umum, Impor kereta bekas untuk, fasilitas Umum, mengapa hal itu tidak dilakukan untuk jatah Kendaraan pejabat yaitu import mobil bekas untuk para pejabat yang ada.

Dan saat ini di balik fasilitas yang mewah, banyak kendaraan plat merah yang di pakai untuk kepentingan pribadi, di pakai jalan-jalan ke MAll, Atau pelesiran ke daerah-daerah wisata. Mungkin sudah saatnya di buat jajak pendapat kepada masyarakat perlukah seorang pejabat mendapat fasilitas yang lux, sedangkan rakyat sedang menderita. Masih teringat di benak kita mengenai kasus Lapindo yang sampai ini masih terkatung-katung, dimana Ribuaan Orang menderita karenanya, tetapi apa reaksi pejabat.. hanya sebuah retorika tidak ada penyelesaian secara komprehensif dan menyeluruh untuk rakyatnya.

Alasan pergantian kendaraan juga sangat lucu. Sekretariat Negara beranggapan bahwa mobil yang lama patut diganti karena sering masuk bengkel. Alasan yang menurut kita mengada-ada dan hanya berdalih dari sesuatu yang menjadi sorotan publik.sangat kontras dengan mereka yang juga menjadi pejabat di negara lain padahal kalau mau dibandingan, kehidupan ekonomi di negara-negara yang kita sebutkan di atas jauh lebih baik daripada kita.Kalau keadaan ini dibiarkan maka ujung-ujungnya hanyalah masalah waktu bahwa rakyat akan marah dan menyimpan kekecewaan. Masyarakat yang sulit mencari nafkah dan hidup hanya dari hari ke hari, tidak pernah membayangkan besarnya uang miliaran rupiah. Karena itu mereka akan sangat mudah terprovokasi kalau menyaksikan parade mobil-mobil mewah itu di gedung pemerintah dan gedung parlemen. Pemberi mandat hidup hina dan miskin sementara yang menerima mandat hidup sesuka hati dalam kemewahannya.

Coba kita bandingkan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan angka kemiskinan pada Maret 2009 sebesar 14,15% atau sebanyak 32,53 juta jiwa. sejak 2004--2009 angka kemiskinan hanya turun 2,45% dari 16,6% menjadi 14,15% atau hanya berkurang 3,57 juta jiwa. atau kita bisa lihat angka penganguran terbuka kita bisa dapatkan Angka Pengangguran 2009 Naik Jadi 9% Jumlah Pengangguran di Indonesia 9,43 Juta Orang.

Sungguh Ironi, dengan 150 Mobil mewah dan fasilitas mewah yang di terima pejabat, padahal sebenarnya dana pengadaan satu mobil bisa digunakan untuk besiswa bagi masyarakat. Untuk biaya pengadaan satu mobil bisa menggratiskan biaya pendidilan sekitar 2.300 siswa setingkat SMP dalam setahun. "Harga satu mobil itu dapat membiayai 2.300 siswa SMP selama satu tahun," lalu bagaimana dangan 150 mobil, silahkan anda kalikan sendiri.

Seandainya uang yang digunakan untuk diberikan sebagai fasilitas mewah di pakai untuk kepentingan rakyat seperti membuatkan fasilitas untuk rakyat seperti proyek perbaikan kendaran umum, atau pemberian perumahan murah untuk rakyat, atau perbaikan Gizi untuk balita dan pemberantasan gizi buruk, atau pemberian gratis pendidikan untuk seluruh rakyat Indonesia, atau Pengentasan kemiskinan dengan membuat Perusahaan yang membantu mengurangi kemiskinan, dan program-program pro kepada rakyat.

Memang alasan pemberian fasilitas mewah untuk menekan angka korupsi, tetapi kenyataanya para pejabat yang mendapat fasilitas mewah tetap korupsi, malah angka korupsi meningkat, jadi benarkah pejabat yang mendapat gaji dan fasilitas tidak akan korupsi, jawabnya tidak juga. jadi dari pada di berikan kepada pejabat yang korup yang selalu mencari peluang untuk korupsi, lebih baik di berikan untuk kesejahteraan rakyat bukan untuk kesejahteraan pejabat.

Apakah kita akan diam dan berpangku tangan melihat kesewenang-wenangan yang terjadi, melihat drama pelecehan keadilan yang terus-menerus di pertontonkan oleh para pejabat, tidakah anda marah, geram, gusar, melihat ini, mengapa untuk rakyat selalu

kekurangan dana, mengapa untuk Mobil yang tidak sepatutnya pemerintah terlalu bermurah hati, maka saya mengajak masyarakat untuk bersatu.. mari kita mendukung "gerakan 2.000.000 Facebooker Tolak Fasilitas Mewah Pejabat Negara"

http://www.facebook.com/home.php?ref=home#/group.php?gid=228157770845&ref=ts .....

ayo mulai undang teman-teman anda bergabung dalam gerakan ini facebook ini, kalau bukan kita siapa lagi yang peduli pada nasib bangsa ini.... saatnya kita bersatu dan beraksi untuk nasib kita.. yang selalu di bohongi dan di buat bodoh oleh para pejabat korup....

Tulisan ini saya posting di
Htpp://erwin-arianto.blogspot.com

Realita yang ada pada generasi muda Saat ini, secara mayoritas sedang terbuai dengan ribuan jaring kemungkaran modernisasi, seperti perzinaan dengan berbagai modelnya, namun justru ia sering dijadikan standar kemajuan dan globalisasi. pada dasarnya Seks merupakan alat kelamin yang diciptakan Tuhan untuk dua maksud, yaitu untuk pembuangan zat-zat sampah dalam tubuh dalam bentuk air seni dan juga untuk keperluan reproduksi.

Jika seks dan seksualitas itu merupakan hal yang baik, bagaimana dengan hubungan seksual itu sendiri? Hubungan seksual itu merupakan hal yang baik , namun tentu saja pada koridor yang tepat, yaitu pada hubungan pernikahan dan dengan pasangannya (suami/istrinya),Tuhan menciptakan alat kelamin pada tubuh manusia dengan sungguh amat baik bahkan Tuhan menyuruh untuk beranak cucu dan bertambah banyak sehingga dapat memenuhi dan memimpin bumi. Hal ini merupakan perintah Tuhan sendiri. Jadi sesungguhnya hubungan seksual itu merupakan sesuatu yang baik, hubungan seksual selain baik juga indah tapi pada waktunya, yaitu setelah pernikahan. Itbahwa antara suami istri bila telanjang pun tidak malu. Mengapa tidak malu? Karena memang tidak ada yang salah dengan ketelanjangan itu saat mereka sudah menjadi suami istri.

Hubungan seksual yang tidak pada waktunya itu adalah suatu kesalahan, suatu dosa. sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan.Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam diri yang tidak terkendali. Hubungan seksual sebelum pernikahan disebut dengan istilah percabulan. Termasuk di dalam percabulan adalah tindakan seksual yang dilakukan oleh diri sendiri yang bertujuan memuaskan diri sendiri. Hubungan seksual setelah pernikahan dengan bukan pasangannya (suami/istrinya) disebut sebagai perzinahan.

Saya pernah membaca di salah satu situs di internet mengenai seseorang yang mengaku telah tidak perawan lagi karena telah melakukan hubugan seksual sebelum pernikahan. Wanita tersebut merasa sangat takut dan kuatir akan masa depannya, yaitu takut dan kuatir jika tidak ada pria yang bersedia menikahinya karena dirinya sudah tidak perawan lagi. Pria yang meminta kekasihnya untuk berhubungan seksual dengannya sebelum pernikahan ini merupakan suatu penjahat besar yang membunuh kekasihnya. Ya, permintaan untuk melakukan hubungan seksual sebelum pernikahan bukanlah tanda cinta, namun merupakan tanda perbuatan yang penuh mementingkan diri sendiri. Mengapa saya katakan ia membunuh kekasihnya? Karena saat hubungan seksual dilakukan sebelum pernikahan, sang pria telah merusak diri si wanita. Hal yang seharusnya dilakukan secara indah dan baik setelah pernikahan, dilakukan sebelumnya dan merusak hidup wanita itu.

Pria memang dilahirkan dengan kecenderungan alamiah memikirkan mengenai masalah seksualitas jauh lebih sering dari wanita. Jika seorang wanita meminta hubungan seksual dengan pria ini, sesungguhnya wanita ini secara paksa meminta mengikatkan diri kepada pria ini.Dari banyak kasus pria yang sudah melakukan hubungan seksual sebelum pernikahan ini akan menderita dalam mengendalikan dirinya terhadap kecenderungan pemikiran seksualnya jauh lebih sulit daripada sebelum ia telah melakukan hubungan seksual.

Bagaimana jika kekasih Anda meminta hubungan seksual sebelum pernikahan sebagai tanda Anda mencintainya? TOLAK! Ya, tolak saja! Jika ia memaksa dan mengatakan Anda tidak mencintainya karena tidak mau melakukan hubungan seksual dengannya, Anda tegur kekasih Anda dengan tegas. Jika ia masih terus memaksa, lebih baik Anda putuskan saja hubungan Anda. Karena dia bukanlah yang terbaik untuk anda, jika anda memelih memberikan seks sebelum nikah.. apakah anda berani menanggung resiko pembunuhan kepercayaan diri dan masa depan anda...?

menurut Islam perbedaan antara cinta dan seks sebagai nafsu. Cinta adalah mawaddah wa rahmah, sedang nafsu seks sebagai naluri adalah nafsu syahwat. Keduanya hanya bisa bersatu dalam perkawinan, karena berseminya cinta yang terjadi sesudah pernikahan adalah cinta yang dijamin oleh Allah Ta'ala, sebagaimana tercantum dalam surat Ar-Rum ayat 21, artinya: "Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikannya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir."

Mengapa setelah pernikahan hubungan seksual menjadi boleh dilakukan? Karena pada saat pernikahan seorang pria dan seorang wanita melakukan ikat janji di hadapan Tuhan . Ikat janji di hadapan Tuhan inilah unsur yang memang hanya ada pada saat pernikahan, bukan pada pertunangan apalagi pada pacaran.

Jadi Say No To Free Sex before Maried... Ingat resiko yang akan anda derita lebih besar dari pada manfaatnya... jika pasangan anda mencintai anda, dia akan menjaga anda, jika pasangan anda mengajak anda untuk melakukan seks sebelum menikah, maka dia tidak benar-benar mencintai anda.....


Kamis, 10 Desember 2009

Negara Indonesia Adalah Negara Hukum, bukan negara kekuasaan, begitulah indahnya tulisan yang tercatat dalam Undang-undang kita, tapi sungguh menyedihkan tentang Carut marutnya hukum yang ada di Indonesia. reformasi yang sudah berjalan Hampir 10 tahun tetap menyisakan ketidak samaan hukum antara pejabat dan Rakyat biasa.

Masyarakat meyakini bahwa hukum lebih banyak merugikan mereka,dan sedapat mungkin dihindari. Bila seseorang melanggar peraturan lalu lintas misalnya, maka sudah jamak dilakukan upaya “damai” dengan petugas polisi yangbersangkutan agar tidak membawa kasusnya ke pengadilan . Memang dalam hukum perdata, dikenal pilihanpenyelesaian masalah dengan arbitrase atau mediasi di luar jalur pengadilan untuk menghemat waktu dan biaya. Namuntidak demikian hal nya dengan hukum pidana yang hanya menyelesaikan masalah melalui pengadilan. Di Indonesia,bahkan persoalan pidana pun masyarakat mempunyai pilihan diluar pengadilan.

Pendapat umum menempatkan hakim pada posisi “tertuduh” dalam lemahnya penegakan hukum di Indonesia, namundemikian peranan pengacara, jaksa penuntut dan polisi sebagai penyidik dalam hal ini juga penting. Suatu dakwaan yangsangat lemah dan tidak cermat, didukung dengan argumentasi asal-asalan, yang berasal dari hasil penyelidikan yangtidak akurat dari pihak kepolisian, tentu saja akan mempersulit hakim dalam memutuskan suatu perkara. Kelemahan
penyidikan dan penyusunan dakwaan ini kadang bukan disebabkan rendahnya kemampuan aparat maupun ketiadaan sarana pendukung, tapi lebih banyak disebabkan oleh lemahnya mental aparat itu sendiri. Beberapa kasus menunjukkanaparat memang tidak berniat untuk melanjutkan perkara yang bersangkutan ke pengadilan atas persetujuan dengan pihakpengacara dan terdakwa, oleh karena itu dakwaan disusun secara sembarangan dan sengaja untuk mudah dipatahkan.

Penyelesaian konflik dengan kekerasan terjadi secara sporadis di beberapa tempat di Indonesia. Suatu persoalanpelanggaran hukum kecil kadang membawa akibat hukuman yang sangat berat bagi pelakunya yang diterima tanpamelalui proses pengadilan. Pembakaran dan penganiayaan pencuri sepeda motor, perampok, penodong yang dilakukan massa beberapa waktu yang lalu merupakan contoh. Menurut Durkheim masyarakat ini menerapkan hukum yang bersifat
menekan (repressive). Masyarakat menerapkan sanksi tersebut tidak atas pertimbangan rasional mengenai jumlahkerugian obyektif yang menimpa masyarakat itu, melainkan atas dasar kemarahan kolektif yang muncul karena tindakanyang menyimpang dari pelaku. Masyarakat ingin memberi pelajaran kepada pelaku dan juga pada memberi peringatananggota masyarakat yang lain agar tidak melakukan tindakan pelanggaran yang sama.

Dalam beberapa kasus terbukti adanya kasus korupsi dan kolusi yangmelibatkan baik polisi, kejaksaan, maupun hakim dalam suatu perkara. Kasus ini biasanya melibatkan pengacara yangmenjadi perantara antara terdakwa dan aparat penegak hukum. Fungsi pengacara yang seharusnya berada di kutubmemperjuangkan keadilan bagi terdakwa , berubah menjadi pencari kebebasan dan keputusan seringan mungkin dengan segala cara bagi kliennya. Sementara posisi polisi dan jaksa yang seharusnya berada di kutub yang menjaga adanya kepastian hukum, terbeli oleh kekayaan terdakwa. Demikian pula hakim yang seharusnya berada ditengah-tengah dua kutub tersebut, kutub keadilan dan kepastian hukum, bisa jadi condong membebaskan atau memberikan putusan
seringan-ringannya bagi terdakwa setelah melalui kesepakatan tertentu.

Dengan skenario diatas, lengkaplah sandiwara pengadilan yang seharusnya mencari kebenaran dan penyelesaian
masalah menjadi suatu pertunjukan yang telah diatur untuk membebaskan terdakwa. Dan karena menyangkut uang,
hanya orang kaya lah yang dapat menikmati keadaan inkonsistensi penegakan hukum ini. Sementara orang miskin (atau
yang relatif lebih miskin) akan putusan pengadilan yang lebih tinggi.

Inkonsistensi penegakan hukum merupakan masalah penting yang harus segera ditangani. Masalah hukum ini paling
dirasakan oleh masyarakat dan membawa dampak yang sangat buruk bagi kehidupan bermasyarakat. Persepsi
masyarakat yang buruk mengenai penegakan hukum, menggiring masyarakat pada pola kehidupan sosial yang tidak
mempercayai hukum sebagai sarana penyelesaian konflik, dan cenderung menyelesaikan konflik dan permasalahan
mereka di luar jalur. Cara ini membawa akibat buruk bagi masyarakat itu sendiri.Pemanfaatan inkonsistensi penegakan hukum oleh sekelompok orang demi kepentingannya sendiri, selalu berakibatmerugikan pihak yang tidak mempunyai kemampuan yang setara. Akibatnya rasa ketidakadilan dan ketidakpuasantumbuh subur di masyarakat Indonesia.
Penegakan hukum yang konsisten harus terus diupayakan untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap
hukum di Indonesia.

Dalam Kasus Bibit & Chandra yang di perkarakan oleh Negara dapat dilihat bagaimana Rekayasa hukum dengan mudah terjadi, Dalam Kasus salah tangkap JJ Riadi, dan penembakan Sopir angkot di depok, dapat dilihat betapa ringan hukuman bagi aparat yang bersalah. Dalam Kasus prita yang telah di vonis bersalah dan dikenakan sanksi hukum membayar RP 204 juta, dapat kita lihat betapa ketidak adilah hukum telah terjadi jaksa begitu gagah menhukum pihak yang tak bersalah. dan dapat kita lihat betapa antusiasnya masyarakat untuk membantu dengan mengumpulkan koin receh untuk membayar denda hukuman yang ada.
Sungguh memalukan bahwa Harga Hukum di Indonesia hanyalah Seharga Koin Recehan yang dikumpulkan masyarakat untuk membantu sesamanya.

Apakah sama Aparat Penegak Hukum dengan Pengamen?, dalam beberapa kasus oknum aparat adalah pengamen yang mengais rezeki dengan menyanyikan lagu rekayasa. Mari tingkatkan harkat martabat hukum di Indonesia jangan sampai Harga Hukum sama dengan Koin Recehan.

EA

Rabu, 09 September 2009

salam,

sedikit sejarah sosok terkenal Wong Fei Hung ... sayang tidak ada sumber
rujukan/tulisan. most likely dari sini:
http://mahardhikazifana.com/religion-philosophy-agama-filsafat/wong-fei-hung-adalah-seorang-muslim.html

--
Sesungguhnya, hanya dengan mengingat Allah, hati akan tenang.
now surely by Allah's remembrance are the hearts set at rest.
N'est-ce point par l'évocation d'Allah que se tranquillisent les coeurs.
im Gedenken Allahs ist's, daß Herzen Trost finden können.
>> al-Ra'd [13]: 28


WONG FEI HUNG

Selama ini kita hanya mengenal Wong Fei Hung sebagai jagoan Kung fu dalam film Once Upon A Time in China . Dalam film itu, karakter Wong Fei Hung diperankan oleh aktor terkenal Hong Kong , Jet Li. Namun siapakah sebenarnya Wong Fei Hung?

Wong Fei Hung adalah seorang Ulama, Ahli Pengobatan, dan Ahli Beladiri legendaris yang namanya ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional China oleh pemerintah China. Namun Pemerintah China sering berupaya mengaburkan jatidiri Wong Fei Hung sebagai seorang muslim demi menjaga supremasi kekuasaan Komunis di China.

Wong Fei-Hung dilahirkan pada tahun 1847 di Kwantung (Guandong) dari keluarga muslim yang taat. Nama Fei pada Wong Fei Hung merupakan dialek Canton untuk menyebut nama Arab, Fais. Sementara Nama Hung juga merupakan dialek Kanton untuk menyebut nama Arab, Hussein. Jadi, bila di-bahasa-arab-kan, namanya ialah Faisal Hussein Wong.

Ayahnya, Wong Kay-Ying adalah seorang Ulama, dan tabib ahli ilmu pengobatan tradisional, serta ahli beladiri tradisional Tiongkok (wushu/kungfu). Ayahnya memiliki sebuah klinik pengobatan bernama Po Chi Lam di Canton (ibukota Guandong). Wong Kay-Ying merupakan seorang ulama yang menguasai ilmu wushu tingkat tinggi. Ketinggian ilmu beladiri Wong Kay-Ying membuatnya dikenal sebagai salah satu dari Sepuluh Macan Kwantung. Posisi Macan Kwantung ini di kemudian hari diwariskannya kepada Wong Fei Hung.

Kombinasi antara pengetahuan ilmu pengobatan tradisional dan teknik beladiri serta ditunjang oleh keluhuran budi pekerti sebagai Muslim membuat keluarga Wong sering turun tangan membantu orang-orang lemah dan tertindas pada masaitu. Karena itulah masyarakat Kwantung sangat menghormati dan mengidolakan Keluarga Wong.

Pasien klinik keluarga Wong yang meminta bantuan pengobatan umumnya berasal dari kalangan miskin yang tidak mampu membayar biaya pengobatan. Walau begitu, Keluarga Wong tetap membantu setiap pasien yang datang dengan sungguh-sungguh. Keluarga Wong tidak pernah pandang bulu dalam membantu,tanpa memedulikan suku, ras, agama, semua dibantu tanpa pamrih.

Secara rahasia, keluarga Wong terlibat aktif dalam gerakan bawah tanah melawan pemerintahan Dinasti Ch'in yang korup dan penindas. Dinasti Ch'in ialah Dinasti yang merubuhkan kekuasaan Dinasti Yuan yang memerintahsebelumnya. Dinasti Yuan ini dikenal sebagai satu-satunya Dinasti KaisarCina yang anggota keluarganya banyak yang memeluk agama Islam.

Wong Fei-Hung mulai mengasah bakat beladirinya sejak berguru kepada Luk Ah-Choi yang juga pernah menjadi guru ayahnya. Luk Ah-Choi inilah yang kemudian mengajarinya dasar-dasar jurus Hung Gar yang membuat Fei Hung sukses melahirkan Jurus Tendangan Tanpa Bayangan yang legendaris.

Dasar-dasar jurus Hung Gar ditemukan, dikembangkan dan merupakan andalan dari Hung Hei-Kwun, kakak seperguruan Luk Ah-Choi. Hung Hei-Kwun adalah seorang pendekar Shaolin yang lolos dari peristiwa pembakaran dan pembantaian oleh pemerintahan Dinasti Ch'in pada 1734.

Hung Hei-Kwun ini adalah pemimpin pemberontakan bersejarah yang hampir mengalahkan dinasti penjajah Ch'in yang datang dari Manchuria (sekarang kita mengenalnya sebagai Korea ). Jika saja pemerintah Ch'in tidak meminta bantuan pasukan-pasukan bersenjata bangsa asing (Rusia, Inggris, Jepang), pemberontakan pimpinan Hung Hei-Kwun itu niscaya akan berhasil mengusir pendudukan Dinasti Ch'in.

Setelah berguru kepada Luk Ah-Choi, Wong Fei-Hung kemudian berguru pada ayahnya sendiri hingga pada awal usia 20-an tahun, ia telah menjadi ahli pengobatan dan beladiri terkemuka. Bahkan ia berhasil mengembangkannya menjadi lebih maju. Kemampuan beladirinya semakin sulit ditandingi ketika ia berhasil membuat jurus baru yang sangat taktis namun efisien yang dinamakan Jurus Cakar Macan dan Jurus Sembilan Pukulan Khusus. Selain dengan tangan kosong, Wong Fei-Hung juga mahir menggunakan bermacam-macam senjata.

Masyarakat Canton pernah menyaksikan langsung dengan mata kepala mereka sendiri bagaimana ia seorang diri dengan hanya memegang tongkat berhasil menghajar lebih dari 30 orang jagoan pelabuhan berbadan kekar dan kejam di Canton yang mengeroyoknya karena ia membela rakyat miskin yang akan mereka peras.

Dalam kehidupan keluarga, Allah banyak mengujinya dengan berbagai cobaan. Seorang anaknya terbunuh dalam suatu insiden perkelahian dengan mafia Canton . Wong Fei-Hung tiga kali menikah karena istri-istrinya meninggal dalam usia pendek. Setelah istri ketiganya wafat, Wong Fei-Hung memutuskan untuk hidup sendiri sampai kemudian ia bertemu dengan Mok Gwai Lan, seorang perempuan muda yang kebetulan juga ahli beladiri. Mok Gwai Lan ini kemudian menjadi pasangan hidupnya hingga akhir hayat. Mok Gwai Lan turut mengajar beladiri pada kelas khusus perempuan di perguruan suaminya.

Pada 1924 Wong Fei-Hung meninggal dalam usia 77 tahun. Masyarakat Cina,khususnya di Kwantung dan Canton mengenangnya sebagai pahlawan pembela kaum mustad'afin (tertindas) yang tidak pernah gentar membela kehormatan mereka. Siapapun dan berapapun jumlah orang yang menindas orang miskin, akan dilawannya dengan segenap kekuatan dan keberanian yang dimilikinya. Wong Fei-Hung wafat dengan meninggalkan nama harum yang membuatnya dikenal sebagai manusia yang hidup mulia, salah satu pilihan hidup yang diberikan Allah kepada seorang muslim selain mati Syahid. Semoga segala amal ibadahnya diterima di sisi Allah Swt dan semoga segala kebaikannya menjadi teladan bagi kita, generasi muslim yang hidup setelahnya. Amiin.

Selasa, 08 September 2009

Biar Gemuk asal Sehat

Minggu, 6 September 2009 | 03:21 WIB

Putu Fajar Arcana & Budi Suwarna

Mungkin tagline "Biar gemuk asal sehat" terdengar klise dan zadul (zaman dulu) kalau kita ingat kalimat, "Biar lambat asal selamat" yang sering ditulis di belakang bak truk. Tetapi, belakangan prinsip "hidup" itu mencuat menjadi semacam perlawanan dari kaum pemilik tubuh gemuk.

Ferawati Wibisono (29), pemilik berat badan 88 kilogram, mengaku pernah tertekan dan kemudian terpaksa menenggelamkan diri dalam usaha pelangsingan tubuh. Selama empat bulan tahun lalu, ia mengikuti program diet, akupunktur, dan menjalani injeksi obat penurun berat badan.

"Ketika injeksi untuk keempat kalinya, seluruh tubuh saya bengkak dan memerah. Kata dokter alergi," tutur Fera, Selasa (2/9) di Jakarta. Kenyataan memilukan itu ditambah pula dengan keadaan Fera yang makin lemah karena diet keras. "Sampai-sampai ketika jalan aku nabrak kaca. Kata dokter, aku kekurangan nutrisi," tambah perempuan yang selalu tampil berkaus, celana pendek, dan sandal jepit ini.

Semua usaha itu terpaksa dijalani Fera karena tekanan yang begitu keras dari keluarga. Orang-orang terdekat dalam hidupnya itu justru selalu memojokkannya dengan memanggil "kapal selam". "Bahkan, ada yang mengejek, sebentar lagi tubuhku enggak bisa masuk ke pintu rumah," ujar Fera.

Tekanan juga dialami Vreda Wuisan, pemilik berat badan 80 kilogram, dan penyanyi remaja Tina Toon (16). Vreda pernah melakukan upaya memperoleh tumbuh langsing melalui akupunktur, minum obat penahan lapar, diet, dan berolahraga secara keras. "Hasilnya enggak seberapa karena dasar tulangku besar ya tetap saja kelihatan gemuk," tutur dia.

Tina bahkan pernah sakit gara-gara melakukan diet selama 10 hari. "Aku diet diem-diem. Ketat sekali untuk mengejar target turun berat badan," katanya. Diet keras dilakukan Tina lantaran keinginan tampil langsing dalam sampul album I Love Music. Ia memang berhasil menurunkan berat badan tiga kilogram. "Tetapi, habis pemotretan, makan jadi luar biasa, aku juga sakit," tambah Tina yang dulu dikenal sebagai penyanyi cilik bertubuh bulat ini.

Titik balik

Sakit umumnya kemudian menjadi titik balik bagi sebagian orang untuk berhenti menguruskan badan secara ekstrem. Sejak mengalami sakit tifus sebanyak tiga kali akibat olahraga berlebihan serta bengkak-bengkak karena alergi obat tadi, Fera mengaku kapok. Ia kini menerima dirinya apa adanya.

"Sekarang aku tetap berolahraga secukupnya, tetapi yang terpenting tetap sehat. Itu prinsip," kata Fera sembari menambahkan kesehatan dan kebugaran tubuhnya boleh dibandingkan dengan mereka yang bertubuh langsing.

Vreda mengatakan, definisi cantik yang harus selalu langsing dan berkulit putih adalah rekayasa industri. Celakanya, itulah kini yang menjadi opini setiap orang. "Gemuk tidak berarti tidak cantik, lho. Buatku sih, yang penting sehat dan happy," kata dia.

Vreda menuding rekayasa industri itu bahkan sampai pada soal bahan pakaian. Industri berkepentingan, kata Vreda, menyediakan bahan baku sedikit, tetapi bisa menjual dengan harga tinggi. "Karena kalau mereka membuat pakaian untuk orang gemuk, bahannya lebih banyak habis," kata Vreda yang bergelut di bidang rumah produksi ini.

Paula Josepha Ratnaningtyas (38) dengan berat badan 92 kilogram dengan tinggi tubuh 153 cm mungkin lebih percaya diri dan santai dalam menjalani hidup. Sejak kecil, ia mengaku sudah terbiasa mendengar ledekan orang. "Aku dipanggil Sai. Sai, jangan salah, bukan sayang, tetapi bonsai. Aku cuek saja," kata dia.

Kendati memiliki tubuh gemuk sejak kecil, Naning, begitu Paula Josepha Ratnaningtyas dipanggil, tidak pernah tergoda mengikuti program olahraga, diet, apalagi pengobatan untuk memperoleh tubuh ramping. Buat Naning, kecantikan tak mesti diterjemahkan dengan ramping dan putih, tetapi pada sikap.

"Sangat bodoh kalau ada orang termakan iklan pelangsing, lalu beli korset Rp 7 juta. Susah benar hidup, mau langsing saja harus menderita. Kalau dasarnya gemuk, ya gemuk saja," kata Naning.

Guna melawan dominasi definisi cantik oleh industri itulah, Naning dan Fera kemudian bergabung dengan Xtra-L Big Community yang didirikan Ririe Bogar dan Lulu Lustanti tahun 2007. Komunitas ini bahkan berkomunikasi lewat mailing list Xtra-L_Community@ yahoogroups. com dan belakangan juga menggunakan facebook.

"Dulu, kami pernah mengadakan fashion show sebagai ajang happy-happy, sekarang sih komunitas ini buat kumpul-kumpul saja," tutur Naning. Komunitas, tambahnya, lebih banyak dimanfaatkan sebagai wahana saling mendukung, berbagi rasa dan informasi, serta tentu saja mencari pasangan hidup.

"Fera ketemu jodohnya di komunitas. Sebentar lagi bakal menikah," ungkap Naning. Fera tersenyum kecil membenarkan kata-kata sahabatnya itu.

Dalam kredo Xtra-L Big Community, sebagaimana diungkapkan Ririe Bogar kepada Kompas (11/11/2007) , mereka berkepentingan berada dalam satu komunitas untuk memperbesar kekuatan pendobrakan terhadap hegemoni "nilai" kecantikan yang ditebarkan dunia industri.

"Kami menjadi semacam supporting group untuk mendobrak konsep kecantikan yang dipercaya selama ini. Di forum ini, Anda akan menemukan punya ukuran besar tidak berarti tidak bisa jadi cakep, cakap, menarik, elegan, sexy, dan tentunya sehat!" tandas Ririe.

Biasanya, kata Fera, para anggota komunitas melakukan kegiatan rutin setiap pekan seperti jalan kaki di kawasan Senayan dan berenang di Kuningan, Jakarta.

Bagi Naning dan Vreda, perlawanan terhadap hegemoni kecantikan yang terpenting harus keluar dari diri sendiri. "Enggak ada gunanya ramping kalau dalam sikap sehari-hari tidak disukai orang," ujar Naning yang meyakini bentuk tubuh tak ada kaitannya dengan sikap dan kebaikan seseorang.

Pada akhirnya, prinsip paling baik yang harus dipegang para pemilik tubuh gemuk adalah biar gemuk asal sehat. "Buat aku yang penting hidup dibikin happy bo..," ujar Vreda. (XAR)

Selasa, 07 Juli 2009

pagi itu langit begitu cerah, dan sinar mentari menerobos rimbunnya dedaunan menyinari wajah-wajah yg lelah tapi tetap bersemangat meski kepanasan serta basah bermandikan keringat. nampak kerumunan orang serta ada antrian yg lumayan panjang di banyak tempat menunggu giliran mencoblos. tapi aneh juga ya, kok bisa terjadi antrian ? padahal jauh-jauh hari para engamat telah memprediksi pemilu kali ini akan sepi karena semakin banyaknya GOLPUT alias golongan putih yg udah apatis dengan pemilu. namun dengan adanya antrian tersebut, membuat banyak orang jadi bertanya-tanya, apakah ini sebuah pertanda kepercayan masyarakat terhadap partai politik udah pulih ? atau ada alasan yang lain ? itulah gambaran sekilas tentang hari dimana semua orang diminta menggunakan hak pilih nya sebagai warga negara utk memilih calonpemimpinnya. ya, itulah pemilihan umum. dan dengan memakai speaker besar panitia pun memutar lagu pemilu yang terdengar sangat nyaring cukup mengganggu kenyamanan.

pemilihan umum telah memanggil kita seluruh rakyat menyambut gembira hak demokrasi pancasila, hikmah indonesia merdeka
pilihlah wakilmu yang dapat dipercaya pengemban amanat yang setia di bawah Undang Undang Dasar 45, kita menuju ke pemilihan umum......

pemilu, yang katanya adalah pesta demokrasi, kenyataannya sering kali menimbulkan banyak kericuhan. entah kericuhan antar endukung partai saat berkampanye terbuka di jalan atau ditempat hiburan, atau pada saat penghitungan suara. itu memang salah satu dinamika pemilu. bukan hanya terjadi di negara kita, bahkan di negara yang katanya paling demokratis serta paling maju di dunia sekalipun yaitu Amerika.

contohnya kasus penghitungan suara pemilu presiden tahun 2000 lalu yang berlarut-larut prosesnya hingga beberapa bulan yg akhirnya dinyatakan dimenangkan George W Bush dg selisih suara yang sangat tipis. ironis sekali memang, amerika yg mengklaim diri negara paling maju teknologi informasinya di dunia ternyata sama aja dengan negara kita yaitu terjadi kisruh / kekacauan pada saat proses penghitungan suara, hal itu menimbulkan banyak cemoohan baik di dalam maupun diluar negeri. baik media cetak berupa karikatur maupun di media elektronik seperti internet dan terutama di televisi berupa parodi yang bukan hanya di AS, tapi juga di negara maju lainnya.

kalau saya sendiri jujur saja, kurang begitu yakin dg manfaat demokrasi. karena dalam demokrasi keputusan yg diambil selalu ber-dasarkan suara terbanyak. jika ada 10 orang maling melawan 2 orang yg kecurian, maka si maling itulah yang pasti akan menang !!! bayangkan jika hal itu terjadi di DPR, dimana sebagian besar anggotanya adalah koruptor !saya yakin anda sudah bisa mengira-ngira, keputusan / produk undang-undang macam apa yg akan dibuat ! & hasil survey tentang persepsi masyarakat
pun menempatkan DPR sebagai lembaga terkorup di atas kepolisian ! maka wajar aja jika akhirnya muncul sebuah parodi di salah
satu stasiun tv yang berjudul democrazy.....democracy memang crazy !

karena itulah saya ingin ada presiden yang berani membubarkan DPR ! bukan karena ia ingin berkuasa secara mutlak, tapi karena ingin memperbaiki indonesia secara total. alhamdulillah, akhirnya pemilu bisa berjalan dengan relatif lancar. kekhawatiran selama ini akan terjadi huru-hara ternyata tdk terjadi. kini, para pemilih berdebar-debar menunggu
siapa yang akhirnya terpilih untuk memimpin negeri ini sesuai dengan hasil penghitungan suara. semua stasiun televisi saling berlomba-lomba menyiarkan liputan hasil penghitungan suara.data hasil penghitungan suara di tiap daerah terus-menerus di update agar diketahui hasil penghitungan terkini. agar para pemirsa punya sedikit gambaran siapa kira-kira calon yg bakal
memenangkan pemilu, sambil menunggu hasil penghitungan akhir yg resmi diumumkan oleh KPU, maka cara perhitungan cepat atau quick count pun ikut ditampilkan. para pemirsa makin berdebar-debar, siapa gerangan presiden yang terpilih & akan memimpin negeri ini utk 5 tahun ke depan ......?

melihat antusiasme para pemilih yang lumayan tinggi untuk mencoblos, membuat banyak pihak yang merasa heran dan penasaran dengan hal itu. apa sih yang jadi alasan sebenarnya ? pada hal selama ini para pakar dan pengamat politik meyakini bahwa pemilih yg memilih untuk tidak memilih alias golput / golongan putih jumlahnya akan sangat besar. bahkan pernah terjadi suara golput melebihi jumlah suara partai pemenang pemilu ! ironis kan ! namun syukurlah, prediksi para pakar tersebut tidak terbukti dan malahan para pemilih sangat antusias utk memilih calon presidennya. hal ini tak urung membuat banyak
kalangan jadi bertanya-tanya. utk mencari jawaban atas penomena tersebut, para reporter / wartawan baik dari media cetak
maupun elektronik berlomba mengumpulkan data dengan mewawancarai para pemilih dariberbagai golongan, daerah, umur serta jenis
kelamin. berikut rangkuman hasi wawancara tersebut.

1. Fiza H ( mungkin dulu ibunya ngidam pizzakali ya ) 22 tahun mahasiswa : saya sangat terkesan dg visi pak mustofa. dari seluruh pemimpin besar dunia hingga kini, baru pak mustofa ini yg bervisi akan menjadikan satu negara sebagai kingdom of heaven !
2. Dona ( ibunya pasti ngidam banget donat ) 21 tahun mahasiwi : saya sangat terkesan karena pak mustofa bilang akan melakukan referendum untuk membubarkan DPR. saya udah enek melihat kelakuan angota dewan yg bisanya cuma korupsi !
4. Titi ( dulu ibunya ngidam apa ya ? ) 37 tahun ibu rumah tangga: anak saya hobinya nonton tv melulu gak mau belajar, jika pak mustofa mengatur ulang pertelevisian & mengurangi jam tayang, semoga anak saya jadi rajin...
4. rudi ( bukan rh cell ya ) 47 tahun dosen : jika capres independen yang menang saya tentu berharap dia 100% berjuang utk rakyat, bukan utk kepentingan partai ! dengan itu, tak perlu lagi kompromi politik dlm penyusunan kabinetserta dlm menyelesaikan masalah kenegaran
5.sugiharti ( ibunya mungkin pengen jadi orang kaya) 18 tahun pelajar: saya pilih pak mustofa habis dia ganteng sih.... hihihi
6.Sumijo ( mungkin sumijo = suka mikir jorokya ) 40 tahun petani : bapak mustofa berjanjiakan menjadikan pertanian serta perikanan Sebagai prioritas utama pembangunan. saya harap hal itu akan membuat nasib kami jadi lebih baik !
7. Joram (bukan joram= jorok amat ) 35 tahunkaryawan : dia janji akan memotong gajinya hingga 70 % serta gaji pejabat tinggi negara lainnya. baguslah ! harusnya mereka sadar dari dulu bahwa gaji mereka itu hasil pajakkeringatku ! enak aja mereka bergaji tinggi sedangkan gajiku hanya UMR doang, UMR negara kita kan kurang layak !
8. edi tansil ( ejekulasi dini tanpa hasil kale ya ) 41 th pengusaha : saya ingin lihat janji pak mustofa yg katanya akan menghukum mati para koruptor, bisa nggak dia membuktikan. jika para koruptor beneran dibasmi hingga birokrasi lebih bersih, saya senang karena tak perlu lagi nyiapin anggaran siluman......
9. ferry ( bukan ferry alias ryan si pembunuh berantai) 28 tahun wartawan : saya senang pak mustofa bilang akan meminta pers utk ikut mengawasi kinerja pejabat / aparat.
10.sumanto pelayan toko bukan sumanto yang suka makan daging orang ya: ah paling juga omong doang ! gak percaya aku dengan janji para capres !
11 viktor (emang dia berpikiran kotor) 31 tahunsopir : saya harap pungli-pungli diberantas,hingga saya bisa bawa setoran untuk biayasekolah anak.
12. hasan 23 tahun santri : saya terpesona pak mustofa karena berjanji akan mengusulkan diadakannya seorang pemimpin tertinggi utk umat islam sepeti halnya paus.

itulah rangkuman hasil wawancara oleh para reporter, hampir semuanya merasa terpesona oleh visi & misi pak mustofa & sangat berharap beliau bisa melakukan perubahan besar untuk memajukan negara kita tercinta ini agar rakyat bisa makmur beneran, bukan cuma sekedar meniupkan angin surga... dan kini, tibalah saatnya KPU mengumumkan secara resmi hasil penghitungan akhir suara. dan ternyata, pak mustofa menang mutlak dg memborong 70 % suara, jauh mengungguli jumlah suara para pesaingnya. hasil itu sama dengan hasil wawancara yg dirangkum oleh para reporter tadi. rakyat sangat bergembira menyambut kemenangan pak mustofa, yangdiyakini akan membawa perubahan yg besar, radikal & signifikan untuk membawa negara ini menuju cakrawala / fajar baru yang lebih menjanjikan.setelah resmi diumumkan sebagai presiden terpilih, pak mustofa pun segera bekerja utk
mencari dan menyeleksi para calon anggota kabinetnya. tak ada pesta syukuran, apalagi hura-hura mabuk kemenangan. dia langsung bekerja keras utk menyiapkan pemerintahan baru yang benar-benar sesuai harapan publik setelah resmi dilantik nanti.
akhirnya, tibalah saat pelantikan. pertanyaan yg sangat besar & menggunung dari seluruh rakyat, bisakah dia mewujudkan janjinya.....?

sEMOGA president terpilih bisa menjadi seperti pak mustofa... kalau kualitas seperti ini lebih baik tidak memilih, dosanya akan saya bawa ke akhirat, nanti tuhan meminta pertanggung jawab atas pemilihan pemimpin saya bingung menjawabnya, habis saya sudah banyak dosa memilih para president pendahulu yang kelakuanya menyengsarakan rakyat, itu juga saya sudah puasa senin kamis dan mandi bunga tujuh rupa untuk mohon ampun sama tuhan karena salah memilih pemimpin, lalu seperti apa pemimpin kita selanjutnya apakah akan tetap sama seperti ini atau kah lebih buruk lagi ya... Semoga indonesia merdeka dari pembodohan pemimpin yang tak tahu malu... merdeka

Selasa, 30 Juni 2009

Penglaris, katanya jika mau melancarkan rejeki berusaha harus memiliki jimat atau sesuatu pegangan, benarkah seperti itu apa adanya, bagi sebagian bangsa Indonesia hal itu adalah suatu yang lumrah, tapi sadarkah bahwa hal itu termaksud dalam dosa besar dalam islam yaitu menyekutukan Allah.

Urusan klenik, memang sangat sulit dilepaskan dari kehidupan masyarakat kita. Animisme dan aroma perdukunan masih kental terasa, padahal ajaran Islam yang menyerukan tauhid sangat bertentangan dengan hal tersebut. Cobalah tengok salah satunya, tindakan sebagian masyarakat yang mengaku muslim, mereka menggunakan berbagai jimat demi melariskan barang dagangan atau melancarkan rezeki. Kocek pun dirogoh dalam-dalam hanya untuk mendapatkan jimat, yang dipercaya dapat mendatangkan rezeki yang berlebih.

Rezeki oleh Allah telah ditentukan pembagianya ada yang mendapat banyak dan ada yang mendapat sedikit, disanalah letak kuasa Allah. Allah telah menentukan kadar rezeki untuk setiap hamba-Nya, di antara mereka ada yang diberi kelapangan rezeki, sebagian lagi disempitkan rezekinya. Ada yang kaya, dan ada yang papa. Ada yang berlebih dan ada yang pas-pasan. Rezeki yang akan diperoleh seorang hamba di dunia ini, semenjak lahir hingga meninggal dunia telah ditetapkan dan ditentukan sebagaimana tercantum dalam hadits yang diriwayatkan oleh imam Bukhari dan Muslim bahwa Allah ta’ala telah memerintahkan malaikat-Nya untuk menetapkan empat perkara, dan diantaranya adalah kadar rezeki seseorang.

Seorang yang menggunakan jimat untuk meraih kekayaan termasuk dalam kategori yang diharamkan Islam. Banyak pejabat yang mendatangi ‘orang pintar’ (baca: dukun) untuk membeli jimat agar kekuasaannya langgeng. Di sisi lain, tidak sedikit para artis mendatangi paranormal (baca: para tidak normal) agar diberikan jimat sehingga ordernya tidak sepi dan dirinya tetap ‘laku’. Untuk yang satu ini, salah seorang teman pernah berkomentar, ‘Wah, udah profesinya merugikan masyarakat, pakai cara-cara yang gak benar lagi’. Jimat pun kerap digunakan oleh para pebisnis dan pedagang untuk menarik minat konsumen. Mulai dari ‘wiridan’ (baca: mantra-mantra yang diramu dengan bahasa arab atau dari sebagian ayat al-Qur’an namun prakteknya tidak dituntunkan dalam Islam), amalan-amalan yang tidak jelas asal-usulnya (seperti puasa pati geni, puasa ngebleng, dll) sampai celana dalam pun telah dijajal oleh mereka yang percaya akan keampuhan jimat dalam melariskan dagangan.

Rezeki hanya diperoleh dengan kerja keras, keuletan dan tawakal kepada Allah ta’ala, bukan dengan jimat. Beberapa fakta justru membuktikan kegagalan-lah yang akan ditemui oleh mereka yang bergantung pada jimat. Ada yang ludes harta bendanya karena telah mengeluarkan duit dalam jumlah yang banyak untuk memperoleh jimat yang ampuh sementara bisnisnya tak kunjung berhasil. Ada yang mendatangi dukun untuk memperoleh jimat, namun kebangkrutan yang dia temui. Bukan dirinya yang kaya, namun dukunlah yang kaya. Kok bisa kesuksesan dan rezeki dapat diperoleh dengan jimat? Kok bisa orang yang menggantungkan harapan kepada jimat bisa meraih kesuksesan

"Apakah berhala-berhalamu itu dapat menghilangkan kemudharatan itu? Atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, apakah mereka mampu menolak rahmat-Nya?. Katakanlah: "Cukuplah Allah bagiku." Kepada-Nyalah orang-orang yang berserah diri bertawakal." (QS. Az Zumar [39>: 38)


Bingung dengan para calon presiden saat ini bertanya dalam hati adakah benar-benar yang ingin menjadi pemimpin dengan tujuan mulya ingin mensejahterakan rakyar, bukan mensejahterakan pribadi dan kelompoknya saja? tapi kayanya mencari orang yang bertujuan mulya seperti itu seperti mencari jarum pada tumpukan jerami, sangat sukar.

persoalan kebangsaan saat ini sebenarnya harus diselesaikan dengan sikap konsisten dan kejujuran. Untuk itu, pemimpin bangsa dari tingkat RT-RW kelurahan, kecamatan sampai dengan President harus bisa melaksanakan sikap tersebut sebaiknya setiap calon president saat ini jangan melakukan aksi pamer: pamer kekuatan, pamer massa, dan pamer kekayaan, melainkan menuntaskan agenda reformasi untuk kesejahteraan rakyat secara total dengan menegakkan keadilan dan kesejahteraan bangsa.

saat rakyat telah jengah terhadap seluruh calon presiden saat ini, karena capres tampak sekali banyak pemimpin yang gagal hidup bersih dan jujur dengan memperbanyak aktivitas korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) di semua bidang. Banyak yang tidak peduli penderitaan rakyat dengan pamer kekayaan, pamer massa, dan pamer kekuatan.

kalau diistilahkan tipe peminpin yang suka pamer adalah tipe pemimpin gaya burung merak adalah tipe pemimpin yang digambarkan sebagai burung merak. Suka pamer akan apa yang dimilkinya, baik harta kekayaan, ilmu pengetahuan, kecakapan, ketampanan, pangkat dan sebagainya. Mereka suka pamer. Takabur, seolah-olah dialah yang paling pinter dan gagah, tapi kepada apa yang dialami rakya berbeda dengan apa yang mereka ucapkan.

rekan-rekan sebangsa setanah air pemilu capres semakin dekat, hati-hati memilih calon pemimpin, jangan memilih pemimpin yang jago make-up atau membuat sesuatu yang jelek tampak bagus, padahal sesuatu yang busuk akan tetap busuk. pilihlah pemimpin bukan karena ngefans sama dia, pilih lah pemimpin yang memiliki program dan visi yang bisa memberi kearah yang lebih baik, jangan karena serangan fajar kita memilih pemimpin, pilih dengan hati nurani anda, semoga Indonesia di beri pemimpin yang terbaik untuk semua permasalahan yang kita hadapi

Salam
Erwin Arianto

Rabu, 17 Juni 2009

Beberapa waktu kita dikagetkan dengan beberapa kasus yang secara tidak langsung menceritakan tentang hubungan antara Masyarakat awam, Kekuasaan dan penegakan Hukum. Saat ini masyarakat awam menilai hukum hanya akan berlaku perkasa ketika berhadapan dengan Masyarakat awam, dan Hukum akan tampak loyo ketika berhadapan dengan Uang dan Kekuasaan.

Hukum adalah kumpulan peraturan hidup dalam suatu masyarakat yang teratur, bersifat memaksa, mengikat dan dapat dipaksakan, Peraturan hukum berjalan dengan baik bila benar-benar mencerminkan rasa keadilan dan kehendak sebagian besar masyarakat. dari pendapat diatas, yang mngkin sudah mengalami perubahan dan penyesuaian berdasarkan dinamika dalam kehidupan di Indonesia waktu ini, perlu ditekankan bahwa peraturan hukum hanya bisa berjalan baik, kalau masyarakat mematuhinya, dan penegak hukum menjalankankan tugas dan kewajibannya sebagaimana mestinya.

Akan menjadi sangat runyam, jika penegak hukum sendiri melanggar atau mengabaikan peraturan-peraturan hukum yang berlaku atas pertimbangan-pertimbangan subejktip, dan / atau menjadikan peraturan-peraturan itu peluang untuk menambah penghasilan. Kalau tokh kita ingin menuntut masyarakat patuh, kewibawaan dan kredibilitas penegak hukum pertama-tama harus dipulihkan, lembaga-lembaga negara harus menjalankan tugas dan kewajiban mereka dengan baik, dan peraturan-peraturan yang tidak tepat direvisi sebagaimana mestinya. Marilah kita berpikir rasional dengan memakaikan akal sehat. Tidak hanya berdalih untuk membenarkan kekurangan / kekeliruan dalam bertugas.

Hukum di Indonesia masih tebang pilih, ketika masyarakat awam yang tidak mengtahui hukum dan tidak mampu menyewa pengacara maka hukum dapat diterapkan sewenang-wenang tergantung dari yang berwenang memutuskan hukuman, contoh kasus prita yang diduga kasus tersebut adanya penambahan hukum yang berat kepada Ibu prita terkait dengan kasus penipuan dan kebebasan mengemukan pendapat di muka umum.

Tapi saat ini karena adanya kebebasan Informasi selain kekuatan Uang, dan kekusaan yang dapat mempengaruhi hukum ternyata ada kekuatan lain yang dapat mempengaruhi atau merubah hukum yaitu Opini Publik. Coba anda perhatikan mengapa Prita dapat bebas dari tuntutan rumah sakit OmNI international? karena adanya opini publik yang kuat yang dibuat media Formal(koran, Majalah, televisi) dan Media Informal (yang dikelola masyarakat umum, BLoG, Milist, situs jejaring sosial, dll) yang dapat membantu dan menekan Penegakan hukum dalam merubah atau mengungkap suatu kasus.

opini publik memang tidak dapat dilepaskan dari sistem politik demokrasi. Oleh karena itu, opini publik dianggap sebagai cerminan “kehendak” rakyat setiap aparat yang berwenang sepertinya memperhatiakan atas opini publik yang ada. Opini publik sendiri dapat dilukiskan sebagai proses yang menggabungkan pikiran, perasan, dan usul yang diungkapkan oleh warga negara secara pribadi terhadap suatu kempentingan atas suatu masalah yang ada dan beredar di masyarakat.

Memang kekuatan opini publik dalam ranah hukum adalah sebuah kekuatan baru sebagai penyimbang dari adanya kekuatan uang dan kekuasaan yang selama ini dengan mudah dapat mengintervensi sebuah keputusan hukum, siapa yang jadi motor penggerak kekuatan opini publik media, dan kumpulan dari masyarakat dalam suatu kesatuan informasi yang terintegrasi dan hal ini dapat dilakukan dengan mudah pada media electronic khusunya Internet, dimana dalam Internet setiap warga bisa dengan bebas memberi informasi yang sebenar-benarnya tanpa ada intervensi pihak lain asal bisa di pertanggung jawabkan.

Jadi mari jadi sebuah agen perubahan dengan melaporkan setiap kejadian yang janggal atas HUkum yang berlaku pada media atau pembentukan opini publik pada media internet (milist, Blog, Situs jejaring sosial atau media lainya), sebenarnya hal ini tidak perlu terjadi asal hukum di negeri ini dapat bergerak sesuai aturan yang berlaku dan tidak diinternsi oleh kekuasaan dan uang. Semoga Indonesia menjadi negara yang mempunyai hukum yang tepat dan tidak bisa diintervensi oleh kekuatan uang dan Kekuasaan, dan Tingginya Moral.

Erwin arianto


Rabu, 10 Juni 2009


Publik mungkin sekarang udah ga sabar untuk mendengar secara langsung jawaban dari pihak Boediono. Bukan dengan menutup-nutupi isu, tapi yang diperlukan adalah klarifikasi yang cerdas serta tidak membodohi dan menutup-nutupi. Intinya bukan memasalahkan apa agama Bu Hera, tapi masalah keterbukaan dan transparansi.

Tidak ada salahnya bila rakyat ingin mengetahui kenyataan sebenarnya. Tidak ada salahnya juga andaikan benar Bu Hera beragama Katholik.


Kenapa harus disembunyikan, justru kalau ditutup-tutupi, andaikan benar Bu Hera beragama Katholik, jadinya seakan-akan memeluk agama Katholik itu hal yang memalukan..


***



Tulisan terpopuler hari ini (09/06) rasanya kok berbau sara meskipun toh judulnya dikemas rapi, “Apa salah jika istri Boediono beragama Katholik”. Tulisan yang dibuat sebagai tanggapan dari tulisan “Sesama Katholik dengan Bu Hera Boediono, Uppz, Uppz, This It’s Not SARA Share”.



Aneh memang selera membaca orang Indonesia, senang membaca tulisan berbau sara dan belum jelas kebenarannya. Gosip, gosip, digosok makin sip. Kebanyakan nonton gosip di TV kalee.



Apalagi yang digosipin Istri-istri pasangan capres. Waduh, ga heran deh kalau gossip ini bisa mendapat rating pembaca yang tinggi. Rating tertinggi hari ini, dikompasiana. Tulisan bocahndeso - 9 Juni 2009 - Dibaca 2687 Kali - tak masuk lagi dalam katagori terpopuler minggu ini, padahal tulisan wartawan senior Pepih Nugraha - 8 Juni 2009 - Dibaca 1813 Kali - pada posisi ke 8 rating minggu ini saat tulisan ini dibuat rabu dini hari (10/9).



Namun berita istri pasangan capres, terutama Bu Hera Budiono belum begitu tampak di media mainstream. Jangan-jangan ini isu tidak menjadi penting bagi media mainstream.



Mungkin karena istri pasangan capres masih sebatas konco wingking ?. Waduh maaf, masa iya sih di tengah isu gender yang mainstream.



Gosip mengenai istri cawapres Boediono ini perlu tidaknya mendapat klarifikasi dari pihak keluarga atau yang mewakilinya sangat tergantung dari mereka.



Gosip ini menjadi seru ketika beberapa kader PKS meminta istri dari SBY – Boediono untuk mengenakan jilbab. Kull walau ayah, sampaikan ayat-ayat Allah meski satu ayat, semangatnya.



Sedangkan Prof. Dr. Suparman, mantan konsultan Bapennas saat Boediono menjabat Menteri Pembangunan Negara Nasional /Kepala Bappenas mengungkapkan, istri Boediono memang non muslim. “ Ya, memang katolik”, ujar Suparman kepada Indonesia Monitor, kamis (28/5).



Ah, binun, binun jadinya. Wong namanya gossip. Mentang-mentang jilbab lagi tren. Lo, kalau ga salah pakaian yang seperti jilbab kan ga hanya monopoli Islam. Toh suster dari Katholik pun juga berpakaian kaya jilbab.



Begitu pun, tidak jadi soal. Ada kawan saudaraku yang bernama Kristiani Yudianto juga pakai jilbab.. Bu Kristiani yang sudah punya 2 anak sarjana ini pakai jilbab sejak suaminya ikut pilkades, atau pilkada saya lupa. Ah apa arti sebuah nama, toh niatnya baik tak mengumbar aurat. Syukur deh kalau dia sudah menjadi mualaf.



Terus apa masalahnya ?, la wong hanya pakaian aja.



He he blogger sekarang emang ada-ada aja di otaknya. Kesadaran kritis blogger, anugrah atau bencana neh.



Positif thinking aja deh, mungkin sang blogger ga mau golput lagi pilpres 2009 mendatang. Meniru jejak budayawan sujiwo sutejo neh naga-naganya.



Publik mungkin sekarang udah ga sabar untuk mendengar secara langsung jawaban dari pihak Boediono.





Artikel ini dapat dibaca di :

Katholik kah Hera Boediono (Ibu Cawapres SBY), Publik Masih Bertanya ?.

http://public.kompasiana..com/2009/06/10/katholikah-hera-boediono-ibu-cawapres-sby-publik-masih-bertanya/




***





Saya juga khatolik dan sangat menghargai toleransi hidup beragama, saya juga percaya bahwa setiap orang siapa pun dia sebagai warga negara Indonesia berhak untuk menduduki kursi istana kepresidenan.



Apalagi kalau dia khatolik seperti Bu Hera Boediono, masalahnya baik khatolik maupun islam tidak bisa menerima hubungan kawin campur ini, karena masing-masing menganggapnya zina.



Jika SBY-Boediono terpilih maka status Bu Hera Boediono adalah ibu negara dan menjadi simbol panutan dan teladan bagi rakyat, masalahnya contoh kawin campur ini bisa menjadi pembenaran bahwa hal itu bisa dilakukan dan diterima oleh ke dua agama itu, nah..apa yang terjadi jika demikian…



Saya tidak bermaksud mengangkat masalah ini sebagai SARA, namun diantara kita sesama penganut agama yang berbeda perlu saling menghargai akan kemurnian agama kita masing-masing.



Masalah berikutnya Boediono tidak pernah mengakui secara jujur dengan kondisi ini kepada public, sehingga bisa menimbulkan fitnah dan issu SARA.



Bagaimana tanggapan teman2 atas cerita ini,…tq

Mohon pencerahannya.



Btw :
Bu Hera Katholik dinyatakan oleh prof.dr. Suparman, Direktur Paska Sarjana Univ. Tarumanegara mantan konsultan Bappenas. Baca tabloid monitor edisi 3-9 Juni 2009 hal.7…





Artikel ini dapat dibaca di :

Notes FB Eva; “Sesama Katholik dengan Bu Hera Boediono, Uppz, This It’s Not SARA Share”.

http://public.kompasiana.com/2009/06/08/notes-fb-eva-sesama-katholik-dengan-bu-hera-boediono-uppz-this-its-not-sara-share/



***





Sebagai calon Ibu Wapres, wajar saja bila statusnya dipertanyakan oleh rakyat. Bahkan Obama pun ketika menjadi calon presiden AS sempat dipertanyakan tentang agamanya, karena banyak yang menganggap Obama masih beragama Islam, dan isu itu bisa menjatuhkan popularitasnya.



Tapi dengan penjelasan yang baik, tanpa menutup-nutupi, akhirnya rakyat AS bisa diyakinkan bahwa Obama bukan muslim.



Walau pun oleh lawan-lawan politiknya, sempat namanya dihubung-hubungkan dengan Saddam Hussein, karena nama lengkap Obama adalah Barrack Hussein Obama, tapi isu itu tidak menyebabkan Obama gagal menjadi Presiden.



Bukan dengan menutup-nutupi isu, tapi yang diperlukan adalah klarifikasi yang cerdas dan tidak membodohi dan menutup-nutupi.



Jadi yang dibutuhkan adalah membuat klarifikasi tentang isu yang berkembang, sehingga rakyat bisa tahu kenyataan sebenarnya, bukan dengan cara menutup-nutupi kenyataan sebenarnya.



Tidak ada salahnya kalau Bu Hera beragama Katholik, dan tidak ada salahnya bila rakyat ingin mengetahui kenyataan sebenarnya, dan tentunya tidak ada salahnya bila kenyataan/fakta yang sebenarnya tersebut dijadikan oleh sebagian orang sebagai dasar untuk menentukan pilihan dalam Pilpres mendatang.



Bukankah kita menganggap rakyat sudah lebih dewasa untuk memilih sehingga juga sudah selayaknya diberi akses untuk mengetahui hal-hal yang mendukung kedewasaan mereka untuk memilih.



Jadi intinya bukan memasalahkan apa agama Bu Hera, tapi masalah keterbukaan dan transparansi.



Mungkin sebagian kita yang menjadi pembaca kompasiana, seperti beberapa komentar yang masuk, faktor agama istri Cawapres tidak menjadi masalah penting dalam menentukan pilihan dalam Pilpres, tapi mungkin banyak juga rakyat di luar sana, pemilih lain yang masih punya prinsip yang lain dalam menentukan pilihan. Komunitas pembaca kompasiana paling banyak satu juta orang, sangat-sangat kecil dibandingkan pemilih awam yang mungkin puluhan bahkan ratusan juta jumlahnya.



Sekali lagi bukan mempersoalkan apa agama Bu Hera, tapi point pentingnya adalah para pemilih bisa mempunyai informasi yang sejelas-jelasnya sebelum menentukan pilihan, termasuk masalah agama istrisalah satu kandidat.



Kenapa harus disembunyikan kalau memang beragama Katholik.



Justru kalau disembunyikan, jadinya seakan-akan memeluk agama Katholik itu hal yang memalukan, sampai harus ditutup-tutupi.


Bukankah Indonesia mengakui 5 agama besar, termasuk Katholik.



***



Saya terkejut membaca postingan di kompasiana yang berjudul : Notes FB Eva ; “ Sesama Katholik dengan Bu Hera Boediono, Uppz, This It’s Not SARA Share ” .



Bukan karena saya terkejut dengan berita bahwa isterinya Boediono beragama Katholik. Tapi saya terkejut, betapa ini ada hubungannya dengan gencarnya peringatan dari beberapa kalangan agar tidak menggunakan isu SARA dalam kampanyenya. Tak ketinggalan pula KPU juga mengeluarkan pernyataan serupa soal itu.



Apakah informasi mengenai agama yang dianut oleh ibu Herawati Bodiono ini adalah SARA yang harus dijauhkan dari pemberitaan ?. Apa informasi ini harus ditutup-tutupi ?.



Apa bedanya dengan informasi keagamaan dari isteri-isteri Capres lainnya ?. Jika berita itu benar, mengapa musti takut mengakuinya ?. Karena, tak ada salahnya jika isteri Boediono beragama Katholik.



Masyarakat justru harus diberikan informasi yang sejelas-jelasnya dan sejujur-jurnya. Dengan informasi yang tersaji itu diharapkan malahan akan menjadikan makin dewasanya masyarakat Indonesia.



Masyarakat Indonesia harus dibiasakan dengan kejujuran dan transparansi. Dan dibiasakan dengan melihat adanya perbedaan, asalkan perbedaan itu tidak saling dipertentangkan dan tidak saling mengganggu antara satu dengan yang lainnya.



Informasi mengenai agama ibu Herawati Boediono itu sama, seperti juga informasi bahwa Jusuf Kalla berasal dari Makasar dan isterinya berasal dari Minang. Lalu Wiranto asalnya dari Solo Jawa Tengah, isterinya dari Gorontalo Sulawesi. Sedangkan EsBeYe dari Pacitan Jawa Timur dan isterinya dari Purworejo Jawa Tengah. Dan Boediono dari Blitar Jawa Timur.



Apa salahnya dengan informasi-informasi itu ?. Rasanya tak ada yang perlu ditutupi. Itu informasi yang biasa saja. Itu adalah realitas dari multi etnik dan multi agama yang ada di Nusantara yang ber-Bhineka Tunggal Ika.

Jika pun berita itu benar, maka apa salahnya jika isteri Boediono beragama Katholik ?.



Mengapa musti ditutup-tutupi, masyarakat Indonesia sangat menghormati asas Bhineka Tunggal Ika. Berikan saja informasi sejujur-jujurnya, karena tak ada salahnya jika Istri Boediono beragama Katholik.



Jadi ?. Benarkah isteri Boediono beragama Katholik ?.





Artikel dapat dibaca di :

Apa Salahnya jika Istri Boediono Beragama Katholik ?.

http://public.kompasiana.com/2009/06/09/apa-salahnya-jika-istri-boediono-beragama-katholik/



***





Bagi saya NKRI itu dengan segala tetek bengek kelebihan dan kekurangan yang ada serta segala kesenjangan yang ada, merupakan “Komitmen Final dan Tidak Ada Alternatif Lain”, yang masih kurang dan kesenjangan itu, janganlah di bawa pada issu perpecahan, tetapi menjadi tantangan kita bersama, bahu membahu antara rakyat, pemimpin, dan pemerintah untuk memupus kelemahan dan kesenjangan tersebut.



Dalam konteks ini tentu di musim Pilpres hal ini menjadi urgent karena Presiden merupakan Top Leader dan markotop untuk menstimulus perubahan menuju yang lebih baik.



Sungguh sebuah kearifan besar jika rakyat kita bisa menjatuhkan pilihan tepat sesuai keyakinan mereka, siapa kontestan yang bisa membawa perubahan ke arah yang lebih baik itu.



Tentu pula, bahwa adalah suatu kearifan besar, jika kita semua, apa itu penulis atau media bisa memberikan informasi yang sangat jelas, siapa sebenanarnya para kontestan Pilpres kita. Karena kunci pembangunan yang berhasil sederhana hanya ada 2 hal penting yaitu; Transparansi dan Akuntabilitas..



Jika kedua hal ini bisa dikuatkan, maka pemerintah berproses merajut mekanisme tata pemerintahan yang lebih baik atau kerennya di sebut “Good Governance”, dan pada sisi yang sama secara paralel dan simultan rakyat kita juga merajut berproses menuju tatanan “Civil Society” atau social capital, sehingga proses berdemokrasi lebih sehat, dewasa dan mencerahkan bangsa ini.



Karena polarisasi powership mengalami perimbangan antara pemerintah dan rakyat. Oposan akan termanifestasi dengan sendirinya dalam bentuk manuver partai. Tatanan ini akan membawa di mana issu SARA tidak lagi memakan korban, seperti yang terjadi pada Ruhut Sitompul serta chaos massa bisa diantisipasi lebih dini agar tidak terjadi.



NKRI, selama kita semua berstatus WNI, siapapun dia, darimana pun dia, kemana pun dia, bagaimana pun arah sikap pilihan Pilpresnya, dan bagaimana pun bentuk rupa pola sataus budaya, agama, sosial dan ekonominya semua harus tetap bersatu dalam NKRI.



Bukankah dalam sebuah firman di titahkan, “Kita diciptakan dalam perbedaan agar saling kenal mengenal”, dan kita pun percaya apa pun agama kita, kita selalu yakin dan percaya bahwa Tuhan yang kita anut dan sebut itu adalah Tuhan yang menciptakan semua mahluk dan alam semesta itu, demikian pula pada orang yang berbeda agama dengan kita.



Nah, pertanyaan newsnya, apakah Tuhan yang kita sebut masing-masing dengan kata berbeda itu juga berbeda dengan Tuhan yang lain karena nyebutnya juga berbeda, kalau berbeda berarti Tuhan kita banyak. Jika ini jawabnya, pantesan kita saat ini masih terjajah dalam ekonomi neoliberalisme plus kerdil dalam berdemokrasi.



Sesungguhnya jawaban ideal dan seharusnya itu adalah sama, tapi kita nyebutnya berbeda sesuai dengan konteks agama kita, bahwa Tuhan itu cuma satu atau saya menyebutnya “Paradigma Satu’ di blog saya.



Nah, lho…, apakah berarti agama itu semua sama, ranah jawaban pertanyaan ini hanya boleh dijawab di dalam batin dan hati kita masing-masing, bukan konsumsi publik.



Jika Tuhan bertitah, “Kita diciptakan berbeda agar saling mengenal”, tentunya kita tercipta berbeda agama juga adalah bagian dari titah itu. Akhirnya karena itu kita perlu bersatu, kalau kita semua sama, apa urgentnya “Pancasila”.



Apapun itu, siapa pun itu, dan bentuk rupanya apa pun itu, sing pokoe “Eling Lang Waspodo” karena kita ini hanya seonggok mayat yang berjalan, dikatakan mayat karena setiap hari setiap lubang di tubuh kita mengeluarkan bau busuk.


Jadi sadarlah aku. Sungguh kita hidup hanya untuk antri mati.


Wallahualam





Artikel ini dapat dibaca di :

Sikap Bijaksana Bocah Katrok Menilai Bu Hera.

http://public.kompasiana.com/2009/06/10/sikap-bijaksana-bocah-katrok-menilai-bu-hera-beragama-katolik/



***


Dua Penulis Surat Pembaca Dituntut Hukuman Penjara


http://id.news.yahoo.com/antr/20090604/tpl-dua-penulis-surat-pembaca-dituntut-h-cc08abe.html



Antara - 2 jam 29 menit lalu



Jakarta (ANTARA) - Dua orang penulis surat pembaca, Khoe Seng Seng alias Aseng (44) dan Kwee Meng Luan alias Winny (47), masing-masing dituntut satu tahun dan dua tahun penjara dalam kasus gugatan pencemaran nama baik.







Jaksa Penuntut Umum (JPU), Manna Sihombing, dalam Pengadilan Negeri Jakarta Timur di Jakarta, Kamis, mengatakan, kedua terdakwa melanggar pasal 310 dan 311 KUHP.



Menurut JPU, kedua terdakwa yang disidang secara terpisah itu telah mencemarkan nama baik pihak PT Duta Pertiwi dengan surat pembaca yang dikirimkan ke sejumlah media massa pada medio 2006.



JPU memaparkan, Aseng mengirimkan surat pembaca ke harian Kompas dan Suara Pembaruan, sedangkan Winny melakukan hal yang sama ke Suara Pembaruan.



Surat tersebut berisi keluhan terhadap PT Duta Pertiwi, perusahaan pengembang yang menjual kios di ITC Mangga Dua, Jakarta Utara, kepada Aseng dan Winny.



Menurut Aseng dan Winny dalam surat tersebut, PT Duta Pertiwi tidak pernah memberitahukan bahwa status tanah tempat berdirinya ITC Mangga Dua adalah milik Pemprov DKI Jakarta.



Hal itu diketahui setelah mereka ingin memperpanjang sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) yang ternyata statusnya bukan HGB murni tetapi HGB di atas tanah hak pengelolaan lahan (HPL) milik Pemprov DKI.



Namun, JPU dalam tuntutannya memaparkan bahwa baik Aseng maupun Winny telah mengetahui tentang status tersebut dalam rapat pada September 2006 antara pengembang dan pemilik kios serta dihadiri juga oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN).



Untuk itu, JPU menyatakan baik Aseng maupun Winny telah mencemarkan nama baik dari PT Duta Pertiwi dengan mengirimkan surat pembaca ke sejumlah media.



Kasus pencemaran nama baik ini memiliki kemiripan dengan kasus yang menimpa Prita Mulyasari (32), yang digugat pencemaran nama baik oleh RS Omni Internasional karena mengirim surat keluhan tentang pelayanan RS tersebut dalam bentuk email (surat elektronik) kepada kalangan terbatas.



Email Prita itu tersebar ke berbagai milis sehingga membuat RS Omni mengambil langkah hukum.



Bedanya, Prita dijatuhi pasal berlapis yakni Pasal 310 dan 311 KUHP serta Pasal 27 Ayat (3) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).



Pasal 27 Ayat (3) UU ITE itu membuat Prita diancam dengan hukuman enam tahun penjara, sehingga banyak pihak yang menganggap bahwa ancaman hukuman tersebut terlalu berlebihan bagi seseorang yang hanya menuliskan surat keluhan.

2009/6/11 Tan (Lionwings)
Koq Beda ????, rasa2nya?? Duta pertiwikan sama2 punya sinar Mas ???
koq si Prita dapat duit 20 juta malahan ???


Selasa, 02 Juni 2009

Melihat tayangan iklan Calon Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang sama persis dengan iklahn Indomie, jadi sedih karena kenapa seorang calon presiden Indonesia seperti itu, karena hal yang dilakukanya adalah sebuah plagiatisme yaitu meniru dari iklan Indomie tanpa ada nya perubahan sedikit pun dari iklan itu, hanya merubah SBY dengan Indomie.

Iklan Capres SBY sungguh sebuah plagiat murni dan terang-teranhan, sebuah plagiat adalahdengan sengaja mengambil ide,
pendapat, atau karya tulis orang lain, baik secara utuh atau dimodifikasi. dalam hal ini mengapa seorang calon presiden yang terhormat melakukan itu? apakah memang Capres SBY tidak punya Ide atau memang kebiasaan seperti itu?

Dibali sebuah Plagiatisme maka ada sebuah pencurian, yaitu pencurian ide kreatif yang dibuat oleh pemiliknya, selain itu seorang yang mengambil ide tersebut mencerminkan sebuah kemalasan berfikir atau memang tidak kreatif? lalu bagaimana hal ini bisa terjadi kepada calon presiden yang mempunyai tim sukses yang mempunyai banyak dana untuk membuat sesuatu yang kreatif?

Saya jadi berfikir nakal, jika promosi atau iklan dari seorang SBY secara terbuka dan terang-terangan mengambil ide sesorang, lalu bagaimana beliau menjalankan pemerintahanya, apakah dia benar-benar jujur? dalam hal ini saya tidak menuding SBY tidak jujur hal ini hanya menjadi buah pikiran pribadi. bukankah seorang pemimpin harus jujur, tidak boleh mencuri, termaksud mencuri ide dalam kampanye di televisi yang nota bene disaksikan oleh jutaan mata Warga negara Indonesia?

Tapi aneh juga tidak ada seorang pun yang berani untuk mengungkapkan hal ini, atau takut di gugat dan dipenjara karena mencemarkan nama baik? seperti Ibu prita yang disebut mencemarkan nama baik Omni International karena tulisan di milist? aneh memang bangsa ini, ketika De masiv atau sinetron-sinetron di sebut dalam beberapa situs internet sebagai plagiat hampir semua orang memusuhi band ini, tapi kenapa ketika Capres melakukan hal ini semua hanya diam, dan berkesan tidak peduli?

Kalau dipikir pencontohan ide iklan SBY bisa digeneralisir sebagai pencontohan tidak baik kepada masyarakat? bukankah seorang pemimpin akan menjadi contoh rakyatnya, apakah SBY ingin memberi contoh kepada masyarakat agar kita boleh menjadi plagiat? atau memang contoh tidak di hormatinya Undang-Undang Hak cipta?

Saya memang buta politik, dan tidak terlalu peduli dengan politik karena memang politik itu busuk, dan tidak ada yang benar?benar tapi apakah kebusukan di depan mata akan kita diamkan? sebuah pertanyaan lain lagi melintas di fikiran saya, apakah benar seorang SBY bisa memberantas Korupsi, jika beliau pun seorang pencuri Ide?

Semoga SBY mau mengklarifikasi hal ini secara gamblang di depan Publik mengenai masalah ini? atau memang inilah pencerminan sifat asli capres SBY. Semoga bisa memberi jawaban yang gamblang? lalu bagaimana pendapat anda tentang pencontekan iklan SBY president ku = Indomie seleraku? yah begitulah wajah salah-satu capres negeri ini. semoga Indonesia yang terkenal sebagai negeri dengan pembajakan terbesar tidak di kokohkan dengan tayangan iklan ini.

Tulisan ini bukan untuk menjelek-jelekan SBY, karena ini hanya pendapat pribadi dan tidak bermaksud menyudutkan atau black campaing, karena saya bukan orang partai manapun dan tidak ada kepentingan apapun, dan saya tidak bertujuan mencemarkan nama baik siapapun, tapi hanya sedih melihat calon pemimpin yang melakukan plagiat, jadi apakah SBy itu seorang plagiat? silahkan jawab dengan akal dan nurani anda sendiri.

Salam
Depok 3 Juni 2009
http://erwin-informasi.blogspot.com

Selasa, 19 Mei 2009

Yahudi AS, Amalia Rehman: "Telah Saya Temukan Kebenaran Itu"

Cetak | Kirim | RSS Senin, 11/05/2009 15:09 WIB

Meski sudah 20 tahun berselang, Amalia Rehman, tidak bisa melupakan peristiwa bersejarah yang telah mengubah jalan hidupnya. Peristiwa ketika ia memutuskan mengucap dua kalimat syahadat dan menjadi seorang Muslim.

Amalia lahir dari keluarga Yahudi, ibunya seorang Yahudi Amerika dan ayahnya seorang Yahudi Israel. Ayah Amalia, Abraham Zadok bekerja sebagai tentara pada masa-masa pembentukan negara Israel tahun 1948. Kedua orang tuanya termasuk Yahudi yang taat, tapi menerapkan sistem pendidikan yang lebih moderat pada Amalia dan kedua saudara lelakinya. Amalia dan keluarganya pergi ke sinagog hanya jika ada perayaan besar agama Yahudi.

Sejak kecil Amalia dikenal sebagai anak yang cerdas dan ambisius. Pada usia 13 tahun, Amalia mulai merasa ingin menjadi orang yang lebih relijius. Karena ia menganut agama Yahudi, maka Amalia berniat memperdalam ajaran agama Yahudi. Tapi, setelah mempelajari Yudaisme, Amalia merasa belum menemukan apa yang dicarinya. Ia lalu ikut kursus bahasa Ibrani, itupun tak membantunya untuk menemukan hubungan relijiusitas agama yang dianutnya.

Kemudian, sambil kuliah di bidang psikologi di Universitas Chicago, Amalia mengambil kursus Talmud. Amalia menyebut masa itu sebagai masa yang paling membahagiakannya, karena ia melihat titik terang dari apa yang dicarinya selama ini soal agama Yahudi yang dianut nenek moyangnya. Meski akhirnya, ia menyadari bahwa agama Yahudi ternyata tidak memakai kitab Taurat. Para pemeluk agama Yahudi, kata Amalia, tidak mengikuti perintah Tuhan tapi hanya mengikuti apa kata para rabbinya.

"Semua berdasarkan pada siapa yang menurut Anda benar, sangat ambigu. Agama Yahudi bukan agama sejati, bukan agama kebenaran," ujar Amalia.

Amalia mulai mengenal agama Islam ketika ia pindah ke California untuk berkumpul bersama keluarganya. Di kota itu, Amalia berkenalan dan berteman dengan orang-orang Arab yang sering berbelanja di toko orangtuanya yang berjualan kacang dan buah-buahan yang dikeringkan di pasar petani San Jose.

"Saya tumbuh sebagai orang Yahudi dan didikan Yahudi membuat saya memandang rendah orang-orang Arab," kata Amalia.

Meski Amalia memiliki prasangka buruk terhadap orang-orang Arab, Amalia mengakui kebaikan orang-orang Arab yang ia jumpai di toko ayahnya. Ia bahkan berteman akrab dengan mereka. "Satu hal yang menjadi perhatian saya tentang orang-orang ini, mereka selalu bersikap baik satu sama lain dan saya merasakan betapa inginnya saya merasakan seperti mereka, sebagian hati saya ingin memiliki perasaan yang indah itu," imbuhnya.

Suatu sore, saat Amalia dan teman-teman Arabnya menonton berita di televisi yang membuatnya bertanya-tanya tentang hari kiamat yang tidak pernah ia kenal dalam agama Yahudi. Pertanyaan-pertanyaan yang ada di kepalanya tentang Islam ketika itu, bagi Amalia adalah cara Tuhan untuk mendekatkan diri pada Islam.

"Allah mendekati manusia dengan cara pendekatan yang manusia butuhkan. Allah mendekati saya dengan cara yang saya butuhkan, dengan menimbulkan rasa keingintahuan saya, rasa lapar terhadap ilmu, rahasia kehidupan, kematian dan makna kehidupan," ujar Amalia.

Hingga suatu hari, Amalia mengatakan pada teman-teman Arabnya bahwa ia sedang mempertimbangkan ingin menjadi seorang Muslim. Pernyataan Amalia tentu saja mendapat dukungan dari teman-teman Arabnya, tapi tidak dari kedua orangtuanya.

Sampai Amalia benar-benar mengucapkan dua kalimat syahadat, kemudian menikah dengan salah seorang pria Arab dan memiliki seorang puteri bernama Ilana, teman-teman Yahudi dan orangtua Amalia masih belum menerima keislaman Amalia. Kedua orang tua Amalia bahkan memanggil suaminya dengan sebutan rasis "Si Arab". Ibu Amalia sampai akhir hayatnya bahkan tidak mau berkomunikasi lagi dengan puterinya.

"Saya tidak suka Muslim, mereka komunitas kelas bawah. Mereka melempari orang-orang Israel dengan batu, membunuh orang-orang Yahudi, saya tidak percaya pada mereka. Ibu Amalia memandang suami Amalia yang Arab adalah musuh. Ibu Amalia sangat zionistis dan sangat membenci Islam," tukas Abraham, ayah Amalia.

Itulah masa-masa terberat Amalia setelah menjadi seorang mualaf, tapi ia tidak pernah menceritakan kesulitannya pada suaminya. Seorang teman dekat Amalia, Emma Baron mengatakan bahwa sahabatnya itu pandai menyembunyikan perasaannya dan kesedihannya, termasuk ketika Amalia berpisah dengan suaminya.

Harapan kembali tumbuh di hati Amalia saat ia bertemu dengan seorang Muslim asal Pakistan bernama Habib. Pernikahannya dengan Habib hanya membawa sedikit perubahan bagi hubungan Amalia dengan keluarganya. Hubungan mereka mulai membaik tapi ayah dan kedua saudara lelaki Amalia tetap memandang Muslim bukanglah orang yang beragama, pengkhianat, anti-Yahudi dan anti-Israel.

"Saya sudah berusaha bersikap baik pada mereka, tapi saya gagal. Mereka mungkin lebih senang melihat saya jadi biarawati ketimbang menjadi seorang Muslim," keluh Amalia.

Tapi hati Amalia sedikit terhibur, karena ibu tirinya Annete bisa menerimanya. Annete sendiri awalnya seorang Kristiani yang kemudian pindah ke agama Yahudi saat menikah dengan ayahnya, sepeninggal ibu kandungnya. Annete memuji Amalia sebagai orang bersikap dewasa dan teguh pada keyakinannya meski kerap mendengar komentar-komentar pedas dari ayahnya.

Amalia yang kini berusia 43 tahun mengakui mengalami pasang surut dalam kehidupannya sebagai seorang mualaf. Tapi ia mengakui menemui ketenangan jiwa dalam Islam. "Saya sudah menemukan kebenaran itu," tandas Amalia yang sekarang hidup bahagia dengan suaminya Habib dan empat anak-anaknya. (ln/jfa.com)


Categories

Blog Archive

Sembako Hari ini

Sembako hari ini
Beras 5.500
Telur ayam ras 13.500
Minyak goreng sawit 12.000
Gula pasir 6.600
Tepung terigu 7.700
Cabe merah keriting 20.000
Cabe merah biasa 18.500
Bawang merah 16.500
SKM cap bendera 7.800
Daging sapi 55.500
Kacang tanah 12.500

 

Sumber: Poskota

Blog sahabat





Pages

About Me

Foto saya
Penulis tuk diri sendiri, Internal Audit untuk Sebuah Perusahaan, Pencinta Puisi, Cerpen, Seorang Hamba yang berusaha, Menjadi Ayah yang baik untuk Quineisha & Qhaira, menjadi Insan Taqwa

Pengikut

Sample Text

IP

Unordered List

Popular Posts

Recent Posts



Website Hit Counter
Free Hit Counters

Text Widget